Rabu, 30 September 2026
07:01 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Pareidolia

Pareidolia

sebuah fenomena psikologis yang melibatkan stimulus samar-samar dan acak (sering kali sebuah gambar atau suara) yang dianggap penting.

Bagikan:
Martian_face_viking_cropped.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Gambar satelit dari sebuah dataran tinggi di Cydonia, Wajah pada permukaan Mars yang terkenal.

Pareidolia (pengucapan bahasa Inggris: [pærɪˈdoʊliə]) adalah sebuah fenomena psikologis yang melibatkan stimulus samar-samar dan acak (sering kali sebuah gambar atau suara) yang dianggap penting. Contoh umum termasuk melihat gambar binatang atau wajah-wajah di awan, melihat pria atau kelinci di permukaan Bulan, atau mendengar pesan tertentu di rekaman yang dimainkan secara terbalik. Kata ini berasal dari bahasa Yunani para-- "samping", "dengan", atau "bersama"-yang berarti, dalam konteks ini, sesuatu yang salah atau salah (seperti dalam paraphasia, pidato gangguan) dan eidolon - "gambar", kata pengecil dari eidos - "gambar", "bentuk", "bentuk".

Contoh

Keagamaan

Ada banyak contoh persepsi citra agama dan berbagai tema lainnya, terutama wajah tokoh maupun simbol agama, dalam fenomena-fenomena yang biasa dijumpai. Banyak diantaranya yang melibatkan gambar Yesus, Bunda Maria, atau Lafadz Allah.

Pada tahun 1978, seorang wanita New Meksiko menemukan bahwa pola tanda akibat pembakaran pada tortilla yang dia buat menyerupai penggambaran barat tradisional dari wajah Yesus Kristus. Ribuan orang datang untuk melihat tortilla yang dibingkai tersebut.[1]

Publisitas terbaru seputar penampakan tokoh agama dan gambar mengejutkan lainnya di objek biasa, dikombinasikan dengan semakin populernya lelang online, telah melahirkan sebuah pasar untuk barang-barang seperti di eBay. Salah satu contoh yang terkenal adalah roti keju panggang dengan wajah Bunda Maria.[2]

Pada bulan September, 2007, muncul sebuah "fenomena pohon kera " yang menyebabkan sebuah mania sosial kecil di Singapura. Ada bagian dari pohon tersebut yang menyerupai wujud kera, dan orang-orang yang percaya berbondong-bondong ke pohon tersebut untuk memberi penghormatan kepada "Dewa Kera".[3]

Tes proyektif

Uji inkblot Rorschach menggunakan pareidolia dalam upaya untuk mendapatkan informasi tentang keadaan mental seseorang. Rorschach adalah tes proyektif, karena sengaja memunculkan pikiran-pikiran atau perasaan responden yang "diproyeksikan" ke gambar inkblot yang bersifat ambigu. Proyeksi dalam hal ini adalah bentuk "pareidolia diarahkan" karena kartu-kartu tersebut telah sengaja dirancang untuk tidak menyerupai sesuatu secara khusus.[1]

Audio

Pada tahun 1971, Konstantin Raudive menulis Breakthrough, merinci apa yang dia yakini sebagai sebuah penemuan fenomena suara elektronik (electronic voice phenomenon/EVP). EVP telah digambarkan sebagai suatu pareidolia pendengaran.[1]

Dugaan backmasking dalam musik populer juga telah digambarkan sebagai pareidolia.[1]

Periklanan

Pada kampanye iklan Kartu American Express, yang dimulai pada tahun 2009, menampilkan berbagai benda sehari-hari yang terlihat (atau telah dibuat agar terlihat) seperti wajah sedih dan bahagia.

Penjelasan

Keuntungan Evolusioner

250px-SharkOrSubmarine4024617900.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berbagai bentuk awan kerap dijadikan sumber pareidolia.

Carl Sagan membuat hipotesis bahwa sebagai taktik demi kelangsungan hidupnya, manusia memiliki "bawaan" dari lahir untuk mengidentifikasi wajah manusia. Hal ini memungkinkan orang untuk untuk mengenali wajah dari jarak jauh, dan dalam jarak pandang yang buruk dengan hanya menggunakan rincian yang minim. Akan tetapi hal ini juga dapat menyebabkan mereka untuk menafsirkan gambar acak, pola cahaya, maupun bayangan sebagai sebuah wajah.[4] Keuntungan evolusioner dari kemampuan untuk membedakan mana kawan maupun lawan dengan akurat dan dalam waktu singkat begitu besar; dan manusia prasejarah (dan bahkan modern) yang tanpa sengaja salah mengidentifikasi musuh sebagai teman bisa menghadapi konsekuensi yang mematikan akibat kesalahan ini. Hal ini merupakan salah satu di antara banyak desakan evolusioner yang bertanggung jawab atas perkembangan kemampuan pengenalan wajah dari manusia modern.[5]

Patologi

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan seseorang kehilangan / kemampuannya untuk mengenali wajah. Stroke, tumor, dan trauma pada bagian gyrus fusiform ventral adalah merupakan penyebab paling umum. Ini dikenal sebagai prosopagnosia.

Galeri

Contoh pareidolia
  • Blurry woman's face on the floor
    Jam weker ini tampak menyerupai wajah yang sedang sedih.
  • Pohon tua yang bentuknya mengesankan ada orang menggantung padanya.
    Pohon tua yang bentuknya mengesankan ada orang menggantung padanya.
  • tree with ivy growing on it
    Noda-noda kotoran di lantai itu dengan mudah menyerupai wajah seorang wanita.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 Zusne, Leonard (1989). Anomalistic Psychology: A Study of Magical Thinking. Lawrence Erlbaum Associates. hlm. 77–79. ISBN 0805805087.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  2. ↑ "'Virgin Mary' toast fetches $28,000". BBC News. 23 November 2004.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Ng Hui Hui (13 September, 2007). "Monkey See, Monkey Do?". The New Paper. hlm. 12–13. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-05-03. Diakses tanggal 2010-12-06.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. ↑ Sagan, Carl (1995). The Demon-Haunted World - Science as a Candle in the Dark. New York: Random House. ISBN 0-394-53512-X.
  5. ↑ Svoboda, Elizabeth (2007-02-13). "Facial Recognition - Brain - Faces, Faces Everywhere". The New York Times.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pareidolias.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan