Senin, 12 Oktober 2026
22:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Minuman keras

Minuman keras

minuman beralkhol hasil penyulingan

Bagikan:
Untuk minuman keras berperisa manis dan lain-lain, lihat Likeur.
250px-Spirituosen-im-supermarkt.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rak bagian minuman keras di supermarket.
250px-Liquor_Still_Frankfort_489226997.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ketel penyulingan wiski yang tua.

Minuman keras (singkatnya miras) atau sajang[1] (bahasa Inggris:liquor, distilled beverages) adalah minuman beralkohol mengandung etanol yang dihasilkan dari penyulingan etanol (yaitu dipekatkan dengan disuling) diproduksi dengan cara peragian biji-bijian, buah, atau sayuran.[2] Contoh minuman keras adalah vodka, gin, tekila, rum, wiski, dan brendi.

Di Indonesia, definisi "minuman keras" dan "minuman beralkohol" tercampur aduk dan cenderung dianggap barang yang sama sehingga juga meliputi minuman fermentasi yang tidak disuling seperti bir, tuak, arak anggur, dan arak apel. Contoh dalam RUU Anti Miras yang telah dibuat sejak tahun 2013.[3] Istilah "hard liquor" (juga berarti "minuman keras") digunakan di Amerika Utara dan India untuk membedakan minuman suling dari yang tidak disuling (jauh lebih rendah kadar alkoholnya).

Tata nama

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Spiritusfabriek_Tjomal_in_de_Residentie_Pekalongan_Midden-Java_TMnr_10014123.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pabrik penyulingan miras di Comal, dekat Pekalongan, Jawa Tengah sekitar 1930-1940.

"Minuman keras" merujuk minuman suling yang tidak mengandung tambahan gula dan memiliki setidaknya 20% alkohol berdasarkan volume (ABV). Minuman keras yang populer antara lain arak, brendi, brendi buah (juga dikenal sebagai eau de vie atau schnapps), gin, rum, tekila, vodka, dan wiski. Dalam perundang-undangan di Indonesia, minuman beralkohol dengan kadar di atas 20 persen masuk ke dalam minuman beralkohol golongan C. Namun tidak disebutkan secara gamblang bahwa minuman beralkohol golongan C adalah miras.[4]

Minuman suling yang dibotolkan dengan tambahan gula dan perisa tambahan, seperti grand marnier, frangelico, dan schnapps Amerika, disebut "likeur". Dalam penggunaan umum, perbedaan antara "minuman keras" dan "likeur" secara luas tidak diketahui atau diabaikan, akibatnya, semua minuman beralkohol selain bir dan arak anggur umumnya disebut sebagai minuman keras.

Bir dan arak anggur, yang bukan minuman suling, mempunyai batas kandungan alkohol maksimum sekitar 20% ABV, karena sebagian besar khamir tidak dapat bereproduksi ketika kepekatan alkohol di atas tingkat ini, akibatnya, proses fermentasi berhenti pada saat itu.

Etimologi

Istilah "spirit" (dari bahasa latin spiritus yang berarti "nafas") yang merujuk ke minuman keras berasal dari alkimia Timur Tengah. Alkemis-alkemis tersebut lebih peduli dengan kesehatan obat mujarab dibandingkan dengan transmutasi timah menjadi emas. Uap yang dilepaskan dan dikumpulkan selama proses alkimia (seperti dengan distilasi alkohol) disebut sebagai spirit ("sukma") dari cairan aslinya.

Asal-usul istilah bahasa Inggris minuman keras, yaitu "liquor" dan kerabat dekatnya "liquid" adalah kata kerja Latin liquere, yang berarti "menjadi cairan". Menurut Oxford English Dictionary (OED; "Kamus Bahasa Inggris Oxford"), penggunaan awal dari kata ini dalam bahasa Inggris, yang berarti hanya "cairan", bisa dirunut ke tahun 1225. Penggunaan pertama OED menyebutkan arti "liquor" adalah "cairan untuk minum" terjadi pada abad ke-14. Penggunaannya sebagai istilah untuk "minuman beralkohol memabukkan" muncul pada abad ke-16.

Referensi

Bibliografi

Pranala luar

Minuman beralkohol
Minuman fermentasi
120px-Alcoholic_beverages.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman suling
Anggur fortifikasi
Minuman fermentasi berdasarkan bahan
Mikro-organisme
Sayuran akar
Minuman suling berdasarkan bahan
Buah
60px-Alambic.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sereal
Lain-lain
Likeur dan minuman suling berperisa berdasarkan bahan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan