Jumat, 23 Oktober 2026
14:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Kunwar Narayan

Bagikan:
Kunwar Narayan
Lahir(1927-09-19)19 September 1927
Meninggal15 November 2017(2017-11-15) (umur 90)
New Delhi, India
PekerjaanPenyair
Karier kepenulisan
Penghargaan terkenalPenghargaan Sahitya Akademi dalam bahasa Hindi (1995)

Kunwar Narain (19 September 1927 – 15 November 2017)[1] adalah seorang penyair dalam sastra India, yang sering kali disebut sebagai penyair hidup utama dalam bahasa Hindi.[1] Ia telah membaca dan berjalan-jalan dan menulis selama lebih dari enam dekade terakhir. Berhubungan dengan gerakan Puisi Baru, ia menerbitkan secara selektif dan berkarakteristik. Ia membaca sastra inggris dan menerbitkan dalam bahasa Inggris tetapi juga bermain dengan bahasa Inggris dan Urdu. Sebelumnya, ia tinggal di Lucknow di mana rumahnya menjadi pusat pertemuan kesusastraan dan penampilan-penampilan klasik. Ia sekarang tinggal dengan istri dan putranya. Pengaruh terhadapnya beragam, dari epik-epik India dan Upanishads sampai Kabir dan Amir Khusro, sejarah dan mitologi sampai Buddhisme dan Marxisme, Kafka dan Cavafy sampai Ghalib dan Gandhi.

Referensi

  1. 1 2 http://in.reuters.com/article/2009/10/07/idINIndia-42972720091007 Diarsipkan 2012-10-03 di Wayback Machine, Hindi poet Kunwar Narayan wins Jnanpith award, 7 October 2009, Miral Fahmy, retrieved 21 March 2011.
1965–1985
1986–2000
2001–sekarang
1955-1959
1960–1979
1980–1999
2000–sekarang
Penerima penghargaan Padma Bhushan (2000–09)
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan