Minggu, 27 September 2026
08:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Khums

pajak seperlima dalam agama islam

Untuk bandar di Libya, lihat Al Khums.
Bagian dari seri Islam
Fikih
Studi Islam

Khums atau Khumus (bahasa Arab:خُمْس, pelafalan dalam bahasa Arab:[xums], secara harfiah seperlima) dalam islam adalah kewajiban agama yang diperlukan setiap Muslim untuk membayar seperlima dari kekayaan yang diperoleh dari sumber-sumber tertentu untuk tujuan tertentu. Hukum Khums dalam Sunni berbeda dengan Khums dalam Syiah. Pajak ini dibayarkan kepada imam, khalifah atau sultan, yang mewakili negara Islam,[1]

Dalam tradisi Islam Sunni, ruang lingkup pajak khumus adalah ghanim , yang didefinisikan sebagai harta rampasan perang. Dalam tradisi Islam Syiah, kata Abdulaziz Sachedina, ruang lingkup pajak khumus meliputi,

  1. barang rampasan (al-ghanima)
  2. benda yang diperoleh dari laut (al-ghaws)
  3. harta (al-kanz)
  4. sumber daya mineral (al-ma'adin)
  5. pendapatan yang menguntungkan (arbaah al-makaasib)
  6. tanah yang dialihkan dari seorang Muslim kepada seorang dhimmi (seorang non-Muslim merdeka yang mematuhi hukum dan dilindungi oleh negara Islam tempat mereka tinggal) dengan pembelian tanah tersebut.

Penerima khumus yang dikumpulkan adalah keturunan Muhammad dan ulama Islam.[2]

Dalam hukum Sunni

Dalam hukum islam Sunni, Khums adalah pajak 20% yang harus dibayar untuk semua barang yang dianggap sebagai Ghanima (bahasa Arab:الْغَنيمَة, barang rampasan perang). Ada tradisi hukum yang berbeda dalam Islam tentang apa yang dimaksud dengan ghanima , dan dengan demikian seberapa jauh jangkauan khumus seharusnya. Di beberapa yurisdiksi, khumus termasuk pajak 20% yang dibayarkan atas mineral yang diekstraksi di daerah-daerah di bawah kendali negara. Khums berbeda dan terpisah dari pajak Islam lainnya seperti zakat dan jizyah.[3]

Dalam hukum Syiah

Mengikut istilah hukum Islam Syiah, Khums bermakna "satu perlima harta tertentu seseorang yang mesti dibayar sebagai cukai".[4] Walaupun konsep Zakat, atau derma wajib, diamalkan oleh seluruh orang Islam, dan merupakan salah satu daripada lima Rukun Islam, sifat derma ini berbeda di antara berbagai mazhab Islam. Kaidah yang digalakkan tradisi Syiah, Khums, melibatkan sedekah tahunan satu perlima semua perolehan, dan boleh dibandingkan dengan zakat pendapatan, atau cukai pendapatan. Ini berbeda dengan amalan Sunni, yang melibatkan satu perempat puluh keseluruhan harta (zakat harta, dan lebih rapat dengan cukai harta).

Rujukan

  1. ↑ Abdulaziz Sachedina (1980), Al-Khums: The Fifth in the Imāmī Shīʿī Legal System, Journal of Near Eastern Studies, Vol. 39, No. 4 (Oct., 1980), pp. 276-277, 275-289, note 10
  2. ↑ Quran, Al-Anfal Verse 8, 8:41.
  3. ↑ Vikør, K. S. (2000), Jihād,'ilm and taṣawwuf: Two Justifications of Action from the Idrīsī Tradition, Studia Islamica, No. 90 (2000), 153-176
  4. ↑ Khums (The Islamic Tax)


Ikon rintisan

Artikel bertopik Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan