Senin, 28 September 2026
19:11 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Ijab kabul

Ijab kabul

suami meminta menikah dari wanita atau wakilnya.

60px-People_together.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hubungan
(Garis besar)
250px-Indonesian_Muslim_Marriage_vow.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prosesi ijab kabul oleh penghulu di KUA.
250px-Dato%27_Seri_Dr._Mahathir_Mohamad_slips_the_ring_on_the_finger_of_his_bride_in_the_%22Akad_Nikah%22_ceremony_of_their_wedding.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mahathir Mohamad, yang kemudian menjadi Perdana Menteri Malaysia, menyematkan cincin ke jari istrinya, Siti Hasmah Mohamad Ali, dalam upacara ijab kabul mereka pada Agustus 1956.

Ijab kabul atau ijab dan kabul berasal dari kata wajib yang berarti mewajibkan dan kata qabul (asal kata bahasa Arab) yang berarti menerima. Makna ijab adalah suami meminta menikah dari wanita atau wakilnya. Sedangkan kabul adalah penerima istri dengan sighah yang menunjukkan demikian atau sebaliknya.[1] Ijab kabul digunakan dalam pernikahan yaitu ucapan dari orangtua atau wali mempelai wanita untuk menikahkan putrinya kepada sang calon mempelai pria.[2]

Orangtua mempelai wanita melepaskan putrinya untuk dinikahi oleh seorang pria, kemudian mempelai pria menerima mempelai wanita untuk dinikahi. Ijab kabul merupakan ucapan Sakral ke-sepakatan antara kedua belah pihak selamanya. Sepanjang tidak melakukan Perceraian oleh penerima sakral suci atau hakim yang mencerai dengan sistem peraturan yang telah di tetapkan oleh hukum hingga Mahkamah Syar'i yang memberikan Perceraian.[3]

Makna

Ijab adalah sesuatu yang dikeluarkan (diucapkan) pertama kali oleh seseorang dari dua orang yang berakad sebagai tanda mengenai keinginannya dalam melaksanakan akad dan kerelaan atasnya.

Kabul adalah sesuatu yang dikeluarkan (diucapkan) kedua dari pihak lain sebagai tanda kesepakatan dan kerelaannya atas sesuatu yang diwajibkan pihak pertama dengan tujuan kesempurnaan akad.[4]

Istilah dalam perniagaan

Selain digunakan dalam akad nikah, istilah ini juga digunakan dalam kegiatan muamalah atau jual beli. Ketika si penjual dan pembeli melakukan transaksi dan kesepakatan.

Dalam Mazhab Syafi'i yang dianut mayoritas muslim Indonesia, rukun pernikahan terdiri dari lima, yaitu:

  1. Mempelai laki-laki
  2. Mempelai wanita
  3. Wali
  4. Dua orang saksi
  5. Shighat (ijab dan qabul)

Bahasa

Pemilihan bahasa untuk pengucapan ijab kabul diputuskan oleh sang calon mempelai pria. Di beberapa adat suku Indonesia, penggunaan bahasa Arab lebih diutamakan ketimbang bahasa Indonesia. Meskipun pemilihan bahasa sama sekali tidak berpengaruh terhadap keabsahan ijab kabul akad nikah. Pemilihan bahasa lebih dipengaruhi oleh budaya dan harga diri.

Bahasa Indonesia

250px-Ijab_Kabul.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prosesi Ijab kabul adalah ucapan dari orang tua atau wali mempelai wanita untuk menikahkan putrinya kepada sang calon mempelai pria agar sebuah pernikahan pasangan Muslim dapat sah.

Dalam bahasa Indonesia, pernyataan ijab kurang lebih sebagai berikut:

Saya nikahkan engkau, xxxx <nama calon mempelai pria> bin yyyy <nama ayah calon mempelai pria> dengan ananda xxxx <nama calon mempelai wanita> binti yyyy <nama ayah calon mempelai wanita>, dengan maskawin zzzz <semisal: perhiasan emas 24 karat seberat 12 gram> dibayar <tunai/hutang>

Pernyataan di atas harus segera dijawab oleh calon mempelai pria, tidak boleh ada jeda waktu yang signifikan (sehingga bisa disela dengan pengucapan kabul oleh pihak selain calon mempelai pria), yaitu:

Saya terima nikahnya xxxx <nama calon mempelai wanita> binti yyyy <nama ayah calon mempelai wanita> dengan maskawin tersebut dibayar <tunai/hutang>

Setelah calon mempelai pria mengucapkan kabul, para saksi mengecek apakah pengucapan ijab dan kabul ini tidak diselingi oleh pernyataan lain. Dengan kata lain, ucapan ijab dari wali mempelai wanita dengan kabul dari mempelai pria harus sambung menyambung tanpa putus, tanpa ada jeda. Jika para saksi menganggap ijab dan kabulnya sambung menyambung, maka biasanya mereka menetapkan bahwa akad nikah yang barusan dilakukan adalah sah, dengan mempertimbangkan terpenuhinya persyaratan rukun nikah.

Bahasa Arab

Apabila calon mempelai pria memutuskan untuk menggunakan bahasa Arab untuk ijab & kabul, maka yang perlu dihafalkan adalah lafaz kabul yang harus diucapkan sebagai berikut:

قَبِلْتُ نِكَاحَهَا وَتَزْوِجَهَا بِمَهْرِ الْمَذْكُوْرِ

Yang harus segera diucapkan tanpa jeda sedikit pun setelah wali nikah (baik ayah mempelai wanita sendiri atau diwakilkan) mengucapkan:

اَنْکَحْتُكَ وَ زَوَّجْتُكَ مَخْطُوْبَتَكَ

<nama mempelai wanita> بِنْتِيْ <nama ayah mempelai wanita> بِمَهْرِ <menyebut maskawin>

حَالاً

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Al-'Iraqi, Butsainah As-Sayyid (1442 H/2021 M). Rahasia Pernikahan Bahagia. Jakarta Timur: Griya Ilmu. hlm. 85. ISBN 9789792409024.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Shihab, M Quraish (2020). Kosakata Keagamaan. Jakarta: Lentera Hati. hlm. 201. ISBN 9786237713043.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Chairah, Dakwatul (2021-06-20). "Pelaksanaan Ijab Kabul Pernikahan di Masa Pandemi Covid-19 di KUA Kecamatan Sampang Madura". AL-HUKAMA'. 11 (1): 57–75. doi:10.15642/alhukama.2021.11.1.57-75. ISSN 2548-8147.
  4. ↑ http://etheses.uin-malang.ac.id/1934/6/06210011_Bab_2.pdf
Anggota
keluarga
Leluhur ke-3, dst.
Leluhur ke-2
Leluhur ke-1
Generasi ego
Keturunan ke-1
Keturunan ke-2, dst.
Status anak
Status individu
Ikon rintisan

Artikel bertopik masyarakat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan