Rabu, 04 November 2026
08:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kesultanan Zanzibar

Kesultanan Zanzibar

Bagikan:
Kesultanan Zanzibar
سلطنة زنزبار
1856–1964
Bendera Zanzibar
Bendera
Lambang Zanzibar
Lambang
Lokasi Zanzibar
Ibu kotaStone Town
Bahasa umumSwahili, Arab, Inggris
Agama Islam[1]
PemerintahanMonarki absolut
(1856–1963)
Monarki konstitusional
(1963–1964)
Sultan 
• 1856–1870
Majid bin Said (pertama)
• 1963–1964
Jamshid bin Abdullah Al Said (terakhir)
Kepala Menteri 
• 1961
Geoffrey Lawrence
• 1961–1964
Muhammad Hamadi
Sejarah 
• Didirikan
19 Oktober 1856
• Dibubarkan
12 Januari 1964
Luas
19642.650 km2 (1.020 sq mi)
Populasi
• 1964
300.000
Mata uangRyal[2]
Didahului olehDigantikan oleh
ksrKekaisaran
Oman
Republik Rakyat Zanzibar

Kesultanan Zanzibar (bahasa Arab:سلطنة زنجبار) adalah sebuah negara yang berada di bawah kekuasaan Sultan Zanzibar. Cakupan wilayah negara ini berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Wilayah negara ini pernah mencakup pesisir Kenya dan Kepulauan Zanzibar.

Negara ini sempat menjadi protektorat Britania Raya dari tahun 1890 hingga 1963. Pada 8 Oktober 1963, Sultan Zanzibar melepaskan kedaulatannya di sisa wilayahnya di Kenya. Pada 12 Januari 1964, Sultan Jamshid bin Abdullah dijatuhkan dalam Revolusi Zanzibar dan kehilangan kedaulatannya atas wilayahnya yang terakhir, Zanzibar.

Walaupun sebagian besar penduduk negara ini adalah orang-orang Afrika, penguasanya berasal dari kalangan elit Arab.

Catatan kaki

  1. ↑ Gascoigne, Bamber (2001-Ongoing). "HISTORY OF ZANZIBAR". HistoryWorld. Diakses tanggal 2012-05-23. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ "Coins of Zanzibar". Numista.com. Diakses tanggal 2012-05-23. {{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=

Bibliografi

Pranala luar

Afrika
Asia
Eropa
Oseania
Amerika
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan