Rabu, 04 November 2026
02:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kesultanan Maladewa

Kesultanan Maladewa

Bagikan:
Kesultanan Maladewa
1117–1968
Bendera Kesultanan Maladewa
Bendera
Semboyan: الدولة المحمية المحلديبية  (Arab)
Ad-Dawlat Mahmiyyatul Mahaldibiyya
The Protected State of Mahal Dibiyat
StatusProtektorat Imperium Britania (1887-1965)
Ibu kotaMalé
Bahasa lainnyaDivehi
PemerintahanMonarki
Sultan 
• 1117-1141
Koimala
• 1954-1968
Muhammad Fareed Didi
Sejarah 
• Didirikan
1117
• Republik pertama didirikan
1953 - 1954
• Dibubarkan
1968
Didahului olehDigantikan oleh
krjKerajaan
Maladewa
Maladewa

Kesultanan Maladewa adalah dinasti kesultanan yang diperintah oleh penguasa di Maladewa yang beragama Islam diperkirakan sejak Raja Maladewa Sri Tribuvana Aditiya dari Dinasti Lunar yang masuk Islam dan menjadi Sultan Pertama Maladewa, Koimala (1117-1141 M) dan Sultan terakhir, Muhammad Fareed Didi (1953-1968) dan 11 November tahun 1968 Maladewa menjadi republik.[1]

Sultan Maladewa

Berikut ini Daftar Sultan Maladewa Inilah daftar penguasa Kesultanan Maladewa.

Dinasti Lunar (1117-1388)

Dinasti Hilaalee (1388-1573)

Interregnum 1558 - 1573

Dinasti Utheemu (1573-1692)

Dinasti Hamawi (1692)

Dinasti Isdhoo (1692-1704)

Dinasti Dhiyamigili (1704-1757)

Interregnum 1757 - 1759

Dinasti Huraa 1759-1766

Dinasti Dhiyamigili (pembaruan) 1766-1774

Dinasti Huraa (pembaruan) 1773-1952 dan 1953-1968

Republik didirikan pada 1953.

Republik kedua didirikan pada 1968.

Lihat pula

Referensi


Lihat pula

Ikon rintisan

Artikel bertopik daftar ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Referensi

Lihat pula

Ikon rintisan

Artikel bertopik daftar ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan