Senin, 19 Oktober 2026
03:58 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Bahasa Maladewa

Bahasa Maladewa

bahasa nasional di Maladewa

Bagikan:
Bahasa Maldivian
60px-Dhivehiscript.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
(divehi)
250px-Div_Akuru_F21.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dituturkan diMaladewa (Pulau Minicoy)
Penutur
340,000 (2012)[1]
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.[2]

  • 340.500 (Tidak diketahui, 2012)
Tampilkan klasifikasi otomatis
Thaana
(Dhives Akuru sebelum abad ke-18)
Status resmi
Bahasa resmi di
 Maladewa
Diatur olehDhivehi Academy
Kode bahasa
ISO 639-1dv
ISO 639-2div
ISO 639-3div
Glottologdhiv1236
IETFdv
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C1 NationalBahasa Maladewa dikategorikan sebagai C1 National menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini menjadi bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara
Referensi: [3]
Informasi penggunaan templat turunan
Sampel
Sampel teks
Pasal 1 Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia dalam bahasa Maldivian.  Silang merah (Apa ini?)

މާއްދާ 1 - ހުރިހާ އިންސާނުން ވެސް އުފަންވަނީ، ދަރަޖަ އާއި ޙައްޤު ތަކުގައި މިނިވަންކަމާއި ހަމަހަމަކަން ލިބިގެންވާ ބައެއްގެ ގޮތުގައެވެ. އެމީހުންނަށް ހެޔޮ ވިސްނުމާއި ހެޔޮ ބުއްދީގެ ބާރު ލިބިގެން ވެއެވެ. އަދި އެމީހުން އެކަކު އަނެކަކާ މެދު މުއާމަލާތް ކުރަންވާނީ އުޚުއްވަތްތެރި ކަމުގެ ރޫހެއް ގައެވެ.

Terjemahan: ⓘ
Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan.
Alih aksara: 
māddā 1 - hurihā insānun ves ufanvanī, darajaʾāi ḥaqqu takugai minivankamāi hamahamakan libigenvā baʾegge gotugaʾeve. Emīhunnaʾ heyo visnumāi heyo buddīge bāru libigenveʾeve. Adi emīhun ekaku anekakā medu muāmalāt kuranvānī uk͟huvvatteri kamuge rūheʾ gaʾeve.'
Sampel teks lainnya
Lokasi penuturan
Maldives_ES.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lokasi penuturan Bahasa Maladewa
osm-intl,7,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Maladewa&revid=30022562&groups=_68519a78d3b0043fa6ef73515aee7f44a0c3028b&parser=parsoidTampilkan peta yang diperbesar
osm-intl,3,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Maladewa&revid=30022562&groups=_68519a78d3b0043fa6ef73515aee7f44a0c3028b&parser=parsoidTampilkan peta yang diperkecil
Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
Koordinat: 4°10′48″N 73°30′36″E / 4.18000°N 73.51000°E / 4.18000; 73.51000 Sunting di Wikidata
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

01.36, Minggu, 18 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.636 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Divehi atau Dhivehi Bas adalah anak cabang bahasa Indo-Arya paling selatan, dan dituturkan oleh sekitar 300 ribu jiwa di Maladewa, dan sekitar 5.000 jiwa di Pulau Minicoy, Lakadewa, India. Bahasa Divehi atau Dhivehi Bas adalah anak cabang bahasa Indo-Arya paling selatan, dan dituturkan oleh sekitar 300 ribu jiwa di Maladewa, dan sekitar 5.000 jiwa di Pulau Minicoy, Lakadewa, India.

Sejarah

Menurut sejarahnya, bahasa Divehi dan Sinhala merupakan keturunan dari satu bahasa Indo-Arya berasal dari daratan India. Pada tahun 500 SM, diperkirakan seiring dengan berpindahnya penutur Indo-Arya ini ke selatan, bahasa yang disebut Elu ini kemudian terpecah menjadi dua. Sinhala dan Divehi.

Naskah tertua dalam bahasa Divehi ditemukan dalam piringan perak yang disebut dengan Loamaafaanu dan ditulis dengan huruf Hakuru.

Kemudian Divehi mengalami transformasi yang signifikan ketika banyak pelaut dari berbagai penjuru berdatangan ke kepulauan ini. Seiring dengan masuk Islamnya penduduk pulau ini pada abad ke-13, bahasa Divehi mulai banyak dipengaruhi oleh bahasa-bahasa para pelaut tadi, seperti bahasa Arab, Hindi, bahasa Prancis, bahasa Inggris dan bahasa Portugis.

Sistem penulisan

Sistem penulisan tertua dalam bahasa Divehi adalah apa yang dinamakan sebagai Evela Hakuru yang ditemukan di sebuah lempengan dekat Male. Disusul Divehi Hakuru, yang merupakan keturunan huruf Brahmi dan hampir serupa dengan Sinhala. Namun semenjak abad ke-16, tepatnya semenjak terusirnya Portugis dari Maladewa, mulai dipergunakan huruf turunan Divehi Hakuru dan turunan huruf Arab yang disebut sebagai huruf Thaanaa, dan ditulis dari kanan ke kiri seperti layaknya huruf Arab.

Wilayah sebar tutur

Penutur bahasa Divehi tersebar di 1.900 pulau karang di wilayah Maladewa dan pulau Minicoy di Lakadewa, India.

Dialek

Karena persebaran penduduk yang hidup di pulau-pulau karang, maka bahasa Divehi mengalami perkembangan sendiri-sendiri di tiap pulau. Baik dalam pelafalan maupun kosakata. Penutur bahasa Divehi di Male tidak dapat memahami apa yang dibicarakan oleh penduduk pulau karang Addu. Sedangkan di Lakadewa, digunakan dialek Mahl.

Jadi secara umum, Divehi dibagi menjadi tiga dialek utama, yakni:

  • Dialek pulau karang utara
  • Dialek pulau karang selatan, dan
  • Dialek Mahl.

Namun selain itu, bahasa Divehi juga terbagi atas 3 dialek sosial, yakni:

  • Reethi bas atau aadhe-vadainevvun (dialek tinggi, dan sekarang dipakai sebagai bahasa media).
  • Labba-dhuruvun (dialek yang dipakai untuk pejabat, orang lebih tua, dan orang asing), dan
  • Bahasa sehari-hari.

Status bahasa

Bahasa Divehi sebelum tahun 1965 benar-benar digunakan sebagai bahasa resmi di segala bidang kehidupan. Namun semenjak menjadi republik, Maladewa menetapkan juga bahasa Inggris sebagai bahasa resmi, baik di pemerintahan maupun di lembaga pendidikan. Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan, tetapi Divehi tetap menjadi bahasa utama dalam kehidupan sehari-hari, maupun kesempatan-kesempatan resmi (termasuk di lembaga pemerintahan dan media).

Angka melek huruf di kalangan penduduk Maladewa merupakan angka tertinggi dibandingkan dengan negara-negara Asia Selatan lainnya, dengan kisaran 98% penduduk dapat membaca dan menulis, baik dalam Bahasa Divehi maupun Inggris.

Kosakata

Divehi berakar dari bahasa-bahasa Indo-Arya dan memiliki kemiripan dengan Bahasa Sinhala, tetapi banyak terpengaruh bahasa-bahasa lainnya, khususnya Bahasa Arab, Bahasa Inggris,dan Bahasa Urdu atau Hindi.

Beberapa kosakata bahasa Inggris, seperti athol (gugusan pulau karang) dan doni (kapal penyeberangan antar pulau karang) berasal dari bahasa Divehi, atholu dan dhoani.

Contoh

  • Assalamualaikum : Halo!
  • Kihine? : Apa kabar?
  • Aan : Ya
  • Noon : Tidak
  • Shukuriya : Terima kasih
  • Kon nameh kiyanee?: Siapa namamu?
  • Rangalhu : Baik
  • Ma-aafu kirey : Maaf
  • Dhanee : Selamat tinggal

Referensi

  1. ↑ Maldivian di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  2. ↑ Ethnologue (dalam bahasa Inggris) (Edisi 25, 19), Dallas: SIL International, ISSN 1946-9675, OCLC 43349556, OL 20243680W, Wikidata Q14790
  3. ↑ "Bahasa Maladewa". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan