Rabu, 21 Oktober 2026
10:21 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Kerajaan Rwanda

Kerajaan Rwanda

Bagikan:
Kerajaan Rwanda
Ubwami bw'u Rwanda  (Kinyarwanda)
Royaume du Rwanda  (Prancis)
1959–1962
Lokasi Rwanda
StatusWilayah Kepercayaan
Ibu kotaNyanza
Bahasa umumKinyarwanda
Prancis
PemerintahanMonarki
Raja 
Era SejarahPerang Dingin
• Otonomi dari Belgia
25 Juli 1959
1 Juli 1962
Kode ISO 3166RW
Didahului olehDigantikan oleh
Ruanda-Urundi
Rwanda

Kerajaan Rwanda adalah kerajaan yang didirikan pada abad ke-15 oleh kelompok penggembala Tutsi. Wilayahnya meliputi daerah yang kini merupakan bagian dari Rwanda modern. Kerajaan ini pelan-pelan tunduk kepada kepentingan kolonial Eropa pada tahun 1890. Kerajaan Rwanda berakhir pada tahun 1962 ketika Rwanda menjadi republik setelah berlangsungnya kudeta dan referendum 1961.

Pra-kolonialisasi

Pada abad ke-15, satu kekepalasukuan berhasil mempersatukan tetangga-tetangganya dan mendirikan Kerajaan Rwanda. Meskipun beberapa Hutu merupakan bagian dari kebangsawanan dan terjadi pembauran, Hutu yang merupakan 82-85% dari populasi sebagian besar merupakan petani miskin. Secara umum, raja-raja, atau Mwami, biasanya merupakan orang Tutsi. Walaupun terdapat dewan penasihat Mwami (abiiru) yang terdiri dari Hutu saja dan cukup berpengaruh, tetapi, pada pertengahan abad ke-18, abiiru semakin terpinggirkan.

Sebelum abad ke-19, Tutsi dianggap memegang kekuatan militer sementara Hutu memegang kekuatan supranatural.[1][2]

Raja memusatkan kekuasaannya dan membagikan tanah kepada orang-orang dan tidak memperbolehkan pewarisan berdasarkan garis keturunan, sementara sebagian besar kepala suku turun temurun merupakan orang Hutu. Sebagian besar kepala suku yang ditunjuk oleh Mwami adalah orang Tutsi. Pembagian tanah yang dilancarkan antara tahun 1860 hingga 1895 oleh Mwami Rwabugiri mengakibatkan ditetapkannya sistem perlindungan; dalam sistem ini, Hutu memperoleh hak untuk menetap di tanahnya, dan sebagai gantinya harus bekerja untuk kepala suku Tutsi.[3]

Di bawah kekuasaan Mwami Rwabugiri, Rwanda menjadi negara ekspansionis. Rwabugiri tidak bersusah-payah untuk menilai identitas etnik orang yang ditaklukan dan sekadar melabeli mereka sebagai "Hutu". Maka, gelar Hutu merupakan identitas trans-etnis yang dikaitkan dengan penundukan. Hal ini membantu memperkuat gagasan bahwa pemisahan Hutu dan Tutsi merupakan pemisahan sosioekonomik dan bukan etnik.

Catatan kaki

  1. ↑ Mamdani 2001, 62. Mandani recounts a historical narrative indicating the importance of a Hutu diviner in the formation of the Rwandan state.
  2. ↑ Manus I. Midlarsky, "The Killing Trap" (New York: Cambridge University Press, 2005), hal.162.
  3. ↑ citation could be pg. 12, 13, 14 of Re-Imagining Rwanda: Conflict, Survival and Disinformation in the Late Twentieth Century, by Johan Pottier. published by Cambridge University in 2002

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan