Minggu, 27 September 2026
09:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Dominion Pakistan

Dominion Pakistan

periode dalam sejarah Pakistan dari 1947 hingga 1956

Dominion Pakistan
مملکتِ پاکستان
পাকিস্তান অধিরাজ্য
1947–1971[1]
Lambang (1947-1955) Pakistan
Lambang (1947-1955)
Semboyan: Iman, Ittehad, Tanzeem
ایمان ، اتحاد ، تنظیم
"Keyakinan, Persatuan, Disiplin"
Lagu kebangsaan: Qaumi Taranah (1954–1956)
قومی ترانہ
Pakistan pada 1956
Pakistan pada 1956
Ibu kotaKarachi
Bahasa umumInggrisa, Urdub, Bengalic,
PemerintahanMonarki konstitusional parlementer federal
Penguasa monarki 
• 1947–1952
George VI
• 1952–1956
Elizabeth II
Gubernur-Jenderal 
• 1947–1948
Muhammad Ali Jinnah
• 1948–1951
Khawaja Nazimuddin
• 1951–1955
Malik Ghulam Muhammad
• 1955–1956
Iskander Mirza (terakhir)
Perdana Menteri 
• 1947–1951
Liaquat Ali Khan
• 1951–1953
Khawaja Nazimuddin
• 1953–1955
Muhammad Ali Bogra
• 1955–1956
Chaudhry Muhammad Ali
LegislatifMajelis Konstituen
Sejarah 
14 Agustus 1947[2]
22 Oktober 1947
23 Maret 1956
Area
1956943.665 km2 (364.351 sq mi)
Mata uangRupee Pakistan
Kode ISO 3166PK
Didahului olehDigantikan oleh
krjKerajaan
Britania
Pakistan Barat
Pakistan Timur
Sekarang bagian dari Pakistan
 Bangladesh
a. Bahasa Resmi: 14 Agustus 1947
b. Bahasa Nasional Pertama: 23 Februari 1948
c. Bahasa Nasional Kedua: 29 Februari 1956

Dominion Pakistan (bahasa Bengali:পাকিস্তান অধিরাজ্য pakistan ôdhirajyô; bahasa Urdu:مملکتِ پاکستان mumlikāt-ē pākistān), yang umumnya disebut Pakistan, adalah sebuah dominion federal independen di Asia Selatan yang didirikan pada 1947 pada masa Pemisahan India Britania menjadi dua negara berdaulat (yang lainnya adalah Dominion India). Dominion tersebut, yang sekarang meliputi Pakistan dan Bangladesh, dibentuk di bawah teori dua bangsa sebagai rumah bagi umat Muslim dari bekas India Britania.

Pada mulanya, dominion tersebut tidak meliputi negara-wilayah kerajaan Pakistan, yang lambat laun bergabung antara 1947 dan 1948. Pada 1956, Dominion Pakistan secara administratif terpisah menjadi sayap barat yang bernama Pakistan Barat, dan provinsi Benggala Timur yang berganti nama menjadi sayap timur yang bernama Pakistan Timur. Pada 1971, Pakistan Timur terpecah dari negara uni tersebut dan menjadi Bangladesh, Dan Pakistan Barat pun menggantikan dan mengaku terbatas selama 12 bulan

Pemisahan India Britania

Bagian 1 dari Undang-Undang Kemerdekaan India 1947 menyatakan bahwa dari "tanggal lima belas Agustus, sembilan belas empat puluh tujuh, dua dominion independen dibentuk di India, yang masing-masing dikenal sebagai India dan Pakistan." India diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai negara penerus bekas India Britania. Karena bekas negara tersebut merupakan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, India melanjutkan penempatan kursinya disana dan tidak perlu mendafta sebagai anggota baru. Namun, Pakistan dianggap sebagai negara yang baru dibentuk dan perlu mendaftar untuk bergabung. Negara tersebut diangkat menjadi anggota PBB pada 30 September 1947, beberapa minggu setelah kemerdekaannya[3] Penguasa monarki Inggris menjadi kepala negara dari dominion baru tersebut, dengan Pakistan bergabung seorang raja dengan kerajaan Persemakmuran lainnya, tetapi peran konstitusional penguasa monarki tersebut diserahkan kepada Gubernur-Jenderal Pakistan, dan sebagian besar kekuasaan nyata dipegang pemerintahan baru yang dikepalai oleh Jinnah.

Sebelum Agustus 1947, sekitar setelah wilayah Pakistan saat ini merupakan bagian dari India Britania yang diperintah Inggris, diman agen-agen kedaulatan sebagai Kaisar India memiliki otoritas penuh, sementara sisanya merupakan serangkaian negara-wilayah kerajaan dalam aliansi subsidier dengan Inggris, menikmati pemerintahan sendiri dalam negeri. Inggris memutuskan aliansi tersebut pada Agustus 1947, yang membuat negara-negara tersebut merdeka secara utuh, dan antara 1947 dan 1948, seluruh negara tersebut dimasukkan ke Pakistan, meskipun masih pemerintahan sendiri dalam negeri selama beberapa tahun.

Teritori

Artikel utama: Partisi India

Dominion tersebut awalnya adalah sebuah federasi dari lima provinsi: Bengal Timur (kemudian menjadi Bangladesh), Punjab Barat, Balochistan, Sindh, dan Provinsi Frontier Barat Laut. Setiap provinsi memiliki gubernurnya sendiri, yang dipilih oleh Gubernur-Jenderal Pakistan. Selain itu, pada tahun berikutnya, negara-wilayah kerajaan Pakistan, yang meliputi wilayah siginifikan di Pakistan Barat, dimasukkan ke Pakistan. Negara-negara tersebut meliputi Bahawalpur, Khairpur, Swat, Dir, Hunza, Chitral, Makran, dan Kekhanan Kalat.

Daftar penguasa monarki

Potret Nama Lahir Mati Dari Sampai Hubungan dengan pendahulu
120px-King_George_VI.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Raja George VI 14 Desember 1895 6 Februari 1952 15 Agustus 1947 6 Februari 1952 Tidak ada (posisi dibentuk)
120px-Queen_Elizabeth_II_-_1953-Dress.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Ratu Elizabeth II 21 April 1926 6 Februari 1952 23 Maret 1956 Putri George VI

Referensi

  1. ↑ Timothy C. Winegard (29 Desember 2011). Indigenous Peoples of the British Dominions and the First World War (Edisi 1st). Cambridge University Press. hlm. 2. ISBN 978-1107014930. Diakses tanggal 11 Agustus 2013.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Singh Vipul (1 September 2009). Longman History & Civics Icse 10. Pearson Education India. hlm. 132–. ISBN 978-81-317-2042-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ di legalserviceindia.com

Bacaan tambahan

Afrika
Asia
Eropa
Oseania
Amerika
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan