Selasa, 29 September 2026
19:05 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Kesambi

Kesambi

genus tumbuh-tumbuhan

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Kesambi.
"Kosambi" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Kosambi (disambiguasi).
Kesambi
250px-Schleic_oleos_080320-5971_rgn.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daun muda
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Sapindaceae
Subfamili: Sapindoideae
Genus: Schleichera
Lour.
Spesies:
S. oleosa
Nama binomial
Schleichera oleosa
(Lour.) Oken
Sinonim[2]
18 sinonim
  • Sinonim homotipik
**Pistacia oleosa Lour.
**Koon oleosus (Lour.) Pierre
**Cussambium oleosum (Lour.) Kuntze
  • Sinonim heterotipik
**Conghas zeylonensis Wall.
**Cussambium glabrum Buch.-Ham.
**Cussambium pubescens Buch.-Ham.
**Cussambium spinosum Buch.-Ham.
**Melicoccus pubescens (B.Heyne ex Roth) DC.
**Melicoccus trijuga (Willd.) Juss.
**Ornitrophe triandra Blanco
**Schleichera aculeata Kostel.
**Schleichera pubescens B.Heyne ex Roth
**Schleichera trijuga Willd.
**Schleichera trijuga var. extensa Pierre
**Schmidelia triandra Blanco
**Scytalia trijuga (Willd.) Roxb. ex DC.
**Stadtmannia pubescens Spreng.
**Stadtmannia trijuga (Willd.) Spreng.

Kesambi[3] atau kosambi[4] (Schleichera) adalah nama sejenis pohon daerah kering anggota famili Sapindaceae. Beberapa nama daerahnya, di antaranya kasambi/kosambi (Sd.); kesambi, kusambi, sambi, kecacil (Jw., Bal.); kasambhi (Md.); Sambi (Bima); kusambi, usapi (Tim.); kasembi, kahembi (Sumba); kehabe (Sawu); kabahi (Solor); kalabai (Alor); kule, ule (Rote); baʼdoʼ (Mak.); ading (Bug.).[5]

Nama-nama itu mirip dengan sebutannya di India, tanah asal tumbuhan ini, misalnya: kosam, kosumb, kusum, kussam, rusam, puvam.[6] Pohon ini dinamakan Cussambium (Coessambi-Boom) oleh Georg Eberhard Rumpf, ilmuwan Jerman-Belanda yang tinggal 45 tahun di Ambon.[7] Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai gum-lac tree, Indian lac tree, Malay lac tree, Macassar oil tree, Ceylon oak, dan lain-lain. Nama-nama itu merujuk pada hasil-hasil yang diperoleh dari pohon ini, seperti lak dan minyak Makassar.

Pemerian botanis

250px-Schleic_oleos_081205-4293_stgd.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perawakan

Pohon berumah dua (dioecious), kekar, sering bengkok, tinggi mencapai 40 m dan gemang batang sampai 2 m, meskipun kebanyakan kecil dari itu. Berbanir kecil, pepagan berwarna abu-abu.[8]

Daun-daun majemuk menyirip genap; dengan 4–8 anak daun bentuk jorong memanjang, kadang-kadang bundar telur atau bundar telur sungsang, 4,5–18,5(–25) × 2,5–9 cm, yang ujung terbesar, gundul, seperti kertas atau seperti jangat, yang muda berwarna jambon. Bunga-bunga terkumpul dalam malai berbentuk tandan, 6–15 cm, berjejalan pada pangkal tunas yang muda, sering bercabang pendek. Bunga tanpa mahkota; kelopak 4–5, menyatu pada pangkalnya, bertaju bundar telur atau menyegitiga, 1–1,5 mm, berambut tipis di kedua sisinya, kuning hijau. Benang sari 4—9. Buah bentuk gelendong lebar atau agak bulat telur, 1,5–2,5 × 1–2 cm, dengan ujung meruncing, licin atau berduri tempel sedikit, kuning. Biji 1–2 butir, hampir bulat, lk. 12 × 10 × 8 mm, cokelat, terselubung salut biji yang kekuningan, tipis, asam manis.[8][9]

Penyebaran dan ekologi

250px-Schleic_oleos_080320-5971_rgn.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daun muda berwarna jambon

Asal-usul penyebaran kesambi merentang sejak kaki Pegunungan Himalaya dan Dataran Tinggi Dekkan bagian barat di anak benua India, terus ke Sri Lanka hingga Indocina. Kemungkinan pada masa lampau tumbuhan ini dibawa masuk ke kawasan Malesia, termasuk Indonesia, dan kemudian meliar di sana. Di Indonesia terutama ditemukan di wilayah-wilayah dengan musim kemarau yang kuat, mulai dari belahan timur Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku (Seram dan Kepulauan Kai); liar atau ditanam.[8][9]

Di Jawa, kesambi umumnya ditemukan di dataran rendah, namun dapat hidup hingga ketinggian sekitar 1.200 m dpl., pada kisaran curah hujan antara 750–2.500 mm per tahun.[10] Pohon ini juga ditemukan tumbuh liar di savana, hutan tropika gugur daun, dan hutan-hutan jati. Kesambi meluruhkan daun di musim kemarau, meski hanya sebentar saja tak berdaun.

Kegunaan

250px-Schleic_oleos_080320-5967_rgn.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ranting yang berbuah

Kayu kesambi, terutama kayu terasnya, padat, berat, dan sangat keras; berwarna merah muda hingga kelabu. Kayu ini ulet, kenyal, dan tahan terhadap perubahan kering dan basah berganti-ganti, sehingga pada masa silam kerap dimanfaatkan sebagai jangkar perahu. Tidak mudah menyerpih, kayu kesambi sering dipakai membuat alu, silinder-silinder dalam penggilingan, dan perkakas rumah tangga umumnya.[5] Mempunyai nilai energi yang tinggi hingga 20.800 kJ/kg, kayu ini disenangi sebagai kayu bakar dan bahan pembuatan arang.[8]

Pepagan kesambi dimanfaatkan untuk menyamak kulit, mewarnai batik, mengelatkan nira agar tidak masam ketika difermentasi, serta untuk campuran lulur. Pepagan yang digerus halus dan dicampur minyak, digunakan sebagai obat kudis. Daunnya yang muda, mentah atau direbus, dimakan sebagai lalap. Buah kesambi yang telah masak dimakan segar, atau, mentahnya dijadikan asinan.[5]

Bijinya, langsung atau setelah lebih dulu dipanggang sebentar, dikempa untuk mendapatkan minyaknya. Minyak kesambi ini (Jw., kecacil) mengandung sedikit asam sianida, dan digunakan untuk mengobati kudis dan luka-luka. Di Sulawesi Selatan, minyak kesambi ini dimasak dengan pelbagai rempah-rempah dan harum-haruman, dijadikan aneka minyak berkhasiat obat; termasuk di antaranya "minyak makassar" (Macassar oil) yang terkenal untuk merawat rambut. Minyak ini setelah dicampur dengan bahan lain, seperti tepung kapur dapat dijadikan salep obat atau untuk menambal celah (memakal, mendempul) perahu. Dahulu, minyak kesambi ini juga dijadikan minyak lampu, minyak makan, dan bahan pembuat sabun.[5]

Daun-daun, pucuk rerantingan, dan limbah biji (bungkil) sisa pengempaan dijadikan pakan ternak. Sementara itu dalam industri kehutanan, pohon kesambi merupakan salah satu pohon inang terpenting bagi kutu lak (Kerria lacca). Lak dan syelak (shellac), resin lengket yang digunakan sebagai bahan pewarna, pengilat makanan, dan pernis, terutama dihasilkan oleh India.[8] Di Indonesia, lak diproduksi oleh Perhutani di Probolinggo, dan dahulu di Nusa Tenggara Timur (Timor, Alor, Sabu, Sumba, Flores dan Rote), tempat tinggal alami kutu lak di ketinggian 100 hingga 500 m.

Potensi pengembangan di Indonesia

Berbicara mengenai potensi pengembangan produk-produk berbahan baku biji kesambi di Indonesia, tumbuhan ini memiliki karakteristik mudah beradaptasi sehingga mengandung manfaat serbaguna serta bernilai ekonomis dan sangat potensial untuk dikembangkan. Salah satu potensi dari tumbuhan ini yakni adalah pemanfaatan daging biji kesambi yang dapat dijadikan bahan baku dalam pembuatan biodiesel. Di Indonesia, kesambi dapat tumbuh dengan baik di pulai Jawa, Bali, NTT, Sulawesi, dan kepulauan Maluku. Oleh karena itu, potensi ini menyebabkan biji kesambi dapat digunakan sebagai komoditas yang bernilai ekonomis tinggi untuk dikembangkan di Indonesia.

Analisis metabolomik

Kualtias produk olahan biji kesambi seperti minyak biodiesel juga memiliki keterkaitan dengan profil metabolit yang dihasilkan. Beberapa studi telah dilakukan terhadap biji minyak untuk dapat melakukan optimasi peningkatan kualitas terkait dengan profil metabolit. Kualitas minyak yang baik memiliki beberapa parameter tertentu seperti viskositas, daya bakar, warna, dan sebagainya. Produksi minyak dari biji tersebut bergantung kepada produk-produk metabolisme yang berinteferensi dengan produk akhir.[11]

Galeri

  • Schleichera oleosa
    Schleichera oleosa
  • Schleichera oleosa
    Schleichera oleosa
  • Schleichera oleosa
    Schleichera oleosa
  • Schleichera oleosa
    Schleichera oleosa
  • Schleichera oleosa
    Schleichera oleosa
  • Schleichera oleosa
    Schleichera oleosa
  • Schleichera oleosa
    Schleichera oleosa
  • Schleichera oleosa
    Schleichera oleosa
  • Schleichera oleosa
    Schleichera oleosa
  • Schleichera oleosa
    Schleichera oleosa
  • Schleichera oleosa
    Schleichera oleosa
  • Bunga dan pucuk daun kesambi
    Bunga dan pucuk daun kesambi
  • Buah kesambi
    Buah kesambi
  • Buah kesambi yang masih muda
    Buah kesambi yang masih muda

Catatan kaki

  1. ↑ Botanic Gardens Conservation International (BGCI).; IUCN SSC Global Tree Specialist Group (2019). "Schleichera oleosa". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2019 e.T145823995A145823997. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-2.RLTS.T145823995A145823997.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Schleichera oleosa (Lour.) Oken". Plants of the World Online. The Trustees of the Royal Botanic Gardens, Kew. n.d. Diakses tanggal Juli 18, 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ (Indonesia) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia "Arti kata kesambi pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan". Diakses tanggal 2019-10-30.
  4. ↑ (Indonesia) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia "Arti kata kosambi pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan". Diakses tanggal 2019-10-30.
  5. 1 2 3 4 Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 3:1252-1260 Terj. Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta
  6. ↑ EcoCrop: Schleichera oleosa Diarsipkan 2012-01-19 di Wayback Machine.
  7. ↑ Georg Eberhard Rumphius. Herbarium Amboinense. De Coessambi-Boom. Liber I, Cap. 47, 1741
  8. 1 2 3 4 5 Iwasa, S., 1997. Schleichera oleosa (Lour.) Oken Diarsipkan 2012-01-19 di Wayback Machine.. [Internet] Record from Proseabase. I. Faridah Hanum & L.J.G. van der Maesen (Editors). PROSEA (Plant Resources of South-East Asia) Foundation, Bogor, Indonesia. Diakses pada 11-Apr-2010.
  9. 1 2 Steenis, CGGJ van. 1981. Flora, untuk sekolah di Indonesia. PT Pradnya Paramita, Jakarta. Hal. 276-277
  10. ↑ ICRAF AgroforesTree Database: Schleichera oleosa Diarsipkan 2012-01-19 di Wayback Machine.. Diakses pada 11-Apr-2010.
  11. ↑ Abdullah, Hesham M.; Chhikara, Sudesh; Akbari, Parisa; Schnell, Danny J.; Pareek, Ashwani; Dhankher, Om Parkash (2018-12-19). "Comparative transcriptome and metabolome analysis suggests bottlenecks that limit seed and oil yields in transgenic Camelina sativa expressing diacylglycerol acyltransferase 1 and glycerol-3-phosphate dehydrogenase". Biotechnology for Biofuels. 11 (1): 335. doi:10.1186/s13068-018-1326-2. ISSN 1754-6834. PMC 6299664. PMID 30574188.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Schleichera.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan