Senin, 26 Oktober 2026
23:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Orang Het

Orang Het

kelompok etnik Anatolia yang membangun kerajaan-kerajaan di Kussara dan Hattusa (c. 2000-700 SM)

Bagikan:
Het
Uru-Ha-at-ti
(Tanah Bangsa Hatti)
Abad ke-16 SM–c. 1180 SM
Lambang Hatti
Lambang
Het pada puncak kejayaannya di bawah Mursili II  (c.1321–1295).
Het pada puncak kejayaannya di bawah Mursili II (c.1321–1295).
StatusKekaisaran
Ibu kota Hattusa dan Tarhuntassa pada periode singkat
Bahasa umumBahasa Het dan bahasa-bahasa Anatolia lain
Agama Politeisme
DemonimHet
PemerintahanOtokrasi
Lugal 
• ca. 1586–1556 SM
Hattusili I
• 1556–1526 SM
Mursili I
• Awal abad ke-14 SM
Tudhaliya I
• c.1350–1322
Suppiluliuma I
• c.1321–1295
Mursili II
• c.1295–1272
Muwattalli II
Era SejarahZaman Perunggu Akhir
• Labarna I menaklukan Hatti
Abad ke-16 SM
• Serangan oleh orang-orang Laut dan kerajaan-kerajaan sekitar
c. 1180 SM

Bangsa Het adalah bangsa Anatolia kuno yang menuturkan bahasa dari cabang Anatolia dalam rumpun bahasa Indo-Eropa.[1] Bangsa ini mendirikan kerajaan yang berpusat di Hattusa. Bangsa Het mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-14 SM, ketika sebagian besar Anatolia, Suriah barat laut, wilayah hingga mulut sungai Litani (kini Lebanon), dan daerah timur hingga Mesopotamia hulu, berhasil ditaklukan. Setelah tahun 1180 SM, Bangsa Het mengalami disintegrasi menjadi beberapa negara-kota "Het-Baru", beberapa mampu bertahan hingga abad ke-8 SM.

Sejarah

250px-Istanbul_-_Museo_archeol._-_Trattato_di_Qadesh_fra_ittiti_ed_egizi_%281269_a.C.%29_-_Foto_G._Dall%27Orto_28-5-2006.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perjanjian Damai Mesir - Het (~ 1258 SM) antara Hattusili III dan Ramesses II. Merupakan perjanjian damai tertulis kuno yang paling terkenal serta merupakan perjanjian damai bilateral yang pertama di Dunia. Museum Arkeologi Istanbul
Artikel utama: Sejarah Het

Kerajaan Het secara konvensional dibagi atas 3 periode:

  • Kerajaan Het Lama (~1750–1500 SM)
  • Kerajaan Het Pertengahan (~1500–1430 SM) dan
  • Kerajaan Het Baru (~ 1430–1180 SM).

Dari dinasti Het yang meninggalkan catatan, anggota yang diketahui paling awal adalah Pithana, yang tinggal di kota Kussara. Pada abad ke-18 SM, Anitta, putra dan sekaligus penerusnya, membuat kota Neša menjadi salah satu ibu kotanya dan menggunakan bahasa Het dalam tulisannya di sana. Namun, Kussara tetap menjadi ibu kota dinasti tersebut selama hampir seabad sampai Labarna II menetapkan Hattusa sebagai ibu kota negara, mungkin mengambil alih nama takhta Hattusili, "orang Hattusa", pada waktu itu.

Kerajaan Tua, berpusat di Hattusa, mencapai puncak kejayaan selama abad ke-16 SM. Kerajaan ini pernah mengalahkan Babilonia pada suatu ketika, tetapi tidak berusaha untuk memerintah di sana, menyebabkan orang Kassit bangkit dan memerintah di sana selama lebih dari 400 tahun.

Selama abad ke-15 SM, kekuasaan Het menghilang, muncul kembali dalam pemerintahan Tudhaliya I sejak ~ 1400 SM. Di bawah Suppiluliuma I dan Mursili II, kerajaan berkembang sampai ke sebagian besar Anatolia dan sebagian Siria dan Kanaan, sehingga pada tahun 1300 SM, kerajaan Het berbatasan dengan Asyur dan Mesir, yang menyebabkan terjadinya Pertempuran Kadesh pada tahun 1274 SM.

Perang saudara dalam perebutan takhta, ditambah ancaman dari "Orang-orang Laut", melemahkan kerajaan Het dan, di akhir tahun 1160 SM, kerajaan ini runtuh. Negara-negara kecil yang muncul pada zaman "Kerajaan Het Baru" di bawah kekuasaan Asyur masih ada sampai ~700 SM. Dialek Het dan Luwian dari Zaman Perunggu berkembang menjadi bahasa-bahasa Lydia, Lycia dan Karia.

250px-Ramses_IIs_seger_%C3%B6ver_Chetafolket_och_stormningen_av_Dapur%2C_Nordisk_familjebok.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Firaun Mesir Ramesses II menyerang benteng Het dalam pengepungan terhadap kota Dapur.

Bekas-bekas bahasa ini masih ada pada periode Akhameniyah/Persian (abad ke-6th sampai ke–4 SM) dan akhirnya punah akibat penyebaran budaya Helenistik Yunani mengikuti penjajahan Aleksander Agung di Asia Minor pada abad ke-4 SM.

Referensi

  1. ↑ Dr Andrew McCarthy, University of myles c gy 1B Lecture.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Hittites.
Sejarah imperium-imperium dunia
Imperium kuno
Akkadia · Armenia (Urartu · Orontid · Kuno) · Mesir · Asiria · Babilonia · Aksum · Het · Persia (Media · Akhemeniyah · Partia · Sasaniyah) · Makedonia (Ptolemaik · Seleukia) · Kartago · Kush · India (Nanda · Maurya · Sunga · Satavahana · Kushan · Gupta · Harsha) · Tiongkok (Qin · Han · Jin) · Romawi (Romawi Barat · Romawi Timur) · Nirun
Imperium abad pertengahan
Ayyubiyyah · Bizantium · Hun · Turk (Turk · Timur · Barat) · Arab (Rasyidin · Umayyah · Abbasiyah · Fathimiyah · Kordoba) · Maroko (Idrisiyah · Murabithun · Muwahhidun · Mariniyah) · India (Pala · Chola · Delhi · Wijayanagara) · Persia (Thahiriyah · Samaniyah · Buwayhiyah · Saffariyah · Ziyariyah) · Ghaznawiyah · Benin · Seljuk · Oyo · Bornu · Khwarezmia · Timuriyah · Mongol (Yuan · Jochi · Chagatai · Kekhanan Il) · Kanem · Serbia · Songhai · Khmer · Bulgaria · Karoling · Romawi Suci · Anjou · Mali · Tiongkok (Sui · Tang · Song · Yuan) · Tibet · Uighur · Ghana · Aztek · Inka · Sriwijaya · Majapahit · Ethiopia (Zagwe · Salomo) · Aceh · Brunei · Vietnam (Dai Viet) · Tonga · Melaka · Demak · Mamluk Mesir · Venesia · Georgia
Imperium modern
Imperium Adidaya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan