Sabtu, 10 Oktober 2026
02:01 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Bangsa Laut (purba)

Bangsa Laut (purba)

kelompok etnik historis dugaan

Bagikan:
Untuk suku semi-nomaden laut yang ada di Indonesia, lihat Suku Laut (Indonesia).
330px-Medinet_Habu_Ramses_III._Tempel_Nordostwand_Abzeichnung_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bangsa Laut bertempur melawan pasukan Mesir.
N35
G1
N25
t Z2ss
N35
G40
M17M17Aa15
D36
N35AN36
N21
Bangsa Laut (n3 ḫ3s.wt n<.t> p3 ym)
Hieroglif Mesir

Bangsa Laut atau Orang Laut adalah kumpulan pelaut yang menyerbu dan menjarah pada milenium kedua SM. Mereka belayar ke Laut Tengah timur, menyebabkan kerusuhan politik, dan berupaya memasuki atau menguasai wilayah Mesir pada akhir dinasti ke-19 dan khususnya selama tahun kedelapan pemerintahan Ramses III pada dinasti ke-20. Firaun Mesir Merneptah secara eksplisit menyebut mereka "negara (atau 'bangsa') asing[1]) dari laut" (bahasa Mesir n3 ḫ3s.wt n<.t> p3 ym[2][3]) dalam Prasasti Karnak Besar.[4] Beberapa sejarawan berpendapat bahwa Bangsa Laut pernah menyerbu Siprus, Het, dan Levant.

Catatan kaki

  1. ↑ As noted by Gardiner V.1 p.196, other texts have
    N25
    X1 Z4
    ḫ3sty.w "foreign-peoples"; both terms can refer to the concept of "foreigners" as well. Zangger in the external link below expresses a commonly held view that "sea peoples" does not translate this and other expressions but is an academic innovation. The Woudhuizen dissertation and the Morris paper identify Gaston Maspero as the first to use the term "peuples de la mer" in 1881.
  2. ↑ Gardiner V.1 p.196.
  3. ↑ Manassa p.55.
  4. ↑ Line 52. The inscription is shown in Manassa p.55 plate 12.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Sea Peoples.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan