Senin, 26 Oktober 2026
20:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Kerajaan Bornu

Kerajaan Bornu

Bagikan:
Kerajaan Bornu
1380–1893
Bendera Kerajaan Bornu
Bendera Bornu
Wilayah Kerajaan Bornu sekitar tahun 1750
Wilayah Kerajaan Bornu sekitar tahun 1750
StatusKerajaan
Ibu kotaNgazargamu
Bahasa umumKanuri
Agama Islam
PemerintahanMonarki
Raja (Mai) 
• 1381–1382
Said dari Bornu
Era SejarahAbad Pertengahan
• Didirikan
1380
• Dibubarkan
1893
Luas
1800[1]50.000 km2 (19.000 sq mi)
1892[2]129.499 km2 (50.000 sq mi)
Populasi
• 1892[3]
5.000.000
Didahului olehDigantikan oleh
krjKerajaan
Kanem
Rabih az-Zubayr

Kerajaan Bornu (1380–1893) adalah sebuah negara yang terletak di wilayah Nigeria timur laut modern. Kerajaan ini berdiri dari tahun 1380 hingga 1893 dan merupakan kelanjutan dari Kerajaan Kanem yang didirikan beberapa abad sebelumnya oleh Dinasti Sayfawa. Seiring berjalannya waktu, wilayah kerajaan ini meluas dan mencakup wilayah Chad, Niger dan Kamerun modern.

Sejarah

Bagian dari seri mengenai
Sejarah Afrika Tengah
Sejarah awal
Perode kolonial
Kemerdekaan
Kontemporer
Bagian dari seri mengenai
Sejarah Chad
60px-Insigne_Tzadiae.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Akibat konflik internal dan serangan suku bangsa Bulala, Dinasti Sayfawa terpaksa kembali menjadi nomaden, walaupun mereka sudah tidak lagi mengikuti gaya hidup tersebut selama 700 tahun. Pada tahun 1380, suku Kanembu pada akhirnya berhasil menahan serangan Arab, Berber dan Hausa, dan mereka kemudian mendirikan sebuah negara baru di Bornu. Seiring berjalannya waktu, pernikahan campur antara suku Kanembu dengan Bornu menghasilkan suku bangsa dan bahasa yang baru, yaitu suku Kanuri.

Dinasti Sayfawa kemudian berhasil mengalahkan suku Bulala dan merebut kembali bekas ibu kota Kanem di Njimi. Wilayah Kanem pun disatukan dengan wilayah Bornu, tetapi kekuasaan politik masih berada di tangan Bornu. Kanem-Bornu mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan Mai Idris Alooma (sekitar tahun 1571–1603). Berkat kecakapannya, negara Kanem-Bornu dapat bertahan hingga pertengahan abad ke-17. Namun, kerajaan ini kemudian mengalami kemunduran. Pada awal abad ke-19, mereka bahkan harus menghadapi serangan jihad yang dilancarkan oleh orang-orang Fula, karena mereka merasa bahwa orang-orang Muslim di kawasan ini tidak saleh.

Pada tahun 1893, kerajaan ini ditaklukkan oleh Rabih az-Zubayr yang menyerang dari wilayah Sudan.

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Oliver, halaman 12
  2. ↑ Hughes, halaman 281
  3. ↑ Hughes, halaman 281

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan