Selasa, 27 Oktober 2026
08:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Kaisar Afrika Tengah

Kaisar Afrika Tengah

Bagikan:
Kaisar Afrika Tengah
Bekas Kerajaan
Imperial
120px-Imperial_Coat_of_arms_of_Central_Africa_%281976%E2%80%931979%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Kekaisaran Afrika Tengah
120px-Bokassa_colored.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bokassa I
Penguasa pertama Bokassa I
Penguasa terakhir Bokassa I
Gelar His Imperial Majesty
Pendirian 4 Desember 1976
Pembubaran 21 September 1979
Penuntut takhta Jean-Bédel Bokassa II

Kaisar Afrika Tengah (Prancis: Empereur de Centrafrique) adalah penguasa Kekaisaran Afrika Tengah dari tahun 1976 hingga 1979. Presiden Jean-Bédel Bokassa menyatakan dirinya sebagai Kaisar Bokassa I pada 4 Desember 1976 dan dimahkotai sebagai kaisar pada tanggal 4 Desember 1977 dalam upacara pemahkotaan yang diperkirakan menghabiskan biaya sekitar AS$20 juta ($80 juta saat ini). Walaupun secara de jure merupakan monarki konstitusional, pada kenyataannya Bokassa berkuasa secara absolut. Maka dari itu, Kekaisaran Afrika Tengah secara de facto merupakan kediktatoran militer.

Bokassa I mencoba menjustifikasi tindakannya dengan menyatakan bahwa monarki akan membuat Afrika Tengah "berbeda" dari negara-negara Afrika lainnya. Upacara pemahkotaan Bokassa menghabiskan sepertiga anggaran tahunan negara dan seluruh bantuan dana dari Prancis pada tahun itu. Walaupun diundang, tidak ada satu pun pemimpin asing yang menghadiri acara ini.

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan