Rabu, 04 November 2026
22:17 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Kerajaan Bornu

Kerajaan Bornu

Bagikan:
Kerajaan Bornu
1380–1893
Bendera Kerajaan Bornu
Bendera Bornu
Wilayah Kerajaan Bornu sekitar tahun 1750
Wilayah Kerajaan Bornu sekitar tahun 1750
StatusKerajaan
Ibu kotaNgazargamu
Bahasa umumKanuri
Agama Islam
PemerintahanMonarki
Raja (Mai) 
• 1381–1382
Said dari Bornu
Era SejarahAbad Pertengahan
• Didirikan
1380
• Dibubarkan
1893
Luas
1800[1]50.000 km2 (19.000 sq mi)
1892[2]129.499 km2 (50.000 sq mi)
Populasi
• 1892[3]
5.000.000
Didahului olehDigantikan oleh
krjKerajaan
Kanem
Rabih az-Zubayr

Kerajaan Bornu (1380–1893) adalah sebuah negara yang terletak di wilayah Nigeria timur laut modern. Kerajaan ini berdiri dari tahun 1380 hingga 1893 dan merupakan kelanjutan dari Kerajaan Kanem yang didirikan beberapa abad sebelumnya oleh Dinasti Sayfawa. Seiring berjalannya waktu, wilayah kerajaan ini meluas dan mencakup wilayah Chad, Niger dan Kamerun modern.

Sejarah

Bagian dari seri mengenai
Sejarah Afrika Tengah
Sejarah awal
Perode kolonial
Kemerdekaan
Kontemporer
Bagian dari seri mengenai
Sejarah Chad
60px-Insigne_Tzadiae.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Akibat konflik internal dan serangan suku bangsa Bulala, Dinasti Sayfawa terpaksa kembali menjadi nomaden, walaupun mereka sudah tidak lagi mengikuti gaya hidup tersebut selama 700 tahun. Pada tahun 1380, suku Kanembu pada akhirnya berhasil menahan serangan Arab, Berber dan Hausa, dan mereka kemudian mendirikan sebuah negara baru di Bornu. Seiring berjalannya waktu, pernikahan campur antara suku Kanembu dengan Bornu menghasilkan suku bangsa dan bahasa yang baru, yaitu suku Kanuri.

Dinasti Sayfawa kemudian berhasil mengalahkan suku Bulala dan merebut kembali bekas ibu kota Kanem di Njimi. Wilayah Kanem pun disatukan dengan wilayah Bornu, tetapi kekuasaan politik masih berada di tangan Bornu. Kanem-Bornu mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan Mai Idris Alooma (sekitar tahun 1571–1603). Berkat kecakapannya, negara Kanem-Bornu dapat bertahan hingga pertengahan abad ke-17. Namun, kerajaan ini kemudian mengalami kemunduran. Pada awal abad ke-19, mereka bahkan harus menghadapi serangan jihad yang dilancarkan oleh orang-orang Fula, karena mereka merasa bahwa orang-orang Muslim di kawasan ini tidak saleh.

Pada tahun 1893, kerajaan ini ditaklukkan oleh Rabih az-Zubayr yang menyerang dari wilayah Sudan.

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Oliver, halaman 12
  2. ↑ Hughes, halaman 281
  3. ↑ Hughes, halaman 281

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan