Sabtu, 24 Oktober 2026
01:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Kerajaan Oyo

Kerajaan Oyo

Bagikan:
Kerajaan Oyo
Ilú-ọba Ọ̀yọ́
Sekitar tahun 1300–1896
Kerajaan Oyo pada puncak kejayaannya
Kerajaan Oyo pada puncak kejayaannya
Statusempire = Sekitar tahun 1400
Ibu kotaOyo-Ile
Bahasa umumYoruba
Agama Agama Yoruba
PemerintahanMonarki
Alaafin 
• Sekitar tahun 1300
Oranyan
• 1888–1905
Adeyemi I Alowolodu
LegislatifOyo Mesi dan Ogboni
Era SejarahAbad Pertengahan
• Didirikan
Sekitar tahun 1300
• Dibubarkan
1896
Luas
1680[1]150.000 km2 (58.000 sq mi)
Sekarang bagian dari Nigeria  Benin  Togo

Kerajaan Oyo adalah sebuah kerajaan Yoruba yang terletak di kawasan Nigeria barat dan utara modern. Kerajaan ini didirikan pada abad ke-15 dan berkembang menjadi salah satu kerajaan terbesar di Afrika Barat. Kerajaan ini bangkit berkat kekayaan yang diperoleh dari perdagangan. Pada puncak kejayaannya, kerajaan ini mengendalikan tidak hanya kawasan Yorubaland, tetapi juga wilayah suku-suku lainnya, seperti wilayah Kerajaan Dahomey yang dikuasai oleh suku Fon di barat.

Kerajaan ini dikenal akan kavalerinya yang kuat. Kerajaan ini merupakan satu-satunya negara Yoruba yang memiliki kavaleri karena sebagian besar wilayahnya merupakan sabana.[2] Kerajaan Oyo mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1680 dengan luas wilayah sebesar 150.000 km2.[1] Namun, kerajaan ini mengalami kemunduran dari tahun 1754 akibat perebutan kekuasaan.

Catatan kaki

  1. 1 2 Thornton 1998, hlm. 104.
  2. ↑ Smith 1989, hlm. 48.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan