Jumat, 09 Oktober 2026
11:06 WIB
TERKINI
Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP
Suku Fon

Suku Fon

fon nu

Bagikan:
Suku Fon
250px-D263-_amazone_dahom%C3%A9enne._-_L1-Ch5.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prajurit perempuan Fon
Jumlah populasi
4,1 juta
Daerah dengan populasi signifikan
Benin (39% populasi) dan Nigeria (kurang dari 1% populasi)
Bahasa
Fon
Kelompok etnik terkait
Aja, Ewe, Yoruba

Suku Fon, juga disebut Fon nu, Agadja atau Dahomey, adalah kelompok etnis dan linguistik terbesar di Benin, terutama di wilayah selatannya.[1][2] Kelompok ini juga dapat ditemui di Nigeria barat daya dan Togo. Jumlah mereka diperkirakan sekitar 3.500.000 orang, dan mereka menuturkan bahasa Fon yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Niger-Kongo.[1]

Sejarah suku Fon sangat terkait dengan kerajaan Dahomey, sebuah kerajaan yang sudah berdiri pada abad ke-17. Dalam sejarahnya, suku Fon memiliki tradisi lisan yang kuat dan juga menganut kepercayaan politeistik.[3] Pada awal abad ke-19, mereka dikenal akan tradisi N'Nonmiton atau "Amazon Dahomey" yang memberdayakan perempuan sebagai prajurit; para prajurit ini akan berjuang melawan penjajahan Prancis pada tahun 1890.[4][5]

Sebagian besar orang Fon saat ini tinggal di desa-desa dan kota-kota kecil. Kota-kota yang dibangun oleh suku Fon adalah Abomey (ibu kota historis Dahomey) dan Ouidah di kawasan Pesisir Budak. Kota-kota tersebut menjadi pusat perdagangan budak. Pulau-pulau di Hindia Barat Prancis yang dikuasai oleh Prancis (terutama Haiti dan Trinidad) dimukimi oleh budak-budak yang datang dari Pesisir Budak.[6]

Catatan kaki

  1. 1 2 Fon people, Encyclopædia Britannica
  2. ↑ Elizabeth Heath (2010). Anthony Appiah; Henry Louis Gates (ed.). Encyclopedia of Africa. Oxford University Press. hlm. 482–483. ISBN 978-0-19-533770-9.
  3. ↑ Molefi Kete Asante; Ama Mazama (2009). Encyclopedia of African Religion. SAGE Publications. hlm. 270–273, 257, 412. ISBN 978-1-4129-3636-1.
  4. ↑ Robin Law (1993), The 'Amazons' of Dahomey, Paideuma: Mitteilungen zur Kulturkunde, Bd. 39 (1993), pages 245-260
  5. ↑ Alpern, Stanley B. (1998). "On the Origins of the Amazons of Dahomey". History in Africa. 25. Cambridge University Press: 9. doi:10.2307/3172178.{{cite journal}}: |access-date= memerlukan |url=
  6. ↑ Patrick Taylor; Frederick I. Case (2013). The Encyclopedia of Caribbean Religions. University of Illinois Press. hlm. 742–746, 1134–1139. ISBN 978-0-252-09433-0.


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan