Rabu, 23 September 2026
04:47 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Labarna I

Labarna I

Raja pertama di Anatolia kuno

Labarna I
250px-Museum_of_Anatolian_Civilizations054_kopie1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mangkuk perak yang menyebutkan Labarna
PekerjaanRaja Het
Pasangan menikahTawannanna
Anakbeberapa putra

Labarna I merupakan raja pertama tradisional bangsa Het, pada sekitar awal abad ke-16 SM (kronologi pendek). Ia adalah pendiri tradisional Kerajaan Het Kuno (skt. 1600 – 1450 SM). Istrinya adalah Tawannanna.

Keberadaan Labarna I dipertanyakan oleh beberapa ilmuwan modern. Labarna juga merupakan gelar penguasa awal Het,[1] seperti Hattusili I. Mengingat referensi kontemporer yang relatif sedikit tentang Labarna I secara pribadi, beberapa ilmuwan telah menganjurkan agar perintis Het mungkin keliru dengan mengasumsi bahwa Labarna adalah nama pribadi seorang raja. Menurut teori ini, Labarna pertama (dalam arti gelar) Hattusili I, yang biasanya dianggap sebagai Labarna kedua.[2]

Tabarna, varian Labarna, sering disebutkan dalam teks Hatti, Het, Hurri dan Akkadia dari arsip Het.[3]

Biografi

Labarna bukan yang pertama di takhta. PU-Sarruma menunjuk Labarna sebagai penggantinya setelah putra-putranya sendiri memberontak melawannya. Setelah kematian PU-Sarruma, Labarna dan Papahdilmah, salah satu putra PU-Sarruma, bersaing memperebutkan takhta, dengan Labarna tampil sebagai pemenang.

Yang sedikit diketahui tentang ia sebagian besar diambil dari Proklamasi Telepinu, yang menyatakan bahwa ia mengalahkan musuh-musuhnya dan "membuat mereka berbatasan dengan laut",[4] sebuah pernyataan yang mungkin merujuk pada penaklukan sejauh pantai Mediterania di selatan, dan Laut Hitam di utara.

Labarna menempatkan putra-putranya sebagai gubernur di beberapa kota, termasuk Tuwanuwa, Hupisna, Landa, dan Lusna (identitas kota-kota ini tidak pasti, tetapi diperkirakan mungkin Tyana, Heraclea Cybistra, Laranda, dan Listra). Melalui penaklukannya, ia bertanggung jawab untuk meletakkan dasar bagi kerajaan Het yang akan datang.

Lihat pula

Referensi

  1. Melchert, H. Craig, The Luwians, Brill, 2003, 18ff.
  2. Bryce, Trevor, The Kingdom of the Hittites, Clarendon, 1998, 69
  3. "Archived copy". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-05-16. Diakses tanggal 2010-05-16.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link) "On the Origin of the Royal Title tabarna / labarna".
  4. §3

Pranala luar

Didahului oleh:
PU-Sarruma (?)
Raja Het
skt. awal abad ke-16 SM
Diteruskan oleh:
Hattusili I
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan