Senin, 12 Oktober 2026
09:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Huzziya I

Bagikan:
Huzziya I
PendahuluAmmuna
PenerusTelepinu
Orang tuaRaja Ammuna
KerabatZidanta I (kakek)
Saudari

Huzziya I merupakan seorang Raja Bangsa Het (Kerajaan Kuno), bertakhta selama 5 tahun, skt. 1466–1461 SM (kronologi pendek).[1]

Biografi

Menurut Proklamasi Telepinu, pada saat kematian Ammuna, para pembunuh membunuh Titiya dan Hantili, dan Huzziya menjadi raja. Berdasarkan teks ini, sebagian besar ilmuwan menganggap bahwa Titiya dan Hantili adalah putra-putra Ammuna, dan dibunuh untuk membuka jalan bagi aksesi putra kedua Huzziya ke atas takhta.[1]

Huzziya memiliki seorang saudari, Isparaya, yang menikah dengan Telepinu. Telepinu menggulingkan Huzziya dan mengirim mereka ke pengasingan. Menurut Trevor R. Bryce, Huzziya hanya seorang perampas kekuasaan, dan Telepinu adalah putra Ammuna, dan ungkapan Telepinu bahwa ia "duduk di atas takhta ayahandanya" dapat benar-benar dipahami.[1]

Akhirnya, Huzziya terbunuh saat pemerintahan Telepinu, bertentangan dengan perintah Telepinu.

Pranala luar

Referensi

  1. 1 2 3 The Kingdom of the Hittites by Trevor R. Bryce
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan