Senin, 28 September 2026
17:57 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Zidanta I

Zidanta I

Zidanta I
250px-Yazilikaya_B_Thudalija.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
PendahuluHantili I
PenerusAmmuna
Pasangan menikahputri Hantili[1]
AnakRaja Ammuna[2]
KerabatHuzziya I (cucu)

Zidanta I merupakan seorang raja Het (Kerajaan Lama), yang berkuasa selama 10 tahun, pada sekitar tahun 1496-1486 SM (kronologi pendek). Menurut Proklamasi Telepinu, raja ini berkuasa melalui pembunuhan.[3][4]

Zidanta menikahi putri Hantili, saudara ipar Raja Mursili I.[5] Zidanta mendorong dan membantu Hantili untuk membunuh Mursili dan merebut takhta. Pada akhir hidup Hantili, Zidanta membunuh Pišeni, pewaris sah, bersama dengan anak-anak Pišeni dan terutama pelayannya, sehingga memungkinkan dirinya untuk menjadi raja.

Diketahui bahwa nama istrinya berakhir baik dengan -ša atau -ta.

Zidanta dibunuh oleh putranya sendiri, Ammuna, yang kemudian menggantikannya.

Catatan

  1. ↑ Hittite Studies in Honor of Harry A. Hoffner, Jr. by Harry A. Hoffner, Gary M. Beckman, Richard Henry Beal, John Gregory McMahon
  2. ↑ Waltraud Sperlich: Die Hethiter, Das vergessene Volk, Jan Thorbecke Verlag GmbH, Ostfildern
  3. ↑ Edict of Telepinu, §18
  4. ↑ The Kingdom of the Hittites by Trevor Bryce
  5. ↑ Telepinu Proclamation, §13

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan