Sabtu, 26 September 2026
16:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Pithana

Pithana
PekerjaanRaja Kussara
AnakAnitta
Orang tuatdk diketahui

Pithana (Pythanas)[1] merupakan seorang raja Zaman Perunggu dari kota Anatolia, Kussara, dan pendahulu dari Dinasti Het kemudian.[2]

Pithana memerintah pada abad ke-17 SM (kronologi pendek). Selama masa pemerintahannya ia menaklukkan kota Kültepe,[2] jantung jaringan koloni perdagangan Asyur di Anatolia, dan inti wilayah berbahasa Het.

Ia digantikan oleh putranya, Anitta, yang paling dikenal karena menaklukkan Hattusa, ibu kota Het masa depan, dan mengenang prestasinya dengan menggunakan bahasa Het.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Fortson, Benjamin W., IV (2004), Indo-European Language and Culture, Blackwell Publishing, ISBN 1-4051-0316-7{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. 1 2 Kuhrt, Amélie (1995). The Ancient Near East, Volume I. London and New York: Routledge. hlm. 226. ISBN 0-415-16763-9.

Pranala luar

Tidak diketahui
Pejabat terakhir yang diketahui:
Pamba
Raja Het
skt. abad ke-17 SM
Diteruskan oleh:
Anitta
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan