Sabtu, 10 Oktober 2026
13:50 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Inthawichayanon dari Chiang Mai

Inthawichayanon dari Chiang Mai

Bagikan:
Inthawichayanon
อินทวิชยานนท์
ᩍᨶ᩠ᨴᩅᩥᨩ᩠ᨿᩣᨶᩫᨶ᩠ᨴ᩼
250px-Inthawichayanon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Raja Chiang Mai
Berkuasa1873 – 14 Juli 1881 (sebagai Pangeran Berdaulat)
14 Juli 1881 - 23 November 1897 (sebagai Raja)
PendahuluKawilorot Suriyawong dari Chiang Mai
PenerusIntawarorot Suriyawong dari Chiang Mai (sebagai Pangeran Berdaulat)
MaharajaChulalongkorn (Rama V dari Siam)
LahirPangeran Inthanon
ca 1817
Kerajaan Chiang Mai
Meninggal23 November 1897 (umur 80)
Kerajaan Chiang Mai
Pemakaman
AyahMaha Phrom Khamkhong, Pangeran Rajawongse dari Chiang Mai
IbuKhamla dari Lampang
PermaisuriThip Keson dari Chiang Mai
SelirRinkham dari Lamphun
Buakiaw
Thep dari Lampang
Changsor
Kam
Pom
Keturunan11 anak termasuk Dara Rasmi, Putri permaisuri Siam, Intawarorot Suriyawong, Pangeran Chiang Mai dan Kaew Nawarat, Pangeran Chiang Mai
Nama lengkap
Phra Chao Inthawichayanon Phaholthepphakdi Sriyonangkharajawongsathipatai Mahodornphisaithurasitthithada Prathetchachanuphavabhanbhubibhit Sathityachiyangkharajawong, Raja Chiang Mai
WangsaNa Chiangmai
DinastiChet Ton
AgamaBuddha Theravada
Tanda tanganInthawichayanonอินทวิชยานนท์ᩍᨶ᩠ᨴᩅᩥᨩ᩠ᨿᩣᨶᩫᨶ᩠ᨴ᩼
330px-Stupa_of_Inthawichayanon_%28I%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stupa Raja Inthawichayanon di Doi Inthanon

Inthawichayanon dari Chiang Mai (bahasa Lanna:ᩍᨶ᩠ᨴᩅᩥᨩ᩠ᨿᩣᨶᩫᨶ᩠ᨴ᩼; Thai: อินทวิชยานนท์, RTGS: Inthawichayanon, IAST: Indavijayānanda, pelafalan dalam bahasa Thai:[in.tʰa.wí.tɕʰa.jaː.non]; ca 1817 – 23 November 1897) adalah penguasa ke-7 kerajaan Chiang Mai dari dinasti Chet Ton sebagai negara vasal Kerajaan Siam, naik tahta pada tahun 1873. Selain itu, ia juga diangkat oleh istana Siam dengan gelar Raja negara vasal (14 Juli 1881 - 23 November 1897).

Pada masa pemerintahan Raja Chulalongkorn (Rama V dari Siam), Raja Inthawichayanon menyandang gelar raja negara vasal terakhir yang benar-benar berkuasa, karena Siam telah membatasi kekuasaan para penguasa negara vasal pada masa itu.

Ia memberikan putrinya, Putri Dara Rasmi, untuk menjadi selir Raja Rama V, yang merupakan faktor penting dalam menyatukan Kerajaan Lanna dengan Siam.

Biografi

Raja Inthawichayanon, yang nama aslinya adalah Pangeran Inthanon, lahir pada tahun 1817. Ia adalah putra dari Maha Phrom Khamkhong, Pangeran Rajawongse dari Chiang Mai (Thai: เจ้ามหาพรหมคำคง) dan Putri Khamla dari Lampang (Thai: เจ้าคำหล้า).[1] Dia adalah cucu dari Khamfan, Pangeran Chiang Mai dan Putri Netnareewai (atau Tawe), putri dari Pangeran Negara Bagian Karen Merah (Suku Karenni), sebuah kota Karen yang kaya akan sumber daya kayu jati, sehingga ia mendapatkan reputasi sebagai "jutawan kehutanan" Burma.

Raja Inthawichayanon memiliki total 16 saudara kandung.

Awalnya, Pangeran Inthanon sudah memiliki istri dan anak-anak, tetapi ia menjadi objek kasih sayang Putri Thip Keson dari Chiang Mai, putri Raja Kawilorot Suriyawong. Raja ingin Putri Thip Keson memilih seorang pelamar pada perayaan di kuil, dan sang putri sendiri jatuh hati pada Pangeran Inthanon berdasarkan tarian dan pakaiannya. Sang putri berkata kepada ayahnya, "Aku hanya pernah melihat Pangeran Inthawichayanon yang tampaknya mampu memerintah kerajaan di masa depan." Mendengar hal ini, Raja Kawilorot mengirim para pejabat senior untuk menghubungi Pangeran Inthawichayanon.[2] Namun, pada saat itu Pangeran Inthanon sudah memiliki beberapa istri dan anak, sehingga ia menolak. Tetapi Raja Kawilorot memerintahkan biksu senior kerajaan untuk bernegosiasi dengan Pangeran Inthanon untuk membujuknya agar setuju. Kali ini, Pangeran Inthawichayanon tidak dapat menolak dan langsung menerima. Selain itu, Putri Thip Keson telah memerintahkan para istri untuk menceraikan Pangeran Inthanon.[2] Raja Kawilorot menghadiahkan pasangan itu sebuah rumah besar, yang kemudian menjadi milik Putri Dara Rasmi dari Chiang Mai.[3]

Karena ayah mertuanya, Raja Kawilorot Suriyawong, meninggal tanpa putra, maka ia menggantikan ayah mertuanya di tahta Chiang Mai. Inthawichayanon naik tahta Chiang Mai pada tahun 1873[4] sebagai Pangeran Berdaulat. Kemudian, pada tanggal 14 Juli 1881, istana Siam mengangkatnya sebagai Raja negara vasal.

Catatan asing menggambarkan Raja Inthawichayanon dari Chiang Mai sebagai "Ia baik hati tetapi lemah."[5] dan "...Raja didominasi oleh permaisurinya, yang tampaknya merupakan individu berkemauan keras yang mengimbangi kelemahannya..."[6]

Raja Inthawichayanon memerintah hingga wafatnya pada 23 November 1897 karena usia tua,[7] pada usia 80 tahun, setelah kematiannya, sebagian abu jenazahnya disemayamkan di stupa di Pemakaman Keluarga Kerajaan Thailand Utara di Wat Suan Dok (Provinsi Chiang Mai), dan sebagian lainnya disemayamkan di stupa di puncak Doi Inthanon, tempat yang sangat ia cintai dan hargai, dan yang juga dinamai menurut namanya.

Anak

Raja Inthawichayanon memiliki 11 putra dan putri kerajaan yang termasuk dalam wangsa Na Chiangmai. Nama-nama mereka adalah sebagai berikut:

Anak-anak Raja Inthawichayanon
NamaCatatan
lahir dari Putri Thip Keson dari Chiang Mai (Permaisuri)
Putri Chanthra Sopha
Dara Rasmi, Putri permaisuri SiamPutri permaisuri Raja Chulalongkorn (Rama V dari Siam)
lahir dari Putri Rinkham dari Lamphun
Intawarorot Suriyawong, Pangeran Chiang MaiPenguasa ke-8 kerajaan Chiang Mai
lahir dari Cik Puan Kiaw
Kaew Nawarat, Pangeran Chiang MaiPenguasa ke-9 kerajaan Chiang Mai
Putri Chomchantra
lahir dari Putri Thep dari Lampang
Pangeran Noitoan
Pangeran Kaewprabmueang
lahir dari Cik Puan Changsor
Pangeran Noimahawan
lahir dari Cik Puan Kham
Pangeran Noikattiya
Putri Kamkhai
lahir dari Cik Puan Pom
Putri KamhangIstri Pangeran Noisingto

Hal-hal yang dinamai menurut namanya

  • Jalan Wichayanon (Thai: ถนนวิชยานนท์)
  • Doi Inthanon (Nama aslinya adalah Doi Ang Ka)

Tanda Jasa

Baris ke-1 Penghargaan Yang Termashyur Orde Wangsa Kerajaan Chakri (1893)[8] Kesatria Salib Besar (Kelas Pertama) Yang Termulia Orde Chula Chom Klao (1886)}[9] Kesatria Salib Besar (Kelas Pertama) Orde Gajah Putih (1886)
Baris ke-2 Kesatria Salib Besar (Kelas Pertama) Bintang Mahkota Thailand (1875) Medali Dushdi Mala (1893)[10]

Referensi

  1. ↑ เจ้าราชบุตร. กรุงเทพฯ: กรมแผนที่ทหาร. 2516. hlm. 234.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |year=
  2. 1 2 "แม่เจ้าบัวเขียว". วัดศรีนวรัฐ (ทุ่งเสี้ยว). Diarsipkan dari asli tanggal 2013-12-09. Diakses tanggal 22 ธันวาคม 2556.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  3. ↑ วรชาติ มีชูบท. ย้อนรอยอดีตล้านนา ตอน รวมเรื่องน่ารู้จากแผนที่เมืองนครเชียงใหม่. พิมพ์ครั้งที่ 2. กรุงเทพฯ : สำนักพิมพ์แห่งจุฬาลงกรณ์มหาวิทยาลัย, 2560, หน้า 192-195
  4. ↑ อาณาจักรล้านนา กำเนิดและการล่มสลาย :พระบารมีปกเกล้า ยุพราชวิทยาลัย ๑๐๐ ปีนามพระราชทาน หน้า ๖๗; โรงเรียนยุพราชวิทยาลัย จังหวัดเชียงใหม่ สำนักงานคณะกรรมการการศึกษาขั้นพื้นฐาน กระทรวงศึกษาธิการ; 2548
  5. ↑ Carl Bock. Temple and Elephants. Bangkok:White Orchid Press. 1985, p. 307-308
  6. ↑ Carl Bock. Temple and Elephants. Bangkok:White Orchid Press. 1985, p. 226
  7. ↑ ข่าวพระเจ้านครเชียงใหม่ถึงแก่พิลาไลย
  8. ↑ ราชกิจจานุเบกษา, ถวายบังคมพระบรมรูปและพระราชทานเครื่องราชอิสริยาภรณ์ Diarsipkan 2019-05-07 di Wayback Machine, เล่ม 10, ตอน 34, 19 พฤศจิกายน พ.ศ. 1893, หน้า 367
  9. ↑ "บัญชีพระราชทานตราเครื่องราชอิสริยยศ, เล่ม 3, ตอน 46, 15 มีนาคม พ.ศ. 2429, หน้า 385" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2010-07-07.
  10. ↑ ราชกิจจานุเบกษา, พระราชทานเหรียญดุษฎีมาลา Diarsipkan 2018-02-10 di Wayback Machine, เล่ม ๑๐, ตอน ๙, ๒๘ พฤษภาคม พ.ศ. ๒๔๓๖, หน้า ๑๑๕
Penguasa Kerajaan Chiang Mai sebagai negara vasal dan bagian dari Siam
Pada masa pemerintahan Raja Taksin
(1767-1782)
Pada masa pemerintahan Raja Rama I
(1782-1809)
Pada masa pemerintahan Raja Rama II
(1809-1824)
Pada masa pemerintahan Raja Rama III
(1824-1851)
Pada masa pemerintahan Raja Rama IV
(1851-1868)
Pada masa pemerintahan Raja Rama V
(1868-1910)
Pada masa pemerintahan Raja Rama VI
hingga Raja Rama VIII (1910-1946)
20px-Icone_couronne_rouge.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail = diangkat menjadi raja negara vasal
* = tidak termasuk dalam daftar penguasa lainnya di beberapa dokumen
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan