Kamis, 22 Oktober 2026
09:51 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Kawila dari Chiang Mai

Kawila dari Chiang Mai

Bagikan:
Kawila
  • ᨠᩣᩅᩥᩃᩡ
  • กาวิละ
Phra Boromrachathibodi
250px-King_Kawila.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret Kawila
Raja Chiang Mai
Berkuasa1782–1802 (sebagai Pangeran Berdaulat)
1802–1816 (sebagai Raja)
PendahuluBunma, Adipati Wichianprakarn (sebagai Adipati)
PenerusThammalangka dari Chiang Mai (sebagai Pangeran Berdaulat )
MaharajaBuddha Yotfa Chulaloke (Rama I dari Rattanakosin)
Buddha Loetla Nabhalai (Rama II dari Rattanakosin)
Pangeran Berdaulat Lampang
Berkuasa1774 - 1782
PendahuluChai Kaeo dari Lampang
PenerusKhamsom dari Lampang
MaharajaHsinbyushin dari Inwa
Taksin dari Thonburi
Lahir31 Oktober 1742
Meninggaltanggal tidak diketahui pada 1816
AyahPangeran Chai Kaeo dari Lampang
IbuPutri Candra Dewi
PasanganPutri Nocha
KeturunanSuriyakhras, Pangeran Rajaputra dari Chiang Mai
Kawilorot Suriyawong, Raja Chiang Mai
Pangeran Mahawong
Putri Khamsai
Pangeran Chaisena
Nama lengkap
Phra Boromrachathibodi Sri Suriyawong Indrasurasak Somyamayakhattiyaraja Chatrachaisawan, Raja Kerajaan Chiang Mai
WangsaDinasti Chet Ton

Kawila (bahasa Thai:กาวิละ, bahasa Lanna:250px-LN-King_Kawila.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail, 1742–1816), juga dikenal sebagai Phra Boromrachathibodi (bahasa Thai:พระบรมราชาธิบดี), adalah seorang bangsawan Siam dari Dinasti Chet Ton yang memerintah sebagai raja Chiang Mai pada awal zaman Rattanakosin. Ia dikenal karena membangun kembali populasi kota Chiang Mai setelah perang jangka panjang antara Siam dan Burma.

Keluarga

Kawila lahir pada 31 Oktober 1742, sebagai anak sulung dari sepuluh bersaudara dari Pangeran Kaew dan Putri Chantadevi; tujuh dari sepuluh anak tersebut adalah putra, yang secara kolektif dikenal sebagai "tujuh pangeran".[1] Ayah dan kakeknya memerintah Provinsi Lampang.[2]

Referensi

Penguasa Kerajaan Chiang Mai sebagai negara vasal dan bagian dari Siam
Pada masa pemerintahan Raja Taksin
(1767-1782)
Pada masa pemerintahan Raja Rama I
(1782-1809)
Pada masa pemerintahan Raja Rama II
(1809-1824)
Pada masa pemerintahan Raja Rama III
(1824-1851)
Pada masa pemerintahan Raja Rama IV
(1851-1868)
Pada masa pemerintahan Raja Rama V
(1868-1910)
Pada masa pemerintahan Raja Rama VI
hingga Raja Rama VIII (1910-1946)
20px-Icone_couronne_rouge.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail = diangkat menjadi raja negara vasal
* = tidak termasuk dalam daftar penguasa lainnya di beberapa dokumen
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan