Selasa, 27 Oktober 2026
23:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Handrawan Nadesul

penulis

Bagikan:

Dr. Handrawan Nadesul (Gouw Han Goan) (lahir 31 Desember 1948) adalah seorang dokter, penyair, dan penulis di Indonesia. Ia juga menulis artikel, opini kesehatan, dan menjadi narasumber untuk media [1] banyuasin bagi masalah-masalah kesehatan dan juga menulis puisi. Karya-karyanya telah dimuat dan diterbitkan di media massa nasional sejak tahun 1968.

Latar belakang

Dr. Handrawan menjadi penulis sejak tahun 1972 [2] dan sejak itu banyak menulis artikel opini, kolom di sejumlah media cetak. Lebih dari 1.500 artikel ditulis sampai 2008, 74 judul buku kesehatan, dan seminar kesehatan untuk awam di sejumlah kota besar. Di Bogor pada tahun 1981 dia sempat membentuk Dokter Kecil yang beranggotakan 400-an murid SD yang berprestasi di sekolah masing-masing, dan juga menggerakkan kader Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) di tingkat kelurahan. Ia bercita-cita menulis artikel kesehatan dan buku untuk mencerdaskan rakyat dan mengangkat derajat kesehatan ketika status kesehatan sebagian rakyat Indonesia masih kurang. Semenjak tahun 2005 tokoh ini banyak menjadi pembicara pada seminar-seminar kesehatan di sejumlah kota besar berdasarkan undangan dari perusahaan, sekolah, lembaga sosial, dan departemen pemerintah. Pada tahun 2008 ia mengembangkan profesinya menjadi penyemangat untuk kesehatan (health motivator). Dr. Handrawan juga sering melakukan wawancara radio dan mengisi acara-acara yang diadakan oleh toko buku. Pada tahun 2009, ia giat membawakan semiloka (seminar lokakarya) "Sekolah Menjadi Ibu", yaitu sebuah kegiatan pemberdayaan ibu agar mencetak generasi berkualitas.

Pendidikan

Keluarga

Dr. Handrawan menikah dengan dr. Belinda Christina yang ia kenal semasa kuliah. Dr. Belinda sampai saat ini merupakan anggota dosen pengajar fakultas kedokteran Atma Jaya. Mereka dikaruniai seorang putri, Minetta Roselani, dan seorang putra, Millardi Nadesul. Kekasih putra dr. Handrawan adalah runner-up Cosmogirl of the Year Indonesia 2006, prestasi yang pernah dipegang oleh Agni Pratistha pada tahun 2003. Keluarga dr. Handrawan berdomisili di Jakarta.

Pekerjaan

  • Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bogor dan memegang tiga puskesmas selama tiga tahun (1981-1984) dan menjabat menjabat di Seksi Penyuluhan DKK sebelum pindah ke Kanwil Kesehatan DKI Jakarta.
  • Pada tahun 1984 dipekerjakan di Departemen Penerangan RI Pusat Jakarta sampai sekarang tahun 2008 (Depkominfo).
  • Sejak tahun 1998 memberikan informasi seputar masalah seks (sex education) di sekolah menengah atas berdasarkan permintaan.
  • Melakukan perjalanan keliling (2005-2008) untuk mempromosikan bukunya.
  • Hingga kini (2008) masih menjadi pengasuh tetap rubrik kesehatan di Tabloid Gaya Hidup Sehat Senior terbitan Gramedia-Majalah semenjak terbit 1998 lalu, selain menulis kolom dan opini di harian dan majalah, selain masih diundang untuk seminar kesehatan bagi awam.

Karya

Karya puisinya yang ditulis sejak tahun 1967-2004 diterbitkan dengan judul Sajak-sajak Pergi Berjalan Jauh: Sekolahnya Dokter, Menulisnya Puisi, selain Kepada Alammater, Surat-surat Yang Tak Terkirimkan, Sajak-sajak Di Bawah Matahari. Sampai tahun 2010 sudah lebih 1.500 artikel kesehatan, opini, dan kolom, 76 judul buku kesehatan dipublikasikan. Beberapa dari bukunya masuk dalam jajaran laris (bestseller).

Penghargaan

  • Tahun 2000 memperoleh Piagam Penghargaan dari Menteri Kesehatan RI Dr. Achmad Sujudi sebagai Penulis Surat Kabar Peduli Kesehatan.[2]

Buku

  • Sehat Itu Murah (2007) [2] sampai tahun 2008 sudah 10 kali cetak ulang.
  • Buku Sehat Calon Pengantin [3] sampai 2008 sudah 3 kali cetak ulang.
  • Cara Sehat Menjadi Perempuan sampai 2008 sudah 3 kali cetak ulang.
  • Membesarkan Bayi Jadi Anak Pintar sampai 2008 sudah 3 kali cetak ulang
  • Jurus Sehat Tanpa Ongkos (Penerbit Buku Kompas) sampai 2008 sudah 3 kali cetal ulang.
  • Ibu Hamil Sehat [4] sampai 2008 sudah 18 kali cetak ulang
  • Demam Berdarah: 100 Pertanyaan dan Jawaban [5] Edisi Revisi Cara Mudah Mengalahkan Demam Berdarah (Penerbit Buku Kompas).
  • Sehat Pranikah; Resep Mudah Tetap Sehat; Cantik, Cerdas, Feminin. Tahun 2009 dengan penerbit buku kompas.
  • Antologi puisi bersama 14 Penyair Indonesia bertajuk Senandoeng Radja Ketjil pada tahun 2010.
  • Dari Negeri Poci 1 (1993)
  • Dari Negeri Poci 2 (1994)
  • Dari Negeri Poci 3 (1996)
  • Dari Negeri Poci 4 (2013)
  • Dari Negeri Poci 5 (2014)

Referensi

Pranala luar

DNP (1993)
120px-DNP_5.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
DNP 2 (1994)
DNP 3 (1996)
DNP 4 (2013)
DNP 5 (2014)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan