Minggu, 27 September 2026
07:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Beni Setia

Beni Setia
PekerjaanPenulis

Beni Setia, (lahir di Bandung, Jawa Barat, 1954 - Meninggal 24 Desember 2022), adalah seorang sastrawan berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal melalui karya-karyanya berupa cerita pendek, esai sastra, dan puisi yang dipublikasikan ke berbagai media massa. Beni meninggal pada Sabtu 24 Desember 2022 pada pukul 14.30 WIB karena sakit lambung.[1][2][3][4]

Latar belakang

Pendidikannya dimulai dari Sekolah Rakyat (1966), Sekolah Menengah pertama (1969), Sekolah Teknik Menengah/STM Konstruksi (1970, tidak tamat). Pendidikan terakhirnya Sekolah Pertanian Menengah Atas/SPMA, lulus tahun 1974.

Puisi-puisinya banyak dimuat dalam publikasi nasional seperti, Berita Buana, Sinar Harapan, Pikiran Rakyat, Mangle, dan Puisi Indonesia 83 (Buku II); juga dimuat dalam buku antologi Yang Muda (1978), Senandung Bandung (1981), dan Festival Desember (1981), dan Tonggak 4 (1987). Buku pertamanya berjudul Legiun Asing diterbitkan pada tahun 1987.

Penghargaan

  • 1990: Hadiah Buku Sastera PPPB;
  • 1995: Hadiah ke-3 Lomba Penulisan Puisi AN-Teve;
  • 1999: Hadiah ke-2 Lomba Penulisan Esai LIMPAD;[1]

Karya

  • Yang Muda: Antologi Puisi Penyair Muda Bandung (1978);
  • Antologi Puisi Sunda Mutakhir (1980);
  • Senandung Bandung (1981);
  • Festival Desember (1981);
  • Sawidak Carita Pondok (1983);
  • Polémik Undak-Usuk Basa Sunda: Kumpulan Esai (1987);
  • Tonggak 4: Antologi Puisi Indonesia Modern (1987);
  • Jakarta-Bandung via Bulungan (1987);
  • Legiun Asing: Tiga Kumpulan Sajak (1987);
  • Dinamika Gerak (1990);
  • Saratus sajak Sunda: Pangbagéa Miéling 46 Taun Sajak Sunda (1992);
  • Mengenang Tanah Kelahiran (1993);
  • Lukisan Matahari: 19 Cerpen Pilihan Bernas (1993);
  • Limau Wali kota: Kumpulan Cerita Pendek Surabaya (1993);
  • Pelajaran Mengarang: Cerpen Pilihan KOMPAS 1993 (1993);
  • Laki-Laki yang Kawin dengan Peri: Cerpen Pilihan KOMPAS 1995 (1995);
  • Dari Negeri Poci 3 (1996);
  • Harendong: 20 Puisi Pilihan (1996);
  • Gerbong: Antologi Cerpen dan Puisi Indonesia Modern (1998);
  • Bermula dari Tambi: 30 Cerita Pendek dari Jawa Timur (1999);
  • Memo Putih: Antologi Puisi 14 Penyair Jawa Timur (2000);
  • Pembisik: Kumpulan Cerpen Republika (2002);
  • Riwayat Negeri yang Haru: Cerpen KOMPAS Terpilih 1981-1990 (2006);
  • Smokol: Cerpen KOMPAS Pilihan 2008 (2009);
  • Babakan: Dua Kumpulan Sajak (2010);
  • Cerita Singkat dan Tafsir Politik: Kumpulan Cerpen Beni Setia (2010);
  • Mata Luka Sengkon Karta: Antologi Puisi Esai (2013);
  • Bergerak dengan Nurani: Bunga Rampai Puisi Menolak Korupsi (2017);[1]

Rujukan

  1. 1 2 3 Rosidi, Ajip (2018). Apa Siapa Orang Sunda. Bandung: Kiblat Buku Utama. hlm. 67. ISBN 978-979-419-980-0.
  2. ↑ Eneste, Pamusuk (2001). Buku pintar sastra Indonesia : biografi pengarang dan karyanya, majalah sastra, penerbit sastra, penerjemah, lembaga sastra, daftar hadiah dan penghargaan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 9799251788. halaman 47
  3. ↑ SundaDigi. "SundaDigi". sundadigi.com (dalam bahasa Sunda). Diakses tanggal 2025-05-13.
  4. ↑ Ristanto, Hengky. "Sastrawan Beni Setia Meninggal Dunia di Madiun, Sosoknya Dikenal Humble - Radar Madiun". Sastrawan Beni Setia Meninggal Dunia di Madiun, Sosoknya Dikenal Humble - Radar Madiun. Diakses tanggal 2025-05-13.{{cite web}}: no-break space karakter dalam |website= pada posisi 48

Pranala luar

DNP (1993)
120px-DNP_5.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
DNP 2 (1994)
DNP 3 (1996)
DNP 4 (2013)
DNP 5 (2014)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi penulis, penyair, pengarang, atau sastrawan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan