Jumat, 02 Oktober 2026
22:16 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri
Dharmadi

Dharmadi

sastrawan Indonesia

Bagikan:
250px-Dharmadi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penyair Dharmadi

Dharmadi (lahir 29 September 1948) adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal sebagai penyair sejak dekade 1970-an dengan karakter puisi-puisi pendek.[1][2] Dharmadi merupakan salah satu penyair pendiri kajian seni Kancah Budaya Merdeka di Purwokerto, Banyumas, tahun 1993. Tahun 2013 dia mengeluarkan album musikalisasi puisi yang terambil dari salah satu bukunya, Kalau Kau Rindu Aku, diaransemen oleh Joshua Igho dan dinyanyikan oleh istrinya.[3][4]

Latar belakang

Dharmadi lahir di Semarang, Jawa Tengah, 29 September 1948. Dia menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, sampai tingkat sarjana muda. Di kenal sebagai penyair yang senang menulis puisi-puisi pendek, tetapi mampu menawarkan imaji yang panjang bagi penikmat puisi-puisinya. Karya-karya puisinya digolongkan bernuansa sufistik. Hal tersebut tak lepas dari kegemarannya yang kerap menuangkan berbagai pengalaman religiusnya sehari-hari ke dalam puisi karyanya.[5]

Selain berkarya, Dharmadi juga aktif di Sanggar Pelangi (1971), Himpunan Penulis Muda Purwokerto (1974), Lingkar Seni dan Budaya (1986) dan Kancah Budaya Merdeka Banyumas (1993). Dalam proses kreatifnya berpuisi kerap memandang bahwa alam itu mempunyai daya. Daya yang ada pada alam itu adalah daya berasal dari Tuhan atau Kuasa Tuhan. Di situlah ia kemudian menggunakan diksi-diksi alam sebagai simbol ritual atau metafora. Kemudian ia mengekspresikan kreativitas dan imajinasinya ketika berbicara mengenai relasinya dengan Sang Khalik dan keterkaitannya dengan alam yang disikapinya dengan penghargaan penuh. Mungkin inilah yang ditangkap oleh pembaca, sehingga puisi-puisinya kemudian digolongkan ke dalam puisi sufistik. Dharmadi lebih banyak menjalani proses kreatifnya ketika menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Purwokerto.[6][7]

Karya

  • Kembali Ke Asa (Buku Kumpulan Puisi, 1999)
  • Dalam Kemarau (Buku Kumpulan Puisi, 2000)
  • Aku Mengunyah Cahaya Bulan (Buku Kumpulan yang berisi 56 puisi pilihan karyanya sejak 1974-2004)
  • Kalau Kau Rindu Aku (Buku Kumpulan Puisi, 2012)
  • Melacak Jejak (1993)
  • Antologi Puisi Jawa Tengah (1994)
  • Lirik-Lirik Kemenangan (1994)
  • Dari Negeri Poci (1993)
  • Getar II (1996)
  • Dari Negeri Poci 2 (1994)
  • Dari Negeri Poci 3 (1996)
  • Antologi Puisi Indonesia 1997 (1997)
  • Dari Negeri Poci 4 (2013)
  • Dari Negeri Poci 5 (2014)
  • Puisi Menolak Korupsi (2014)
  • Memo Untuk Presiden (2014

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Penyair Banyumas". Literanesia. 2025-05-08. Diakses tanggal 2026-05-31.
  2. ↑ Susanto. "'Berjalan dalam Ingatan' Tandai 52 Tahun Perjalanan Kepenyairan Dharmadi - Suara Merdeka Banyumas". 'Berjalan dalam Ingatan' Tandai 52 Tahun Perjalanan Kepenyairan Dharmadi - Suara Merdeka Banyumas. Diakses tanggal 2026-05-31.
  3. ↑ Website resmi Taman Ismail Marzuki[pranala nonaktif permanen], diakses 28 Februari 2015
  4. ↑ Admin (2021-11-27). "Esai Teguh Trianton". SKSP Book Store. Diakses tanggal 2026-05-31.
  5. ↑ Amazone: Kalau kau rindu aku, diakses 28 Februari 2015
  6. ↑ Tembi: Sastra bulan purnama Diarsipkan 2015-07-23 di Wayback Machine., diakses 28 Februari 2015
  7. ↑ Gramedia Pustaka Utama, diakses 28 Februari 2015
DNP (1993)
120px-DNP_5.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
DNP 2 (1994)
DNP 3 (1996)
DNP 4 (2013)
DNP 5 (2014)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan