Minggu, 27 September 2026
18:49 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Widjati

Widjati
Lahir
Tjioe Wie Tjiat

1928 (1928)
Meninggal2006 (umur 77–78)
PekerjaanPenyair
Masa aktif1970–2006

Widjati yang memiliki nama asli Tjioe Wie Tjiat (lahir di Tegal, 1928 – meninggal di Tegal, 2006, pada umur 76 tahun) adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal melalui karya-karyanya berupa puisi yang dimuat di berbagai media massa. Widjati merupakan penyair angkatan kosong-kosong.[1][2][3]

Latar belakang

Widjati lahir dan dibesarkan di kecamatan Kemantran, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada bulan Februari 1928. Dilahirkan dengan nama Tjioe Wie Tjiat. Sejak muda dia sudah mengakrabi dunia kesenian, utamanya puisi. Gaya penulisan puisinya yang nyentrik dengan diksi mengejutkan, menjadikan dirinya menerima penghargaan sebagai Penyair Angkatan Kosong-kosong oleh W.S. Rendra. Bersama Piek Ardijanto Soeprijadi, Widjati merupakan penggerak kesenian di kota Tegal sejak tahun 1970-an. Dia memiliki cara unik untuk memotivasi para penyair muda. Setiap hari Minggu, dia berada di pojok Alun-alun Kota Tegal untuk memeriksa setiap koran yang menerbitkan karya sastra melalui seorang pedagang koran di tempat itu. Jika ada penulis muda yang hari itu karya puisi atau cerpennya dimuat, dia akan langsung memberikan penghargaan berupa uang. Sehingga penulis tersebut menerima honor, dari redaksi dan dari Widjati. Nama Widjati juga tercatat sebagai perintis Komunitas Negeri Poci yang berdiri pada tahun 1993, dengan antologi pertamanya Dari Negeri Poci, bersama penyair lainnya, antara lain Kurniawan Junaedhie, Piek Ardijanto, Eka Budianta, Handrawan Nadesul, Rahadi Zakaria, dan lain-lain. Kisah hidup Widjati yang ditulis oleh Nurhidayat Poso berjudul In Memoriam Wijati 1928-2006 memenangi anugerah kebudayaan dari Menteri Pariwisata Kebudayaan Republik Indonesia, pada tahun 2007.[4][5][6]

Karya

  • Di Antara Bayang-Bayang
  • Tembang Semusim di Padang Lalang
  • Imaji
  • Potretku
  • Mantra
  • Yang
  • Nostalgia
  • Gelombang I
  • Sajak
  • Kucing dan Puisi
  • Senja

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Harian Umum Suara Merdeka Diarsipkan 2015-09-24 di Wayback Machine., diakses 10 Maret 2015
  2. ↑ Teras Lampung: DNP 5 siap diluncurkan Diarsipkan 2015-03-21 di Wayback Machine., diakses 10 Maret 2015
  3. ↑ Fiksi Kompasiana Diarsipkan 2015-04-02 di Wayback Machine., diakses 10 Maret 2015
  4. ↑ F Rahardi: Mempertanyakan posisi penyair Tegal, diakses 10 Maret 2015
  5. ↑ Info Tegal: Temu penyair Negeri Poci, diakses 10 Maret 2015
  6. ↑ Dari Negeri Poci: Widjati, diakses 10 Maret 2015
DNP (1993)
120px-DNP_5.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
DNP 2 (1994)
DNP 3 (1996)
DNP 4 (2013)
DNP 5 (2014)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan