Minggu, 11 Oktober 2026
15:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Kailasa

Kailasa

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang gunung dalam kepercayaan Hindu. Untuk gunung di Tibet, lihat Gunung Kailash.
250px-Hindukailash.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Dewa Siwa beserta keluarganya di Kailasa, sementara para dewa, resi, dan makhluk lainnya berkumpul di bawah.
Bagian dari seri
Mitologi Hindu
Samudramantana, pengadukan Lautan Susu.
Portal Agama Hindu

Kailasa (Dewanagari: कौलास; ,IAST: Kailāsa, कौलास) atau Kailasha (Dewanagari: कैलाश; ,IAST: Kailāśa, कैलाश) adalah kediaman suci bagi Dewa Siwa menurut kepercayaan Hindu. Pada umumnya ia diuraikan sebagai gunung tempat Siwa tinggal bersama keluarganya: Parwati (istri) serta kedua anaknya, Ganesa dan Kartikeya.[1] Gunung Kailasha yang terletak di Trans-Himalaya, sebelah barat Dataran Tinggi Tibet, dipandang sebagai wujud fisik bagi Kailasa.

Kepercayaan

Kailasa merupakan kediaman mulia sang dewa, tempat tinggal para makhluk gaib seperti kinnara, apsara, dan gana. Gunung ini menjulang tinggi dan menampilkan keindahan luar biasa dengan puncak-puncaknya yang dikelilingi batu permata berharga. Kailasa memiliki aura spiritual dan keagungan yang memukau. Keindahannya menimbulkan rasa takjub yang mendalam. Sungai Gangga yang suci mengalir dari kediaman Dewi Satī dan membawa kesucian ke wilayah tersebut.[2]

Kailasa dijaga oleh sekelompok gana yang dipimpin oleh Nandini, wahana Dewa Siwa.[3] Menurut kitab-kitab Purana, Siwa dan Parwati sering terlibat dalam diskusi tentang filsafat Hindu saat bersantai di Kailasa.[4] Para dewa-dewi diyakini berkumpul di Kailasa untuk menyaksikan Siwa beralih rupa menjadi Nataraja dan melakukan tarian semesta.[5]

Umat Hindu meyakini Kailasa sebagai Gunung Meru yang dianggap tangga menuju Swarga ("surga"), kediaman para dewata.[6] Meru dipercaya sebagai pusat alam semesta dan memiliki tinggi 139.440 km (86.640 mi), menghubungkan Bumi dengan dunia bawah dan surga, sementara Siwa berdiam di puncak gunung tersebut.[7]

Referensi

  1. ↑ Chandra, Suresh (1998). Encyclopaedia of Hindu Gods and Goddesses. Sarup and Sons. hlm. 93. ISBN 978-81-7625-039-9. Diakses tanggal 6 September 2023.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ J.L.Shastri (1950). Siva Purana - English Translation - Part 1 of 4.
  3. ↑ Bansal 2005, hlm. 59
  4. ↑ Bansal 2005, hlm. 37
  5. ↑ Bansal 2005, hlm. 42
  6. ↑ Allen 1982, hlm. 21
  7. ↑ Chamaria 1996, hlm. 17

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan