Rabu, 04 November 2026
04:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Gunung Halau-halau

Gunung Halau-halau

gunung di Indonesia

Bagikan:
Gunung Halau-halau
330px-Gunung_halau-halau_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Titik tertinggi
Ketinggian1.901 m (6.313 kaki)
Geografi
osm-intl,10,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Gunung_Halau-halau&revid=30093509&groups=_82450508d316d6c30cfae6c7af2d84cbba1847df&parser=parsoid
LetakKalimantan Selatan, Indonesia
PegununganPegunungan Meratus
Geologi
Jenis gunungBukan gunung api (non vulkanik)

Gunung Halau-Halau, yang juga dikenal sebagai Gunung Besar, adalah sebuah gunung yang terletak di perbatasan tiga kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Tanah Bumbu.[1]

Geografi

Gunung Halau-Halau merupakan puncak tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan. Gunung ini merupakan bagian dari Pegunungan Meratus yang membentang di wilayah Kalimantan Selatan. Kawasan tersebut memiliki bentang alam yang meliputi perbukitan, hutan tropis, lembah, dan aliran sungai. Dengan ketinggian sekitar 1.901 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Halau-Halau menjadi salah satu tujuan pendakian di kawasan Pegunungan Meratus.[2]

Jalur Pendakian

Salah satu jalur pendakian Gunung Halau-Halau dimulai dari Desa Kiyu, Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Jalur ini melewati sejumlah pos pendakian, di antaranya Peniti Ranggang, Sungai Karuh, Jumantir, dan Penyaungan sebelum mencapai puncak. Jalur pendakian lainnya melalui kawasan Kadayang di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kondisi jalur bervariasi, mulai dari jalan menanjak, turunan, penyeberangan sungai, hingga medan tanah dan akar pohon yang dapat menjadi licin ketika hujan.[3]

Waktu yang diperlukan untuk mencapai puncaknya bervariasi, bergantung pada kondisi fisik pendaki, jalur yang ditempuh, serta kecepatan perjalanan. Pendakian dapat memerlukan waktu sekitar enam hari lima malam dengan tempo perjalanan santai atau tiga hari dua malam dengan tempo perjalanan yang lebih cepat.[4]

Bentang alam dan keanekaragaman hayati

Gunung Halau-Halau merupakan bagian dari ekosistem hutan Pegunungan Meratus yang memiliki beragam vegetasi dan menjadi habitat bagi flora dan fauna hutan tropis. Kawasan ini juga memiliki bentang alam berupa hutan lebat dan pemandangan hamparan awan yang dapat terlihat dari area puncak.[5]

Salah satu objek alam yang dikenal di jalur pendakian Gunung Halau-Halau adalah pohon kariwaya. Pohon ini memiliki batang dan akar berukuran besar yang membentuk struktur menyerupai gerbang menuju puncak gunung.[6]

Nilai budaya

Gunung Halau-Halau memiliki nilai budaya bagi masyarakat Dayak Meratus. Dalam kepercayaan masyarakat setempat, gunung ini dianggap sebagai tempat yang sakral. Sebagian masyarakat meyakini bahwa arwah orang yang telah meninggal berkumpul di gunung tersebut. Kepercayaan ini merupakan bagian dari tradisi dan pandangan spiritual masyarakat setempat.[7]

Pohon kariwaya juga memiliki makna dalam kepercayaan lokal. Keberadaan pohon tersebut dikaitkan dengan kepercayaan terhadap makhluk gaib. Sejumlah pantangan adat, seperti menjaga perilaku, tidak berkata kasar, dan menjaga kelestarian hutan, turut menjadi bagian dari aturan yang dihormati ketika memasuki kawasan tersebut.[8]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Gunung Halau-Halau: 1.901 mdpl, Jalur & Panduan Pendakian". Gunung Indonesia. Diakses tanggal 2026-10-21.
  2. ↑ "Gunung Halau Halau: Menaklukkan Atap Kalimantan Selatan di Jantung Meratus". Traveloka. Diakses tanggal 2026-10-21.
  3. ↑ "Jalur Pendakian Halau-Halau (Meratus) via Kadayang". muncak.id. Diakses tanggal 2026-10-21.
  4. ↑ "Tak Bisa Mendaki Gunung Halau-Halau, Ini Penyebab dan Waktu Penutupannya". Rada Banjarmasin. Diakses tanggal 19 Mei 2024.
  5. ↑ "Membentang Sepanjang 600 Kilometer, Intip 3 Hal Menarik dari Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan Ini". Kementerian Pariwisata. 2024-12-22. Diakses tanggal 2026-10-21.
  6. ↑ udin, khair (2015-08-15). "Gunung halau-halau gunung tertinggi kalimantan selatan". Good News from Indonesia. Diakses tanggal 2026-10-21.
  7. ↑ "Hayak Bamara: Jurnal Pengabdian Masyarakat". ppis.ulm.ac.id. Diakses tanggal 2026-10-21.
  8. ↑ Setyaningrum, Puspasari (2023-07-04). "Gunung Halau-halau, Puncak Tertinggi di Kalimantan Selatan yang Memiliki Pohon Keramat". Kompas. Diakses tanggal 2026-10-21.


Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Bengkulu
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Lampung
Kepulauan
Bangka Belitung
Jakarta
tidak ada
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
Yogyakarta
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Bali
NTB
NTT
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua


Ikon rintisan

Artikel bertopik gunung di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan