Sabtu, 26 September 2026
23:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Kesenjangan Utara–Selatan

Kesenjangan Utara–Selatan

Artikel ini berisi tentang kesenjangan utara–selatan di dunia. Untuk kesenjangan di Inggris, lihat Kesenjangan Utara–Selatan (Inggris). Untuk pembagian di Amerika Serikat, lihat garis Mason–Dixon. Untuk kesenjangan di Cina, lihat Dinasti Selatan dan Utara.
500px-OSCEmap_2005.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta dunia yang menampilkan anggota Organization for Security and Co-operation in Europe. Anggota grup ini mengikuti deskripsi "Utara" pada umumnya, yaitu Dunia Pertama dan Dunia Kedua.
500px-Average_GDP_PPP_per_capita_2010.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta dunia yang menampilkan negara di atas dan bawah PDB (PPP) dunia per kapita, saat ini $10.700. Sumber: IMF (International Monetary Fund).
Biru di atas PDB (PPP) dunia per kapita
Jingga di bawah PDB (PPP) dunia per kapita

Kesenjangan Utara–Selatan adalah salah satu jenis kesenjangan sosial-ekonomi dan politik. Kawasan "Utara Dunia" mencakup Amerika Utara, Eropa Barat, dan negara-negara maju di Asia Timur. Kawasan "Selatan Dunia" mencakup Afrika, Amerika Latin, dan negara-negara berkembang di Asia, termasuk Timur Tengah. Empat dari lima anggota permanen Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa terletak di Utara.

"Utara" meliputi negara-negara Barat dan Dunia Pertama dan sebagian besar Dunia Kedua. Meski Utara tergolong kawasan yang lebih kaya dan maju dan Selatan tergolong kawasan yang lebih miskin dan terbelakang, ada faktor-faktor lain yang membedakan dua kawasan tersebut. 95% penduduk Utara memiliki pangan dan tempat tinggal yang layak.[1] 95% negara Utara juga memiliki sistem pendidikan yang berfungsi dengan baik. Sebaliknya, hanya 5% penduduk Selatan yang memiliki pangan dan tempat tinggal yang layak. Selatan "tidak memiliki teknologi yang diperlukan, tak ada kestabilan politik, ekonominya berantakan, dan pendapatan valuta asingnya bergantung pada ekspor produk primer".[1]

Dalam ekonomi, Utara—yang dihuni oleh seperempat penduduk dunia—menguasai empat per lima pendapatan dunia. 90% industri manufaktur dimiliki oleh dan terletak di Utara.[1] Sebaliknya, Selatan—yang dihuni tiga per empat penduduk dunia—menguasai seperlima pendapatan dunia. Kawasan Selatan menjadi sumber bahan mentah ketika Utara "membangun pemerintahan kolonial di sebagian besar kawasan Selatan untuk menguasai pusat-pusat sumber dayanya" antara tahun 1850 dan 1914.[2] Ketika ekonomi sebuah negara semakin maju, negara tersebut langsung tergolong "Utara" meski letak geografisnya bukan di utara, sedangkan negara yang belum layak nenyandang status 'maju' langsung tergolong "Selatan".[3]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 Mimiko, Oluwafemi (2012). Globalization: The Politics of Global Economic Relations and International Business. Durham, N.C.: Carolina Academic. hlm. 47.
  2. ↑ Steger, Manfred (2009). Globalization: A Very Short Introduction. Oxford: Oxford UP. hlm. 31.
  3. ↑ Therien, Jean-Philippe. (1999) Beyond the north–south divide: the two tales of world poverty. Third World Quarterly. Vol 20. No. 4. pp. 723-742

Pranala luar

Selatan Global
Pembangunan
Pasar
Teori Dunia
Geopolitik
BRICS
Keuangan
Kesehatan masyarakat
Organisasi
dan grup
Ide utama
Isu
Global
Lainnya
Teori
Pakar
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan