Minggu, 20 September 2026
23:11 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
FCS-3

FCS-3

FCS-3 adalah sistem senjata angkatan laut terpadu yang dikembangkan oleh Kementerian Pertahanan Jepang untuk Pasukan Bela Diri Maritim Jepang.

330px-DD115.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
FCS-3A di atas kapal JS Akizuki
250px-OPS-50A_radar_on_bridge_of_JS_Kaga%28DDH-184%29_left_front_view_at_Port_of_Kanazawa_July_15%2C_2017.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Radar OPS-50A di anjungan JS Kaga (DDH-184)

Sistem ini terdiri dari subsistem pengarah senjata dan kendali tembakan serta subsistem radar multifungsi. Subsistem radar multifungsi ini mengadopsi teknologi active electronically scanned array (AESA), dan terdapat dua set antena: yang lebih besar adalah radar C-band untuk pengawasan dan pelacakan, sedangkan yang lebih kecil adalah radar X-band sebagai radar kendali tembakan.[1][2][3][4]

Setelah uji coba laut yang panjang di atas kapal JS Asuka, sistem ini diperkenalkan pada tahun 2007 di kapal JS Hyūga (DDH-181). Versi yang disempurnakan, FCS-3A, digunakan pada kapal perusak kelas Akizuki. dan versi dengan fungsi terbatas, OPS-50, juga dikirimkan untuk kapal perusak helikopter kelas Izumo. Fungsi kendali tembakan dihilangkan dalam sistem OPS-50, sehingga mereka hanya memiliki satu set antena yang beroperasi pada pita-C.

Kapal perusak kelas Asahi dilengkapi radar FCS-3A yang menggunakan teknologi Gallium nitrida untuk meningkatkan kinerjanya.

Lihat pula

Referensi

  1. Makoto Yamazaki (Oktober 2011). "Combat systems of modern Japanese destroyers". Ships of the World (748). Kaijin-sha: 98–107.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 19DD Akizuki Class Destroyers, Japan
  3. Izumo-Class Helicopter Carrier DDH-183
  4. "First JMSDF 25DD-class Asahi ASW Destroyer Started Sea Trials". Navy Recognition. 27 Juli 2017. Diakses tanggal 8 Januari 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan