Minggu, 11 Oktober 2026
23:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Antena dipol

Antena dipol

Bagikan:
250px-Dipole_antenna_in_meters.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Inilah skema dari setengah gelombang dari antena dipol, yang disambungkan dengan kabel coaxial yang tidak seimbang. Untuk mempermudah menyeimbangkannya yakni dengan menyambungkan antena dengan balun.

Antena dipol adalah antena radio yang dapat dibuat dari kabel sederhana, dengan pengisi berada di tengah elemen driven. Antena ini terdiri dari dua buah logam konduktor atau kabel, berorientasi sejajar dan kolinier dengan lainya (segaris dengan yang lainya), dengan sela kecil di tengahnya.[1][2][3][4] Tegangan frekuensi radio diterapkan pada tengah-tengah di antara dua konduktor. Antena ini adalah antena paling sederhana dan praktis dari sudut pandang secara teoretis. Antena ini digunakan sebagai antena, terutama antena "telinga kelinci", antena televisi tradisional, dan sebagai elemen driven pada berbagai jenis antena, seperti pada antena Yagi. Antena dipol ditemukan oleh seorang fisikawan Jerman yang bernama Heinrich Hertz sekitar tahun 1886 dialah orang yang merintis eksperimen dengan gelombang radio.

Karakter

Antena ini memiliki panjang yang lebih pendek dari panjang gelombangnya. Antena ini memiliki daya tahan radiasi yang rendah dan reaktansi yang tinggi, membuat antena ini tidak efisien, tetapi antena ini sering digunakan untuk panjang gelombang yang amat panjang. Dipol yang panjangnya setengah dari panjang gelombang sinyal, juga sering disebut dipol setengah gelombang, dan lebih efisien. Dalam teknik radio, istilah dipol biasanya bermakna sebuah setengah gelombang dipol.

Antena dipol dengan berbagai panjang

Resonansi dasar dari sebuah konduktor linier tipis terjadi pada frekuensi yang panjang gelombang ruang bebasnya dua kali panjang kawat; yaitu di mana konduktor tersebut ⁠1/2 panjang gelombang. Antena dipol sering digunakan pada frekuensi sekitar tersebut dan oleh karena itu disebut antena dipol setengah gelombang . Kasus penting ini akan dibahas di bagian selanjutnya.

Penguatan antena dipol
Panjang,
  ℓ   {\displaystyle \ \ell \ } {\displaystyle \ \ell \ } dalam
panjang gelombang
Penguatan
Direktif

(dBi)
Catatan
≪ 0.5 1.76 Efisiensi buruk
0.5 2.15 Paling umum
1.0 4.0 Hanya dengan dipol gemuk
1.25 5.2 Penguatan terbesar
1.5 3.5 Harmonik ketiga
2.0 4.3 Tidak digunakan

Dipol setengah gelombang

250px-Dipole_antenna_standing_waves_animation_6_-_5fps.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Antena dipol setengah gelombang terdiri dari dua konduktor seperempat panjang gelombang yang ditempatkan ujung ke ujung dengan panjang total sekitar ℓ = 12 λ . .Distribusi arus adalahgelombang berdiri, kira-kira sinusoidal sepanjang dipol, dengan simpul di setiap ujung dan antinode (arus puncak) di pusat (titik umpan).[5](pp 98–99)

I ( z ) = I 0 cos ⁡ ( ω t ) cos ⁡ ( k z )   , {\displaystyle I(z)=I_{0}\cos(\omega t)\cos(kz)\ ,} {\displaystyle I(z)=I_{0}\cos(\omega t)\cos(kz)\ ,}

di mana k = 2πλ dan z berjalan dari − 12ℓ sampai + 12ℓ.

Pada medan jauh, hal ini menghasilkan pola radiasi yang medan listriknya diberikan oleh[5](pp 98–99)

  E θ =   ζ 0 I 0   2 π r     cos ⁡ ( π 2   cos ⁡ θ )   sin ⁡ θ   sin ⁡ ( ω t − k r )   . {\displaystyle \ E_{\theta }={\frac {\ \zeta _{0}I_{0}\ }{2\pi r}}\ {\frac {\ \cos \left({\frac {\pi }{2}}\ \cos \theta \right)\ }{\sin \theta }}\ \sin {(\omega t-kr)}~.} {\displaystyle \ E_{\theta }={\frac {\ \zeta _{0}I_{0}\ }{2\pi r}}\ {\frac {\ \cos \left({\frac {\pi }{2}}\ \cos \theta \right)\ }{\sin \theta }}\ \sin {(\omega t-kr)}~.}

Faktor arah   cos ⁡ [   π 2   cos ⁡ θ   ] sin ⁡ θ   {\textstyle \ {\frac {\cos \left[\ {\tfrac {\pi }{2}}\ \cos \theta \ \right]}{\sin \theta }}\ } {\textstyle \ {\frac {\cos \left[\ {\tfrac {\pi }{2}}\ \cos \theta \ \right]}{\sin \theta }}\ } hampir sama dengan sin θ yang diterapkan pada dipol pendek, sehingga menghasilkan pola radiasi yang sangat mirip seperti yang disebutkan di atas.[5](pp 98–99)

Penggunaan Antena

250px-UTR-2_-_P3094042_%28wiki%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Antena dipol sangkar pada teleskop radio Ukraina. Dipol kawat baja galvanis berdiameter 8 meter (30 kaki) x 1,8 meter (6 kaki) ini memiliki lebar pita 8–33 MHz.
L-over2-rad-pat-per.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Pola radiasi tiga dimensi antena dipol setengah gelombang vertikal.
250px-RadPatt-lin.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-RadPatt-dB.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pola radiasi dipol setengah gelombang vertikal ; penampang vertikal.
(atas) Dalam skala linier
(bawah) Dalam desibel isotropik (dBi)
250px-Collinear_folded_dipole_antenna_array.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Array dipol terlipat kolinear

Antena Televisi

Antena dipol sudah umum digunakan untuk menangkap sinyal UHF pada televisi. Tetapi, antena ini dipasang berada di dalam ruangan.

Referensi

  1. ↑ "Dipole Antenna / Aerial tutorial". Resources. Radio-Electronics.com, Adrio Communications, Ltd. 2011. Diakses tanggal April 29, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Basu, Dipak (2010). Dictionary of Pure and Applied Physics, 2nd Ed. CRC Press. hlm. 21. ISBN 1420050222.
  3. ↑ Rouse, Margaret (2003). "Dipole Antenna". Online IT Encyclopedia. TechTarget.com. Diakses tanggal April 29, 2013.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |publisher=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Balanis, Constantine A. (2011). Modern Antenna Handbook. John Wiley & Sons. hlm. 2.3. ISBN 1118209753.
  5. 1 2 3
    Silver, Samuel, ed. (1949). Microwave Antenna Theory and Design. MIT Radiation Laboratory Series. Vol. 12. New York, NY: McGraw-hill Book Company. Bibcode:1949matd.book.....S. OCLC 1062672 – via Internet Archive (archive.org). Unabridged reprint (1984) ISBN978-086341017-8.

Bahan bacaan terkait

Pranala luar

Tipe antena
Isotropik
Segala arah
Terarah
Berdasarkan fungsi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan