Senin, 02 November 2026
02:08 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Dinoflagellata

Dinoflagellata

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Dinoflagellata
Rentang waktu: 250–0 jtyl Trias atau sebelumnya–Saat ini
250px-Ceratium_hirundinella.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ceratium sp.
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Domain: Eukaryota
Klad: Diaphoretickes
Klad: Sar
Klad: Alveolata
Filum: Myzozoa
Subfilum: Dinozoa
Superkelas: Dinoflagellata
Bütschli 1885 [1880–1889] sensu Gomez 2012[
Kelas

Dinophyceae
Noctiluciphyceae
Syndiniophyceae

Artikel takson sembarang

Dinoflagellata (dari Bahasa Yunani Kuno δῖνος (dînos) yang berarti “berputar” dan Bahasa Latin flagellum yang berarti “cambuk”) atau dinofita merupakan kelompok eukariota uniseluler monofiletik yang umumnya diklasifikasikan sebagai protista. Sebagian besar dinoflagellata merupakan plankton laut, tetapi beberapa jenis dinoflagellata juga dapat ditemukan di habitat air tawar. Populasi dinoflagellata bervariasi bergantung pada suhu permukaan laut, salinitas, dan kedalaman. Banyak dinoflagellata bersifat fotosintetik, namun sebagian besar di antaranya sebenarnya mixotrof, yaitu mengombinasikan fotosintesis dengan pemangsaan organisme lain (melalui fagotrof dan misositosis).[1][2]

Dari segi jumlah spesies, dinoflagellata merupakan salah satu kelompok eukariota laut terbesar, meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan diatom.[3] Beberapa spesies dinoflagellata merupakan endosimbion hewan laut dan berperan penting dalam biologi terumbu karang. Sementara itu, beberapa spesies dinoflagellata lain bersifat predator tanpa pigmen yang memangsa protozoa lain, dan sebagian kecil spesies lainnya bersifat parasit (misalnya Oodinium dan Pfiesteria). Sebagian dinoflagellata memiliki tahap istirahat yang disebut kista dinoflagellata atau dinokista sebagai bagian dari siklus hidupnya; fenomena ini terjadi pada 84 dari 350 spesies air tawar dan pada sekitar dari 10% spesies laut. Dinoflagellata termasuk kelompok alveolata yang memiliki dua flagela.

Akumulasi beberapa jenis dinoflagellata dapat menyebabkan perubahan warna air, yang dikenal secara umum sebagai pasang merah. Fenomena ini dapat menyebabkan keracunan kerang jika manusia mengonsumsi kerang yang terkontaminasi. Selain itu, beberapa jenis dinoflagellata menunjukkan bioluminesensi biru-hijau yang dapat terlihat di laut pada kondisi tertentu.

250px-La-Jolla-Red-Tide.780.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasang merah akibat ledakan populasi dinoflagellata.

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ Stoecker DK (1999). "Mixotrophy among Dinoflagellates". The Journal of Eukaryotic Microbiology. 46 (4): 397–401.
  2. ↑ Esser K, Lüttge U, Beyschlag W, Murata J (2012-12-06). Progress in Botany: Genetics Physiology Systematics Ecology. Springer. ISBN 978-3-6421-8819-0.
  3. ↑ Guiry MD (October 2012). "How many species of algae are there?". Journal of Phycology. 48 (5): 1057–1063.
Klasifikasi Eukariota
Amorphea
Amoebozoa
   Obazoa   
Opisthokonta
Holomycota
   Holozoa   
Filozoa
Choanozoa
Diaphoretickes
Haptista
    TSAR    
     SAR     
Rhizaria
Alveolata
Myzozoa
Stramenopila
Bigyra
Gyrista
     CAM     
Pan-Cryptista
Cryptista
Archaeplastida
Viridiplantae
(tumbuhan sensu lato)
Streptophyta
Excavates*
Discoba
Discicristata
Metamonada
Malawimonada
Incertae sedis
Hemimastigophora
Ancyromonadida
CRuMs
Ciliophora
Myzozoa
Lain-lain
Tidak diklasifikasikan
Colponemidia
Acavomonidia
Deskripsi
Penyakit
Pengobatan
Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan