Minggu, 27 September 2026
12:32 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Babesia

Babesia

genus protozoa parasitik

Babesia
Sediaan apus darah Babesia microti
Sediaan apus darah Babesia microti
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Domain: Eukaryota
Klad: Diaphoretickes
Klad: Sar
Klad: Alveolata
Filum: Apicomplexa
Kelas: Aconoidasida
Ordo: Piroplasmida
Famili: Babesiidae
Genus: Babesia
Starcovici, 1893
Spesies

Grup B. microti ("Archaeopiroplasmida"):[1][2]

Grup AS bagian barat ("Prototheilerids"):

Artikel takson sembarang

Babesia adalah genus protozoa dalam famili Babesiidae dan ordo Piroplasmida yang bertindak sebagai parasit yang menginfeksi sel darah merah vertebrata.[3] Penyakit yang disebabkan oleh Babesia disebut babesiosis, yang termasuk zoonosis. Babesiosis ditularkan oleh vektor berupa caplak. Babesia pertama kali diidentifikasi pada tahun 1988 oleh Victor Babes, ilmuwan Rumania.[4][5]

Daur hidup

Sebagaimana Apicomplexa lainnya, Babesia memiliki daur hidup yang membuatnya memiliki beberapa bentuk dan karakteristik sel yang berbeda. Babesia masuk ke dalam tubuh caplak sebagai inang definitif dalam bentuk gametosit saat caplak tersebut menggigit vertebrata terinfeksi. Sel-sel gamet mengalami reproduksi seksual di dalam tubuh caplak dan mengalami sporogoni yang menghasilkan sporozoit. Ketika caplak menggigit vertebrata, termasuk manusia, sporozoit dalam air liur caplak berpindah ke dalam tubuh vertebrata tersebut, yang menjadi inang perantara Babesia. Dalam sel darah merah vertebrata, tropozoit mengalami merogoni yang menghancurkan sel darah merah tersebut dan menghasilkan banyak merozoit yang mencari sel darah lain sebagai inang baru. Sebagian merozoit membentuk gametosit yang dapat berpindah ke tubuh caplak dan melengkapi daur ini. Manusia merupakan inang akhir dan tidak menularkan ke organisme lainnya. Meskipun demikian penularan antarmanusia bisa terjadi akibat transfusi darah.[6]

  • Daur hidup Babesia menurut CDC AS
    Daur hidup Babesia menurut CDC AS
  • Ilustrasi daur hidup Babesia
    Ilustrasi daur hidup Babesia

Klasifikasi

Menurut Encyclopedia of Life dan NCBI, terdapat 39 spesies dalam genus Babesia dan ratusan lainnya yang belum diklasifikasikan dengan baik.[7][8]

Spesies penting

Spesies yang penting dalam kedokteran dan kedokteran hewan di antaranya

Referensi

  1. ↑ Lack, J. B.; Reichard, M. V.; Van Den Bussche, R. A. (2012). "Phylogeny and evolution of the Piroplasmida as inferred from 18S rRNA sequences". International Journal for Parasitology. 42 (4): 353–363. doi:10.1016/j.ijpara.2012.02.005. PMID 22429769.
  2. ↑
  3. ↑ Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ "Babesiosis History". University of Stanford. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-07-19. Diakses tanggal 10 Juli 2021.
  5. ↑ Anand, K.P.; Anand, A.; Kashyap, A.S. (2015). "Dr. Victor Babes, Discoverer of Babesia". The Journal of the Association of Physicians of India. 63 (3): 80–81. ISSN 0004-5772. PMID 26540854.
  6. 1 2 "Babesiosis". CDC. Diakses tanggal 10 Juli 2021.
  7. ↑ "Babesia". Encyclopedia of Life. Diakses tanggal 10 Juli 2021.
  8. ↑ "Babesia". NCBI. Diakses tanggal 10 Juli 2021.
  9. ↑ OIE Manual 2021, hlm. 1.

Daftar pustaka

  • Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (2021), Chapter 3.4.2. Bovine Babesiosis (PDF), Manual of Diagnostic Tests and Vaccines for Terrestrial Animals, World Organisation for Animal Health (OIE)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan