Minggu, 01 November 2026
21:17 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Sediaan apus darah

Sediaan apus darah

Bagikan:
250px-Peripheral_blood_smear_-_stained_and_unstained.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sediaan apus darah sebelum (kiri) dan sesudah (kanan) pewarnaan dengan Giemsa.

Sediaan apus darah (sediaan apus darah tepi / preparat darah) adalah salah satu teknis pemeriksaan sel-sel darah menggunakan mikroskop. Pemeriksaan sediaan darah umumnya digunakan untuk membantu pemeriksaan kelainan darah dan juga infeksi parasit, seperti malaria.

Teknik pembuatan

Sebagai bagian dari persiapan pembuatan sediaan apus, kaca objek (preparat kaca) yang digunakan harus bersih dari kotoran dan diberi label berisi informasi tentang nama pasien, tanggal pembuatan, dan kode identifikasi pasien. Selanjutnya, satu tetes darah pasien diletakkan di ujung preparat kaca. Kaca preparat lainnya digunakan untuk meratakan darah menjadi satu lapisan tipis (monolayer) agar bisa diamati di bawah mikroskop. Kaca perata ini diletakkan di depan tetesan darah, kemudian tarik ke belakang hingga darah merata pada setiap sudut. Pada tahap akhir, kaca perata didorong ke depan dengan sudut 45-60 °C hingga terbentuk apusan sepanjang 3–4 cm. Darah dibiarkan mengering di udara sebelum dilanjutkan ke proses pewarnaan.[1]

Pewarnaan dan Pengamatan

Sel-sel darah harus diwarnai terlebih dahulu agar dapat diamati di bawah mikroskop. Jenis pewarnaan yang paling sering digunakan untuk pemeriksaan darah adalah pewarnaan Romanowski, seperti Wright, Mary-Grunwald, dan Giemsa. Berbagai komponen darah akan memiliki warna yang berbeda di bawah mikroskop. Selanjutnya, preparat darah ditutup dengan kaca pelapis agar dapat disimpan dalam waktu yang lama.[2]

Pengamatan di bawah mikroskop umumnya dilakukan pada perbesaran 40x dan terkadang 100x. Selain menghitung jumlah sel darah putih (terdiri dari: neutrofil, limfosit, basofil, eosinofil, dan monosit), bentuk (morfologi) dan ukuran sel darah merah (eritrosit) dan putih juga harus diamati dan dilaporkan kepada pasien atau dokter terkait. Pemeriksaan apusan darah ini merupakan salah satu pemeriksaan awal untuk mendeteksi kanker darah (leukemia), anemia, dan kelainan genetik seperti talasemia.

Referensi

  1. ↑ Medical Laboratory Science - Theory and Practice, J Ochei, A Kolhatkar. New Delhi: Tata McGraw-Hill. 2000
  2. ↑ Clinical Haematology - Theory and Procedure 4th Edition, Turgeon ML. Lippincott Williams and Wilkins. 2005.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan