Rabu, 04 November 2026
00:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Demotik

Demotik

aksara Mesir Kuno

Bagikan:
250px-DemoticScriptsRosettaStoneReplica.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Replika tulisan Demotik pada Batu Rosetta

Demotik (dari δημοτικά dimotika) menunjuk pada naskah Mesir Kuno yang berasal dari hieratik bagian utara yang digunakan di Delta Sungai Nil, dan juga tahapan bahasa Mesir yang menyambung bahasa Mesir Akhir dan digantikan oleh bahasa Koptik. Istilah ini pertama kali digunakan oleh seorang ahli sejarah Yunani Herodotus untuk membedakannya dari naskah hieratik dan hieroglif. Berdasarkan sebuah konvensi, kata "Demotik" ditulis dengan diawali huruf besar untuk membedakannya dari bahasa demotik Yunani.

Naskah

Naskah Demotik dikenal oleh bangsa Mesir sebagai sš n šˁ.t "penulisan dokumen", yang disebut juga ἐπιστολογραφική "penulisan surat" oleh seorang sarjana abad ke-2 Clement dari Alexandria, sementara para sarjana barat sebelumnya pernah menyebutnya sebagai bahasa Mesir Enchorial. Naskah ini digunakan selama ribuan tahun, dan selama itu sejumlah tahap-tahap perkembangan bahasa berlangsung.

Demotik Awal

Demotik awal (sering disebut dengan istilah dalam bahasa Jerman dengan Frühdemotisch) berkembang di Mesir Hilir selama bagian akhir pada dinasti kedua puluh lima, terutama sekali pada stele dari Serapeum di Saqqara. Masa ini tertanggal antara 650 dan 400 SM karena kebanyakan naskah yang ditulis dalam Demotik Awal berasal dari dinasti ke-26 dan periode Persia (dinasti ke-27). Setelah penyatuan kembali Mesir oleh Psametik I, Demotik mengganti Hieratik Abnormal di Mesir Hulu, terutama selama pemerintahan Amasis ketika Demotik menjadi bahasa naskah resmi pemerintahan dan dokumen yang sah. Pada masa ini, Demotik hanya digunakan untuk naskah-naskah pemerintahan, dokumen, dan perniagaan, sementara hieroglif dan hieratik digunakan untuk naskah lain.

Demotik Pertengahan (Ptolemaic)

Demotik Pertengahan (sekitar 400–30 SM) adalah tahap penulisan yang digunakan selama periode Ptolemaic. Sejak abad ke-4 SM dan seterusnya, Demotik memiliki status yang lebih tinggi, karena meningkatnya penggunaan Demotik dalam naskah sastra dan keagamaan. Pada akhir abad ke-3 SM, bahasa Yunani lebih berperan penting karena merupakan bahasa dalam pemerintahan negara tersebut.

Demotik Akhir (Romawi)

Sejak awal pemerintahan Romawi atas Mesir, Demotik semakin kurang digunakan dalam kehidupan masyarakat. Namun, sejumlah naskah sastra ditulis dalam Demotik Akhir (sekitar 30 SM–452 M), terutama sejak abad ke-1 dan ke-2 M, walaupun jumlah keseluruhan naskah Demotik berkurang sangat pesat sampai akhir abad ke-2. Setelah itu, Demotik hanya digunakan untuk beberapa ostraca. Contoh naskah terakhir dengan menggunakan Demotik tertanggal 11 Desember 452 M, dan berisi sebuah grafiti di dinding kuil Isis di Philae.

Bahasa

Demotik adalah varian akhir dari bahasa Mesir Akhir dan berbagi banyak dengan bahasa Koptik selanjutnya. Pada fase awal Demotik, seperti naskah yang ditulis dalam Demotik Awal, kemungkinan mewakili pengucapan idiom pada masa itu. Tetapi, karena penggunaan Demotik meningkat hanya untuk tujuan sastra dan keagamaan, bentuk penulisannya bercabang menjadi lebih banyak dari bentuk pengucapannya, menjadikan naskah Demotik Akhir berisi karakter palsu, sama seperti penggunaan Bahasa Mesir Pertengahan selama periode Ptolemaic.

Lihat pula

Pranala luar

Gambaran
Daftar
Brahmi
Utara
Selatan
Kawi
Lainnya
Linear
Non-linear
Tionghoa
Aksara Han
Dipengaruhi Tionghoa
Logosilabis lainnya
Logokonsonan
Sistem bilangan
Penuh
Pengulangan
Braille ⠃⠗⠁⠊⠇⠇⠑
Braille cell
Braille scripts
French-ordered
Keluarga Nordik
Russian lineage family
i.e. Cyrillic-mediated scripts
Egyptian lineage family
i.e. Arabic-mediated scripts
Indian lineage family
i.e. Bharati Braille
Other scripts
Reordered
Frequency-based
Independent
Eight-dot
Symbols in braille
Braille technology
Persons
Organisations
Other tactile alphabets
Related topics
Sistem tulisan elektronik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan