Minggu, 04 Oktober 2026
09:51 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Muhammad Arsyad al-Banjari

Muhammad Arsyad al-Banjari

Seorang ulama fiqih mazhab Syafi'i asal Martapura, Kalimantan Selatan

Bagikan:
Muhammad Arsyad al-Banjari
Al-'Alamah Syaikh
Datuk

250px-Muhammad_Arsyad_al-Banjari.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penggambaran populer Muhammad Arsyad al-Banjari
Gelar
  • al-Alimal-'Allamah
  • al-'Arif Billah
  • al-Mufti
  • al-Faqih
  • asy-Syaikh
Lahir17 Maret 1710 M
Lok Gabang, Kesultanan Banjar
Meninggal13 Oktober 1812 (umur 102)
Dalam Pagar, Kesultanan Banjar
Nama lainDatuk Kalampayan
EtnisBanjar
PekerjaanMufti, fakih
DenominasiIslam Sunni
Mazhab fikihSyafi'i
KaryaSabilal Muhtadin
Dipengaruhi  oleh

Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (Jawi: الشيخ محمد أرشد البنجاري; 17 Maret 1710 – 13 Oktober 1812), yang juga dikenal sebagai Datu Kalampayan, adalah seorang ulama Sunni bermazhab Syafi'i dari Kesultanan Banjar.

Kehidupan

250px-Syekh_Muhammad_Arsyad_Al-Banjari_-_Makam_001.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kompleks Kubah Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari

Pada waktu berumur sekitar 30 tahun, Sultan Banjar mewujudkan mimpinya untuk belajar ke Makkah demi memperdalam ilmunya. Segala kebutuhan dan biayanya menuntut ilmu ditanggung oleh Kesultanan Banjar. 35 tahun kemudian, yaitu setelah belajar selama 30 tahun di Makkah dan 5 tahun di Madinah akhirnya gurunya menyatakan bahwa beliau telah cukup ilmunya. setelah itu, barulah Syekh Muhammad Arsyad kembali pulang ke Martapura, pusat Kesultanan Banjar pada masa itu. Akan tetapi, Sultan Tahlilullah, seorang yang telah banyak membantunya telah wafat dan digantikan kemudian oleh Sultan Tahmidullah II bin Sultan Tamjidullah I, yaitu cucu Sultan Tahlilullah.

Ia adalah pengarang kitab fikih berjudul Sabilal Muhtadin yang banyak menjadi rujukan bagi pemeluk Agama Islam bermazhab Imam Syafi'i di Asia Tenggara, dan menjadi referensi keilmuan di Universitas Al Azhar Mesir serta pegangan ibadah umat Islam bermazhab Syafii di seluruh penjuru dunia.[1][2][3]

330px-Syekh_Muhammad_Arsyad_Al-Banjari_-_Makam_004.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Sultan Tahmidullah II yang pada ketika itu memerintah Kesultanan Banjar, sangat menaruh perhatian terhadap perkembangan serta kemajuan agama Islam di Kesultanan Banjar. Sultan inilah yang meminta kepada Syaikh Muhammad Arsyad agar menulis sebuah kitab hukum ibadat, yang kelak kemudian dikenal dengan nama Kitab Sabilal Muhtadin.

Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari ialah pelopor pengajaran Hukum Islam di Kalimantan Selatan. Sekembalinya ke kampung halaman dari Mekkah, hal pertama yang dikerjakannya ialah membuka tempat pengajian bernama Dalam Pagar, yang kemudian lama-kelamaan menjadi sebuah kampung yang ramai tempat menuntut ilmu agama Islam. Ulama-ulama yang dikemudian hari menduduki tempat-tempat penting di seluruh Kerajaan Banjar, banyak yang merupakan didikan dari suraunya di Desa Dalam Pagar.

Keluarga

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Muhammad Arsyad al-Banjari bin Abdullah Lok-Gabang menikah dengan 11 perempuan, yaitu:

  • Dari istri Tuan Bajut, mempunyai anak Syarifah Al-Banjari Diperistri Syaikh Abdul Wahab Bugis Al-Banjari Datu Siti Fatimah Al-Banjari Diperistri Tuan Haji Muhammad Said Bugis (Al-Banjari) Nyai Ratu Halimah Al-Banjari Diperistri Pangeran Ratu Sultan Muda Abdur Rahman dari Banjar Wali Sultan Banjar Pangeran Mangkoe Boemi Pangeran Wira Kasoema Menikahi Ratu Hasiah Binti Pangeran Antasari Ratoe Sjerief Aboe Bakar(Ratu Syarif Abu Bakar) Diperistri Pangeran Sjerief Aboe Bakar(Pangeran Syarif Abu Bakar) Syarifah Intan Mufti Alimul' Allamah Muhammad As'ad Bin Sayyid Ustman
        • Alimul' Allamah Abu Thalhah Bin Muhammad As'ad (Tenggarong) adalah seorang cucu buyut dari syekh Arsyad Al-Banjari yang sempat di didik oleh kakek buyut nya dengan baik sehingga mewarisi ilmu-ilmu dari ayahnya dan datuknya. Abu Thalhah mempunyai enam anak bernama , H.M Nur, Siti Kumala, Siti bulan, Fatimah , Muhammad Samman, Sunani [4]
        • H. M Nur Bin Abu thalhah mempunyai tiga orang anak yaitu Muhammad Arif, Siti Hawa, dan Ruqaiyah.[4]
        • Muhammad Arif bin H. M Nur mendapatkan lima anak keturunan yaitu Nur,ain , Nur Sari, Ahmad, Halimah dan Muhammad Yasin.[4]
        • Ahmad bin Muhammad Arif mempunyai dua anak Zuriat Yaitu Alwi dan Makmur, diketahui bahwa Zuriat Makmur Seorang Veteran masa kemerdekaan.[4]
        • Makmur bin Muhammad Arif mempunyai anak Zuriat Thabrani dan Hj huzaimah.[4]
        • Thabrani bin Makmur mempunyai Zuriat bernama Hj Dahliana, Hairullah, hairun fitni.[4]
        • Hj Dahliana binti Thabrani menikah dengan H.Syed Muhammad Safwan bin syed Abizar bin Syed Husein mempunyai anak bernama Syed Armand Effendi, Syed Waldy Anwar, Syed Muhammad Yusuf Fauzi, Syed Maulana Ibrahim.[4]
        • Abu Hamid
        • Ahmad (Datu Balimau)
        • Muhammad Arsyad
        • Sa'duddin (Datu Taniran)
          • H. Abdul Qadir
            • H. Junaid Noor (Kai Pipa)
            • H. Athailah
    • 2-Aisyah Al-Banjari
  • Dari istri Tuan Bidur, mempunyai anak :
    • -Qadhi H.Abu Su'ud Al-Banjari
      • Shafiah
      • Aisyah
      • Aminah
      • H.M. Said Jazuli Nambau
        • Aisyah
        • Hafsah
        • M.Ramli
        • Anang Acil ( Anang Jemain )
        • Diang Kembar
        • Diang Kacil
          • H. Abdul Wahab
          • H. Abdussamad, Qadhi Kandangan
          • H. Abdul Karim Mekkah
      • H. Mas'ud
        • H.M.Thoyib
          • H.M. Nashir
          • H. Abdullah
            • H.M. Sholeh
          • Ramlah
          • Yaslan
          • Ruslan
          • Idman
            • Syarkawi
              • Zainuri
          • Tinah
          • Isnah
          • Masnah
        • Sairah
        • H.M. Zein Halim Kedah
        • H. Bahauddin
    • 4-Sayyidah Al-Banjari
    • 5-Syekh Qadhi H.Abu Na'im Al-Banjari
    • 6-Khalifah H.Syihabuddin Al-Banjari
      • H. Abdul Jalil
        • H. Abbas Kandangan
      • H. Muhammad Thahir
  • Dari istri Tuan Lipur, mempunyai anak :
    • 7-Abdul Manan Al-Banjari
    • 8-H.Abu Najib Al-Banjari
    • 9-Al Alim Al Fadhil H.Abdullah Al-Banjari
    • 10-Abdurrahman Al-Banjari
    • 11-Al Alim Al Fadhil H.Abdurrahim Al-Banjari
  • Dari istri Tuan Guwat,Istri Dari Keturunan China Tuan Go Hwat Nio mempunyai anak :
    • 12-Asiyah Al-Banjari
      • H. Mahmud
        • Syaikh Abdullah Wujud Mekkah
          • Syekh Ali Al-Banjari Mekkah
            • Abuya H. Husein Martapura
        • Aisyah
          • H. Muhammad Balimau
        • H. M Nur
        • H. Abdullah
          • H. Ali Mekkah
            • H. Atha
            • H. Husein
        • H. M Amin
        • H. Salman Al-Farisi
    • 13-Khalifah H.Hasanuddin Al-Banjari
      • H. Muhammad Sholeh
        • H. Abdullah Khotib
          • H.Muhammad Amin
            • H. Muhammad Ramli
              • KH. Mahfudz Amin
              • KH. Abdul Aziz
      • H.M Khalid
        • H. M. Yusuf
          • Iyang
        • H. Abdullah
    • 14-Khalifah H.Zainuddin Al-Banjari
    • 15-Rayhanah Al-Banjari
    • 16-Hafshah Al-Banjari
    • 17-Mufti H.Jamaluddin Al-Banjari
  • Dari istri Tuan Turiyah, mempunyai anak :
    • 18-Nur'aini Al-Banjari
    • 19-Rahmah Al-Banjari
    • 20-Hawa Al-Banjari
  • Dari istri Ratu Aminah binti Pangeran Thaha, mempunyai anak :
    • 21-Mufti Pangeran H.Ahmad (Mufti H. Ahmad)
    • 22-Shafiyyah Al-Banjari
    • 23-Shafura Al-Banjari istri dari Kiya Syarif Ahmad Dipasanta Melahirkan Syarif Abdullah, Syarif H. Jamaluddin, Dan Khatimah H. M. Amin(fathani)
    • 24-Maimun Al-Banjari
    • 25-Sholehah Al-Banjari
    • 26-Pangeran H.Muhammad Al-Banjari
      • H. Jalaluddin
        • H. Syamsuddin
          • H. Abdullah (Haji Legher Pontianak) + Hj. Maimunah binti M.Tarif
            • H. Sanusi + Hj. Hasnah binti Abdullah bin M.Tarif
              • Ahmad
              • H. Rahmat
              • Zubaidah
              • Hj. Salmah
              • Rajenah
              • Halimah
    • 27-Maryam Al-Banjari
  • Dari istri Tuan Palung, mempunyai anak :
    • 28-Salman Al-Farizi Al-Banjari
    • 29-Salamah Al-Banjari
    • 30-Salimah Al-Banjari
      • Siti Khadijah
        • H. M Sa'ad
          • H. M Said
      • H. M Thoyib
      • H. Muhammad
      • H. Ahmad
      • Anang Ishaq
      • Mansyur
      • Masni
      • Nurmiah
      • Qomariah
      • Abd Somad
  • Dari istri Tuan Kadarmanik, Tuan Markidah, Tuan Liyyuhi dan Tuan Dayi tidak mempunyai anak.
  1. Haji Mohamed Sanusi Bin Mahmood, mantan mufti pertama Singapura tahun 1969-1972, mantan Presiden Mahkamah Syariah Singapura, mantan ketua penasihat ehwal agama Persekutuan Seruan Islam Singapura.[5][6]
  2. Husein Kedah al-Banjari, mufti kerajaan negeri Kedah, Malaysia.
  3. Djazouly Seman, ulama Banjar, Kalimantan Selatan

Silsilah

250px-Kompleks_Makam_Tungkaran_008.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Datu Bajut, Datu Bidur, dan Syekh Abdul Wahab Bugis di Tungkaran, Martapura

Berikut adalah bagan silsilah yang menelusuri garis keturunan Muhammad Arsyad al-Banjari sebagai keturunan Nabi Islam Muhammad, sekaligus hubungan kekerabatannya dengan Wangsa Banjarmasin.

Jalur silsilah
Nabi Islam Muhammad
Fatimah az-ZahraAli bin Abi Thalib
Husein as-Sibt
Ali Zainal Abidin
Muhammad al-Baqir
Ja'far ash-Shadiq
Sayyid Ali al-Uraidhi
(Ali al Qaim bin al Basrah)
Sayyid Muhammad an-Naqib
Sayyid Isa ar-Rumi
Imam Ahmad al-Muhajir
Imam 'Ubaidillah
Imam Alwi Awwal


Abi Sa'adah


Ba'Alawy
Sayyid Muhammad Maula Shama’ah
Sayyid Alwi
Sayyid Ali Khali' Qasam
(wafat 1133 M)
Syaikh Sayyid Muhammad Shahib Mirbath
(+ 1161 M)
Saudagar Mangkubumi
(Jantam)
Sayyid Ali Walidil Faqihi
Ali Faqih Nuruddin
Sayyid Alwi Ammul Faqihi
RAJA MAJAPAHIT + 1389 M )RAJA NEGARA DIPA
Ampu Jatmaka
Sayyid Muhammad al-Faqih Muqaddam
(wafat 1232 M)
Sayyid Abdul Malik Azmatkhan
RAJA NEGARA DIPA
Maharaja Suria Nata
(Raden Aria Gegombak Janggala Rajasa)
RAJA NEGARA DIPA
Lambung Mangkurat
Sayyid AliAlwi al GhayyurSayyid Abdullah
Pangeran NEGARA DIPA
Pangeran Suria-Wangsa
Putri NEGARA DIPA
Putri Huripan
Sayyid Hasan al-TurabiAli Maula Ad DarkSayyid Ahmad Jalal Syah
RAJA NEGARA DIPA
Maharaja Carang Laleyan
RAJA NEGARA DIPA
Putri Kalungsu
PANGERAN MAJAPAHIT


Lembu Sura


(anak Brawijaya V)
Sayyid Muhammad AsadillahMuhammad al-MauladawilahJamaluddin Akbar al-Husaini
(Syekh Jumadil Kubro)
RAJA NEGARA DAHA I


Maharaja Sari Kaburungan


Raden Sekar Sungsang
RAJA SUKADANA I
Sayyid Hasan Mu'allimAbdurrahman AssegafSayyid Ali Nurul Alam
Pangeran NEGARA DAHA
Raden Bangawan
RAJA NEGARA DAHA II
Maharaja Sukarama
RAJA SUKADANA II
Sayyid Muhammad al-JamalullailSyaikh Abu Bakar As SakranSyarif Abdullah Umdatuddin
Pangeran NEGARA DAHA
Raden Mantri Alu
Putri NEGARA DAHA
Putri Galuh Baranakan
RAJA SUKADANA III
Ali xxxxx ?Ali Shohib Al Wirid Al SakranAbdullah Al Idrus Al Akbar
(datuk seluruh keluarga Alaydrus)
Syarif Hidayatullah
Sunan Gunung Jati
SULTAN BANJAR I 1500-1546


Sultan Suriansyah


Pangeran Samudera
RAJA SUKADANA IV
Sayyid AbdurrahmanAbdurrahmanSyaikhSULTAN BANTEN
Sabakingkin
SULTAN BANJAR II
Sultan Rahmatullah
RAJA SUKADANA V
Sayyid Muhammad / Ahmad ?Syahabuddin Al-AkbarAbdullahMaulana Yusuf dari Banten
SULTAN BANJAR III
Sultan Hidayatullah I
Pangeran BANJAR
Pangeran Demang
RAJA SUKADANA VI
Sayyid SalimAbdurrahman Al QhodiHuseinMaulana Muhammad dari Banten
SULTAN BANJAR IV


Sultan Mustain Billah
Pangeran Senapati


Gusti Kecil
Putri BANJAR
Ratu Agung
RAJA SUKADANA VIISayyid MuhammadSyahabuddin Al-AsghorAhmad Ash ShalaibiyyahAbu al-Mafakhir dari Banten
SULTAN BANJAR V


Sultan Inayatullah


Pangeran Dipati Tuha-1
MANGKUBUMI BANJAR


Panembahan di Darat
Pangeran di Darat


Pangeran Dipati Anom-1
MANGKUBUMI BANJAR


Sultan Rakyatullah
Pangeran Ratu
Pangeran Mangkubumi
Pangeran Dipati Tapasana


Raden Halit
RAJA KOTAWARINGIN I


Ratu Bagawan dari Kotawaringin


Pangeran Dipati Anta-Kasuma
RAJA SUKADANA VIII
Girie Koesoema
Sayyid AbdullahMuhammadAbu Bakar Al HindiAbu al-Ma'ali Ahmad
SULTAN BANJAR VI


Sultan Saidullah
Sultan Ratu
Ratu Anom


Pangeran Kasuma Alam
PEMANGKU SULTAN BANJAR


Sultan Agung dari Banjar
Sultan Dipati Anom
Pangeran Dipati Anom-2
Pangeran Suryanata-2


Raden Kasuma Lalana
Gusti BatarPangeran Dipati Tuha
Raden Halus
Pangeran Aria Wiraraja


Raden Surya


(Raden Hangkut)
Putri Samut
(Putri Galuh Hasanah)
Ratu Amas


Pangeran Mas Dipati


(Raja Kotawaringin II)
Putri GelangRAJA SUKADANA IX


Girie Moestaka
Girie Moestapha
Raden Saradewa


Raden Saradipa
SalimAliTirtayasa dari Banten
SULTAN BANJAR VII


Raden Bagus
Pangeran Suria Angsa
Sultan Amarullah Bagus Kasuma


Sultan Saidillah-2
Gusti GadheRaden Basus


Pangeran Suria Negara


Sultan Tahlil
Pangeran Putra


Pangeran Muda (Mahkota)
Raden Buyut Kasuma Matan


(Gusti Kesuma Matan)
Habib Muhammad al-KadrieMuhammad
SULTAN BANJAR
Sultan Tahmidullah
(Panembahan Kuning)
HuseinPangeran.......
{{{#}}}
SULTAN BANJAR
Sultan Hamidullah
(Sultan Kuning)
AhmadMANGKUBUMI BANJAR


Sultan Tamjidillah I


Sultan Sepuh dari Banjar
Pangeran ThohaRatu SalimahAbdullah Lok GabangKapitan Godok
SULTAN BANJAR
Sultan Muhammad Aliuddin Aminullah
HusainRatu AminahSyekh Muhammad Arsyad al-Banjari[7]Tuan Guwat
(Go Hwat Nio)
Haji Abdul Latif di Brunei
{{{#}}}
Datu KabulADIPATI BANUA LIMA
Kiai Adipati Singasari
SULTAN PONTIANAK I
Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie
Ratoe Sarib Anom
Ratu Syahranum


Putri Syara


Utin Kasmiri
Putri LawiyahMANGKUBUMI BANJAR


Sunan Nata Alam
Sultan Tahmid Ilah II


(Panembahan Batu)
Ratu Syarifah Aminah
binti Syarif Nuh mufti Prambanan
Pangeran Mangku DilagaRatu Anum Kasuma YudaMUFTI
Pangeran Mufti Haji Ahmad
Hasanuddin
Pangeran AmirKiai Ngabehi Jaya Negara
(Pambakal Karim)
Alooh OengkaTumenggung Dipa NataKiai Temenggung Warga NataNyai RikaNyai SrikandiAlooh AmimahAlooh AngoolAlooh NoersariNjahi Ratoe Intan Sarie
(Nyai Ratu Sepuh)
SULTAN BANJAR


Sultan Sulaiman Rahmatullah
Sultan Sulaiman Saidullah II


Sultan Sulaiman Al-Mu'tamid 'Alâ Allâh
Njahi Siti Gading[8]Pangeran MuhammadH.M. Sa'id KhatibH.M. Khalid
Pangeran Mas'udADIPATI BANUA LIMA
Kiai Adipatie Danoe Radja
Nyai Intan
(anak Alooh Oengka binti Kiai Adipati Singasari)
Nyai RamiPangeran KasirrNjahi Ratoe Koemala SarieSULTAN BANJAR
Sultan Adam al-Wâthiq billâh
MANGKUBUMI BANJAR
Pangeran Mangkoe Boemi Nata
(Pangeran Husin)
Nyai Intan
(anak Alooh Oengka binti Kiai Adipati Singasari)
Ratoe Sungging AnumPangeran PerbatasariRatu Salamah Haji Musa
binti Sultan Sulaiman
RAJA KUSAN
Pangeran Haji Musa
Nyai ......Pangeran SingasariRatoe Sjerief Akil
(Goestie Oemie)
Ratu Umi
Sjerief Akil
(Syarif Husin bin Uwad Bahasyim)
Pangeran Ahmad
(Adipati Kandangan)
Ummi KalsumH. Abdullah
Pangeran AntasariNyai Besar Aminah
(Nyai Dawang)
SULTAN MUDA BANJAR
Sulthan Moeda Abdoel Rachman
(Pangeran Ratu)
Ratoe Sulthan Abdoel Rachman
(Goestie Siti)[8]
Pangeran Kasoema NingratGusti Abun SariRAJA KUSAN/PULAU LAUT
Pangeran Abdoel Kadir
RAJA PULAU LAUT
Pangeran Djaija Samitra
Nyai Ambak
(adik Nyai Ratu Kamala Sari)
Pangeran Haji Abu BakarGusti Kacil


Pangeran Mas Muda


Pangeran Abdul Majid
H. M. Saad
MANGKUBUMI/SULTAN BANJAR XVI
Panembahan Muhammad Said
SULTAN BANJAR
Pangeran Ratu
Sultan Tamjidillah al-Watsiq Billah
Pangeran Djaya Kesoema
(Radin Toeyong)
bin Pangeran Amir
bin Pangeran Mangkoe Boemi Nata
Ratoe Djaya Kesoema
(Ratoe Rampit)
Goestie Sitie Ayer Maas


binti Pangeran Tahhmid


bin Sultan Sulaiman
SULTAN BANJAR
Pangeran Mangkubumi
Sultan Hidayatullah Halil-li'llah
(Gusti Andarun)
Nyai RahamahRatoe Sjerief OemarPangeran Sjerief OemarGoesti SopieRAJA PULAU LAUT
Pangeran Berangta Kasuma
Pangeran Kasoema Giri
(Goesti Abdoellah)
Pangeran UmarGusti Abdul HamidH. M. Seman
Gusti Muhammad ArsyadPangeran AminPoetri BoelanPangeran Kesoema Indra


bin Pangeran Kassir


bin Sultan Sulaiman
Ratoe Kesoema IndraGoesti Serief BanoenPangeran MuhammadRatoe SaléhaPangeran Mohhamad Ali Bassa
(Goesti Isa)
RAJA PULAU LAUT
Pangeran Amir Husin Kasuma
RAJA PULAU LAUT
Pangeran Abdurrahman Kasuma
H. Gusti AliGoesti M.BasoePangeran JumberiGusti Abdul ManafAbdul Manaf
Gusti Muhammad HusseinGusti .....Pangeran Mohhamad HanafiaPangeran Shashra Kesuma
(anak Nyai Noerain)
Pangeran AbdullahRatu HalimahRAJA PULAU LAUT
Pangeran M. Aminullah Kasuma
H. Gusti DamarmansjahGoesti AbdoellahSultan Haji Khairul Saleh Al-Mu'tashim Billah.
سلطان المعتصم بالله
Gusti Yanto ManafAbdul Gani
Gusti Abdul WahabGusti .....Gusti DawudR.A. ZakiyahPutri Jahrah KasoemaPangeran ChairiansjahGoesti MoehammadH. Gusti Dhia HidayatKH. Muhammad Zaini Abdul Ghani
Gusti .....Gusti .....Raden Yusuf DawudNing MunifahGusti ChaldoenGusti Rendy FirmansyahGoesti....Gusti Myska MulikaH. Ahmad Hafi Badaly
Gusti .....Gusti .....Ismail HasyimGusti HelyadiGusti .....Goesti....

Karya

page1-250px-Sabilal_Muhtadin_Juzuk_1.pdf.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kitab Sabilal Muhtadin volume pertama.

Di samping mendidik, ia juga menulis beberapa kitab dan risalah untuk keperluan murid-muridnya serta keperluan kerajaan. Salah satu kitabnya yang terkenal adalah Sabilal Muhtadin yang merupakan kitab Hukum Fiqih dan menjadi kitab-pegangan pada waktu itu, tidak saja di seluruh Kerajaan Banjar tetapi sampai ke seluruh Nusantara dan bahkan dipakai pada perguruan-perguruan di luar Nusantara dan juga dijadikan dasar Negara Brunei Darussalam.

Di antara kitab-kitab karangannya yang lain:[9][10]

Dari beberapa risalahnya dan beberapa pelajaran penting yang langsung diajarkannya, oleh murid-muridnya kemudian dihimpun dan menjadi semacam Kitab Hukum Syarat, yaitu tentang syarat syahadat, sembahyang, bersuci, puasa dan yang berhubungan dengan itu, dan untuk mana biasa disebut Kitab Parukunan. Selaian itu, dia juga menulis mushaf Al-Qur'an dalam ukuran besar, di mana sekarang disimpan di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru.[10]

330px-Grand_Mosque_of_Sabilal_Muhtadin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mesjid Sabilal Muhtadin, namanya diambil dari kitab Sabilal Muhtadin

Beberapa nama kitab karangannya juga menjadi nama beberapa masjid di Kalimantan Selatan, seperti Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Masjid Jami Tuhfaturraghibin Alalak atau Masjid Kanas, dan Masjid Tuhfaturraghibin Dalam Pagar, Martapura.

Referensi

  1. ↑ Mahsun Fuad, Hukum Islam Indonesia: dari nalar partisipatoris hingga emansipatoris, PT LKiS Pelangi Aksara, 2005 ISBN 9798451139, 9789798451133
  2. ↑ (Melayu) Abdul Rahman Hj. Abdullah (2016). "Sejarah, Tamadun, Islam, Masihi, Nusantara". Biografi Agung Syaikh Arsyad Al-Banjari. Malaysia: Karya Bestari. hlm. 95. ISBN 9678605945. ISBN 9789678605946
  3. ↑ (Indonesia) A. Suryana Sudrajat (2006). Ulama pejuang dan ulama petualang: belajar kearifan dari Negeri Atas Angin : Seri khazanah kearifan. Indonesia: Erlangga. hlm. 72. ISBN 9797816079. ISBN 9789797816070
  4. 1 2 3 4 5 6 7 Media, Kompas Cyber (2022-02-08). "Biografi Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-05-26.
  5. ↑ http://mahmudbanjarmasin.blogspot.co.id/
  6. ↑ (Inggris) Zainul Abidin bin Rasheed (2016). Majulah!: 50 Years of Malay/Muslim Community in Singapore. Singapore: World Scientific. hlm. 525. ISBN 9789814759885.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan) ISBN 9814759880
  7. ↑ https://silsilahabdurrasyid.wordpress.com/
  8. 1 2 Willem Adriaan Rees (1867). De bandjermasinsche krijg van 1859-1863: nader toegelicht (dalam bahasa Belanda). Dutch East Indies: D.A. Thieme. hlm. 22.
  9. ↑ Abdul Rashid Melebek, Amat Juhari Moain (2006). Sejarah bahasa Melayu. Utusan Publications. ISBN 9676118095.ISBN 9789676118097
  10. 1 2 Tim Sahabat (2014). Datu-Datu Terkenal Kalimantan Selatan. Kandangan, Hulu Sungai Selatan: Sahabat. ISBN 9786021988374.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bibliografi

  • Muslich Shabir. Pemikiran Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari tentang zakat: suntingan teks dan analisis intertekstual. Nuansa Aulia, 2005. ISBN 9799966205, ISBN 9789799966209.
  • Ahmad Basuni. Djiwa jang besar (Sjech Muhammad Arsjad Bandjar). 1949
  • Khairil Anwar· Teologi Al Banjari. 2020

Pranala luar

Datu di Kalimantan Selatan
Kota Banjarmasin
Kota Banjarbaru
  • n/a
Barito Kuala
  • n/a
Banjar
Tapin
Hulu Sungai Selatan
Hulu Sungai Tengah
  • n/a
Hulu Sungai Utara
Tabalong
Balangan
Tanah Laut
Tanah Bumbu
  • n/a
Kotabaru
Pembagian datu berdasarkan lokasi ini menurut tempat mereka dimakamkan
Abad ke-3 H
Imam Asy-Syafi'i (wafat 204 H)  • Imam Ahmad (wafat 241 H)  • Imam Bukhari (wafat 256 H)  • Imam Abu Dawud (wafat 275 H)  • Imam At-Tirmidzi (wafat 279 H)  • Syeikh Juneid al-Bagdadi (wafat 298 H)
Abad ke-4 H
Imam An-Nasa'i (wafat 303 H)  • Abu Hasan al Asy'ari (wafat 324 H)  • Ibnul Haddad (wafat 345 H)  • Ar-Razi (wafat 347 H)  • Ibnul Qathan (wafat 359 H)  • Ibnul Bahran (wafat 361 H)  • Al-Qaffal al-Kabir (wafat 366 H)  • Ad-Daruquthni (wafat 385 H)  • Al-Isma'ili (wafat 392 H)  • Al-Qadhi Al-Jurjani (wafat 392 H)  • As-Susi (wafat 396 H)  • Ibnu Laal (wafat 398 H)
Abad ke-5 H
Al-Lalika'i (wafat 416 H)  • Al-Mawardi (wafat 450 H)  • Imam Al-Baihaqi (wafat 458 H)
Abad ke-6 H
Imam Al-Ghazali (wafat 505 H)  • Imam Al-Baghawi (wafat 516 H)  • Ibnu Asakir (wafat 576 H)  • Abu Syuja (wafat 593 H)
Abad ke-7 H
Al-Mundziri (wafat 656 H)  • Imam An-Nawawi (wafat 676 H)  • Imam Ar-Rafi'i (wafat 623 H)  • Ibnu Malik (wafat 672 H)  • Al-Baidhawi (wafat 691 H)  • Syaikh Ibrahim ad Dasuqi (wafat 696 H)  • Izzuddin bin Abdussalam (wafat 660 H)
Abad ke-8 H
Ibnu Katsir (wafat 774 H)  • Ibnu Daqiq al-Ied (wafat 702 H)  • Quthbuddin asy-Syirazi (wafat 710 H)  • Taqiyuddin as-Subki (wafat 756 H)  • Az-Zarkasyi (wafat 794 H)
Abad ke-9 H
Ibnu Al-Mulaqqin (wafat 804 H)  • Ibnu Ruslan (wafat 844 H)  • Ibnu Hajar Al 'Asqalani (wafat 852 H)  • Jalaluddin al-Mahalli (wafat 864 H)  • Imamul Kamiliyah (wafat 874 H)
Abad ke-10 H
Jamaluddin An-Nasyiri (wafat 911 H)  • Imam As-Suyuthi (wafat 911 H)  • Jalaluddin al-Karaki (wafat 912 H)  • Ibnu Abi Syarif (wafat 923 H)  • Abul Fatah al-Mishri (wafat 963 H)  • Hasanuddin (wafat 964 H)  • Ibnu Qassim al-'Ubaidi (wafat 994 H)  • Mirza Makhdum (wafat 995 H)
Abad ke-11 H
Nuruddin al-Raniri (wafat 1068 H)  • Syamsuddin as-Syaubari (wafat 1069 H)  • Syihabuddin al-Qaliyubi (wafat 1070 H)  • Abdul Birri al-Ajhuri (wafat 1070 H)  • Al-'Urdli (wafat 1071 H)  • Ibnu Jamal al-Makki (wafat 1072 H)  • Al-Qinai (wafat 1073 H)  • Ibrahim al-Marhumi (wafat 1073 H)  • Muhammad al-Bathini (wafat 1075 H)  • Muhammad al-Kurani (wafat 1078 H)  • Ibrahim al-Maimuni (wafat 1079 H)  • Abdul Qadir as-Shafuri (wafat 1081 H)  • Ibnu Jam'an (wafat 1083 H)  • Ibrahim al-Khiyari (wafat 1083 H)  • Al Kurdi (wafat 1084 H)  • 'Al al-Ayyubi (wafat 1086 H)  • Muhammad al-Bakri (wafat 1087 H)  • Abdul Rauf al-Fanshuri (wafat 1094 H)
Abad ke-12 H
Abdullah bin Alawi al-Haddad (wafat 1123 H)  • Muhammad al-Kurani (wafat 1145 H)  • Al 'Ajaluni (wafat 1148 H)  • Hasan al-Bani (wafat 1148 H)  • As-Safar Jalani (wafat 1150 H)  • Ad-Diri (wafat 1151 H)  • As-Suwaidi (wafat 1143 H)  • Zainuddin ad-Dirbi (wafat 1155 H)  • Al-Busthami (wafat 1157 H)  • Athaulah al-Azhari (wafat 1161 H)
Abad ke-13 H
Abdus Shamad al-Falimbani (wafat 1203 H)  • Muhammad Arsyad al-Banjari (wafat 1227 H)  • Al-Yamani (wafat 1201 H)  • Ahmad al-Khalifi (wafat 1209 H)  • Al-Baithusyi (wafat 1211 H)  • At-Takriti (wafat 1211 H)  • Ibnu Jauhari (wafat 1215 H)  •Ad-Damanhuri (wafat 1221 H)
Abad ke-14 H
Abdul Karim Tebuwung (wafat 1313 H)  • Nawawi al-Bantani (wafat 1315 H)  • Ahmad Khatib al-Minangkabawi (wafat 1334 H)  • Muhammad Saad Munqa (wafat 1339 H)  • Syeikh Muhammad Saleh al-Minankabawi (wafat 1351 H)  • Syeikh Khatib 'Ali (wafat 1353 H)  • Muhammad Jamil Jaho (wafat 1360 H)  • Hasjim Asy'ari (wafat 1367 H)  • Abdul Wahid Tabek Gadang (wafat 1369 H)  • Musthafa Husein al-Mandili (wafat 1370 H)  • Dimyathi Syafi'ie (wafat 1378 H)  • Abdul Qadir bin Abdul Mutalib al-Mandili (wafat 1385 H)  • Al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi (wafat 1388 H)  • Habib Salim bin Djindan (wafat 1389 H)  • Sulaiman ar-Rasuli (wafat 1390 H)  • Abdul Wahab Hasbullah (wafat 1391 H)  • Al-Habib Ali bin Husein al-Attas (wafat 1396 H)
Abad ke-15 H
Syeikh Muhammad Yasin al-Fadani (wafat 1410 H)  • Muhammad Zaini Abdul Ghani (wafat 1426 H)  • Al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa (wafat 1434 H)  • Sahal Mahfudz (wafat 1435 H)  • Wahbah al-Zuhayli (wafat 1436 H)
Cetak tebal adalah yang sangat terkemuka di zamannya, metode penentuan abad seorang ulama dengan tahun kematiannya, Lihat Panduan Penggunaan

|}

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan