Sabtu, 31 Oktober 2026
05:35 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Datu Pujung Amuntai

Datu Pujung Amuntai

Bagikan:
250px-Masjid_Sultan_Suriansyah_tahun_1980.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
masjid Sultan Suriansyah tahun 1980

Datu Pujung Amuntai, dikenal sebagai orang sakti dan tokoh masyarakat, khususnya di wilayah Amuntai, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Ia hidup pada pemerintahan Pangeran Suryanata hingga pemerintahan Sultan Suriansyah. Selama hidup jiwa raganya diberikannya kepada kerajaan

Nama

Dalam salah satu riwayat diceritakan, Datu Pujung Amuntai disebutkan bernama asli Aria Malangkan. [1]

Kesaktian

Selain memiliki tubuh yang besar dan kekar, masyarakat Amuntai kala itu juga mengetahui bahwa Datu Pujung Amuntai memiliki kesaktian. Seperti lari cepat, melompat sangat jauh dan pandai melipatgandakan kekuatan.

Kepribadian

setiap Sadar akan kelebihan yang dimilikinya, sebagai karunia Allah SWT yang patut disyukuri, Datu Pujung menggunakannya untuk kebaikan, dengan membantu orang. Datu pujungan tidak suka menolak tugas yang dibebankan kepada datu pujungan, meskipun tugas tersebut sangat berat. Satu hal yang amat tergambar dalam sosok Datu Pujung, adalah ketekunannya dalam menuntut dan menyempurnakan ilmu.[2]

Tiang Masjid Suriansyah

Datu Pujungan Amuntai ikut andil dalam membangun Masjid Sultan Suriansyah. Suatu hari Sultan Suriansyah memerintahkan Datu Pujung untuk mencari kayu ulin empat batang untuk tiang masjid yang akan didirikan di kuin. Setelah menerima tugas dari Sultan Suriansyah, dia langsung menuju ke arah timur. Setelah sekian lama, tiba lah di Pagatan Pulau Laut. Sayangnya ulin yang dicari belum ditemukan. Datu Pujung sempat tinggal lama di Pagatan dan sempat menjalin persahabatan dengan Datu Mabrur. Karena tak mendapatkan kayu ulin yang dimaksud, Datu Pujung kemudian menuju hulu Mahakam. Di daerah tersebut ulin yang dicari ditemukan, lalu dikepit di bawah kedua ketiak, selanjutnya dengan ilmu lari cepat, Datu Pujung membawa kayu ulin tersebut ke kerajaan Banjar. Menempuh sekitar 2 hari perjalanan dari hulu Mahakam ke Kuin, Datuju Pujung menyerahkan ulin kepada Sultan Suriansyah. Besoknya dengan melibatkan seluruh masyarakat, di bangunlah masjid tersebut. Masjid tersebut dikenal dengan nama Masjid Sultan Suriansyah di Kuin Banjarmasin Kalimantan Selatan.[3]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Asmuni, Fahrurraji. Datu-Datu Terkenal Kalimantan Selatan. Amuntai: Hemat. ISBN 9786021822432.
  2. ↑ Cerita Datu Datu Terkenal Kalimantan Selatan, Penerbit Sahabat, Kandangan Banjarmasin, 2003
  3. ↑ Usman A Gazali, Drs. H. Riwayat Datu Sanggul dan Para Datu Datu. Rantau: Pemerintah Kabupaten Tapin, 1999

Pranala luar

Datu di Kalimantan Selatan
Kota Banjarmasin
Kota Banjarbaru
  • n/a
Barito Kuala
  • n/a
Banjar
Tapin
Hulu Sungai Selatan
Hulu Sungai Tengah
  • n/a
Hulu Sungai Utara
Tabalong
Balangan
Tanah Laut
Tanah Bumbu
  • n/a
Kotabaru
Pembagian datu berdasarkan lokasi ini menurut tempat mereka dimakamkan

kn

20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan