Senin, 21 September 2026
03:05 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Kritias

Kritias adalah seorang filsuf yang termasuk golongan sofis.[1][2][3] Beberapa filsuf lain yang dikenal sebagai kaum sofis adalah Protagoras, Gorgias, Prodikos, Hippias, dan Antiphon.[1] Tidak seperti kaum sofis lain, Kritias hanya memainkan peran kecil di dalam Filsafat Yunani.[1][4]

Riwayat Hidup

Localition_Atene.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Letak Athena, tempat Kritias berkarya dalam bidang politik

Kritias hidup pada abad ke-5 SM.[5] Ia diketahui berumur lebih muda dari Sokrates.[2] Ia berasal dari Athena dan memainkan peranan penting di dalam politik kota itu.[2]

Pemikiran tentang Hukum dan Agama

Kritias berpendapat bahwa agama, yakni dewa-dewi, ditemukan oleh penguasa-penguasa negara.[2][3][5] Fungsi dari dewa-dewi tersebut adalah untuk menekan warga negara supaya taat pada hukum.[2][3] Menurut Kritias, kebanyakan pelanggaran dapat diadili melalui hukum, tetapi selalu saja ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan secara tersembunyi dan tidak diketahui oleh orang lain.[2][3] Di sinilah dewa-dewi berfungsi untuk menghukum orang-orang yang melanggar hukum secara diam-diam.[2][3] Dengan demikian, semua warga negara akan tunduk pada penguasa.[2][3]

Referensi

  1. 1 2 3 (Inggris)John Gibert. 2003. "The Sofists". In The Blackwell Companion to Ancient Philosophy. Christopher Shields, ed. 27-50. Malden: Blackwell.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 K. Bertens. 1990. Sejarah Filsafat Yunani. Yogyakarta: Kanisius. Hal. 74-75.
  3. 1 2 3 4 5 6 Simon Petrus L. Tjahjadi. 2004. Petualangan Intelektual. Yogyakarta: Kanisius. Hal. 35.
  4. (Inggris)Michael Gagarin. 2002. Antiphon the Athenian: Oratory, Law, and Justice in the Age of the Sophists. Austin: University of Texas Press. P. 5 n. 9.
  5. 1 2 (Inggris)"The Study and Classification of Religions". 1997. In The New Encyclopaedia Britannica Volume 26. Chicago: Encyclopaedia Britannica Inc. P. 511.

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan