Jumat, 06 November 2026
13:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Kritias

Bagikan:

Kritias adalah seorang filsuf yang termasuk golongan sofis.[1][2][3] Beberapa filsuf lain yang dikenal sebagai kaum sofis adalah Protagoras, Gorgias, Prodikos, Hippias, dan Antiphon.[1] Tidak seperti kaum sofis lain, Kritias hanya memainkan peran kecil di dalam Filsafat Yunani.[1][4]

Riwayat Hidup

Localition_Atene.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Letak Athena, tempat Kritias berkarya dalam bidang politik

Kritias hidup pada abad ke-5 SM.[5] Ia diketahui berumur lebih muda dari Sokrates.[2] Ia berasal dari Athena dan memainkan peranan penting di dalam politik kota itu.[2]

Pemikiran tentang Hukum dan Agama

Kritias berpendapat bahwa agama, yakni dewa-dewi, ditemukan oleh penguasa-penguasa negara.[2][3][5] Fungsi dari dewa-dewi tersebut adalah untuk menekan warga negara supaya taat pada hukum.[2][3] Menurut Kritias, kebanyakan pelanggaran dapat diadili melalui hukum, tetapi selalu saja ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan secara tersembunyi dan tidak diketahui oleh orang lain.[2][3] Di sinilah dewa-dewi berfungsi untuk menghukum orang-orang yang melanggar hukum secara diam-diam.[2][3] Dengan demikian, semua warga negara akan tunduk pada penguasa.[2][3]

Referensi

  1. 1 2 3 (Inggris)John Gibert. 2003. "The Sofists". In The Blackwell Companion to Ancient Philosophy. Christopher Shields, ed. 27-50. Malden: Blackwell.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 K. Bertens. 1990. Sejarah Filsafat Yunani. Yogyakarta: Kanisius. Hal. 74-75.
  3. 1 2 3 4 5 6 Simon Petrus L. Tjahjadi. 2004. Petualangan Intelektual. Yogyakarta: Kanisius. Hal. 35.
  4. ↑ (Inggris)Michael Gagarin. 2002. Antiphon the Athenian: Oratory, Law, and Justice in the Age of the Sophists. Austin: University of Texas Press. P. 5 n. 9.
  5. 1 2 (Inggris)"The Study and Classification of Religions". 1997. In The New Encyclopaedia Britannica Volume 26. Chicago: Encyclopaedia Britannica Inc. P. 511.

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan