Senin, 02 November 2026
17:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Thrasymakos

Bagikan:

Thrasymakos adalah seorang filsuf yang digolongkan sebagai kaum sofis.[1] Sebagaimana kaum sofis umumnya, ia bekerja sebagai guru dan mendapat upah dari pengajarannya itu.[2] Kemudian ia juga berkeliling dari satu tempat ke tempat yang lain untuk mengajar.[2][3] Selain itu, ia terkenal dalam bidang retorika dan juga berbicara dalam bidang etika.[2] Dalam bidang retorika, Thrasymakos adalah salah seorang sofis yang menjadi pionir.[2] Aristoteles menyebutnya sebagai penerus dari Tisias.[2]

Thrasymakos meninggalkan karya-karya tulisan dalam jumlah besar, seperti "Panduan Utama" (The Great Text-Book), "Subyek-subyek bagi Seni Berpidato" (Subjects for Oratory), Prooemia, "Jumlah yang berlebih-lebihan" (Preponderance), dan karya-karya lain yang berkaitan dengan retorika.[4] Akan tetapi, saat ini hanya ada sedikit sumber yang tersisa mengenai Thrasymakos dan pemikirannya.[5] Satu-satunya fragmen tulisan langsung dari Thrasymakos yang tersisa kini adalah sebuah pidato yang menampilkan gaya retorika Thrasymakos.[2][4]

Riwayat Hidup

250px-Istanbul_and_Bosporus_big.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Selat Bosporus

Thrasymakos berasal dari kota Chalcedon di Bosporus, yang merupakan koloni dari Megara.[2] Ia diketahui hidup dan berkarya pada pertengahan kedua dari abad ke-5 SM.[4] Hanya ada dua sumber kuno yang berbicara soal periode kehidupan dari Thrasymakos.[2] Pertama, buku The Banqueters karya Aristophanes menyinggung keberadaan Thrasymakos.[2] Buku tersebut ditulis pada tahun 427 SM sehingga dapat disimpulkan bahwa pada tahun tersebut Thrasymakos telah dikenal di Athena.[1][2] Kedua, di dalam karya Plato yang berjudul "Republik", terdapat sebuah kalimat dari perkataan-perkataan Thrasymakos yang menunjukkan ia hidup pada saat Arkhelaos, raja Macedonia, melakukan serangan ke Thessaly.[1][2] Serangan tersebut dilakukan antara tahun 413 SM hingga 399 SM.[2]

Pemikiran

Retorika

Di dalam bidang retorika, Thrasymakos terkenal karena menemukan gaya yang dinamakan "jalan tengah".[2][3] Dalam caranya membuat suatu tulisan, ia memperhatikan teknik dengan saksama dan juga berupaya menggugah emosi dari para pendengarnya.[2] Selain itu, ia juga bereksperimen dengan menggunakan irama prosa.[2]

Tentang Politik

Satu-satunya sumber kuno yang berbicara tentang pandangan politik Thrasymakos adalah buku "Republik" dari Plato.[3] Akan tetapi, pandangan Plato yang negatif terhadap Thrasymakos di dalamnya membuat otentisitas historisnya diragukan.[2][3] Di situ, Thrasymakos digambarkan sebagai lawan Sokrates yang menyatakan bahwa "keadilan hanya membawa keuntungan bagi yang kuat".[1][2][3] Pihak yang kuat yang dimaksud di sini adalah yang berkuasa.[3]

Menurut W.C.K. Guthrie, Thrasymakos berbicara demikian untuk melawan pandangan Sokrates yang terlalu optimi terhadap keadilan.[2] Thrasymakos ingin menunjukkan bagaimana kenyataan yang terjadi ternyata berbeda.[2] Para penguasa memerintah untuk memperluas kekuasaannya, dan bila hukum-hukum yang mereka buat ditaati, hal itu disebut sebagai keadilan.[2] Akan tetapi, bila hukum-hukum ditaati, maka kepentingan orang lain juga akan terpenuhi.[2] Thrasymakos mengatakan bahwa jikalau ada subjek yang hanya ingin memenuhi kepentingan sendiri dan tidak peduli dengan kepentingan orang lain, subjek tersebut tidak adil.[2] Karena itu, untuk menjadi adil, seseorang harus mengikuti hukum yang dibuat penguasa, meskipun penguasa itu sendiri tidak adil sebab mencari kepentingannya sendiri.[2] Dengan demikian, meskipun penguasa tersebut 'tidak adil', tetapi kita harus tetap menaati hukum dan menjadi adil.[2] Penguasa yang 'tidak adil' itu, bagaimanapun juga akan dipandang sebagai penguasa yang berhasil sehingga disanjung oleh masyarakat, walaupun sebenarnya mereka tidak memiliki keadilan tersebut.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 (Inggris)Edward Zeller. 1957. Outlines of the History of Greek Philosophy. New York: Meridian Books. P. 107.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 (Inggris)W.C.K. Guthrie. 1977. The Sophist. London: Cambridge University Press. P. 294-298.
  3. 1 2 3 4 5 6 (Inggris)Robert Audi, ed. 1999. "Thrasymachus". In The Cambridge Dictionary of Philosophy. London: Cambridge University Press. P. 918.
  4. 1 2 3 (Inggris)Kathleen Freeman. 1952. Ancilla to the Pre-Socratic Philosophers. Oxford: Basil Blackwell. P. 141-142.
  5. ↑ (Inggris)Paul Woodruff. 1999. "Rhetoric and Relativism: Protagoras and Gorgias". In The Cambridge Companion to Early Greek Philosophy. A.A. Long, 290-310. London: Cambridge University Press. P. 292.

Lihat Juga

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan