Selasa, 03 November 2026
09:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Arkhelaos

Arkhelaos

Bagikan:
250px-Map_Ciudades_Antiguas_Asia_Menor.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Ionia kuno, yang terletak di sebelah Timur Laut Aegea.

Arkhelaos adalah seorang filsuf Athena pertama.[1] Ia adalah murid dari Anaxagoras dan sekaligus pengganti filsuf tersebut.[1][2][3][4] Selain itu, ia juga dikenal sebagai guru dari Sokrates.[2][3][4] Filsafatnya meneruskan garis Mazhab Ionia[5] Sayangnya, tidak ada fragmen dari tulisan Arkhelaos yang tertinggal kini.[1]

Riwayat Hidup

250px-Anaxagoras.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anaxagoras, guru dari Arkhelaos

Arkhelaos berasal dari Athena atau Miletos.[1] Ia hidup pada abad ke-5 SM.[4] Dia diketahui sebagai filsuf pertama yang membawa filsafat alam dari Ionia ke Athena.[1] Selain itu, ia juga merupakan filsuf alam terakhir karena Sokrates membawa tren baru di dalam filsafat Yunani, yakni filsafat moral.[1]

Pemikiran

Etika

Arkhelaos menyatakan bahwa penilaian atas segala sesuatu didasarkan pada kesepakatan.[4] Hukum, keadilan, dan kehormatan, tidak lain ditentukan oleh kesepakatan saja.[1]

Prinsip Perubahan-Perubahan

Arkhelaos menyatakan bahwa prinsip segala perubahan adalah adanya pemisahan antara yang panas dan yang dingin.[1] Panas menyebabkan perubahan sedangkan dingin menyebabkan kebekuan.[1]

Alam Semesta

Ketika air mengalami pencairan, ia bergerak ke tengah di mana air terbakar sehingga menjadi udara dan bumi.[1] Udara terletak di bagian atas sedangkan bumi terletak di bawahnya.[1] Bumi terletak di tengah alam semesta.[1] Udara kemudian terbakar dan muncullah benda-benda angkasa.[1] Benda angkasa yang terbesar adalah matahari sedangkan yang kedua terbesar adalah bulan.[1] Selain itu, Arkhleaos juga menyatakan letak langit miring dan karena itulah sinar matahari mampu sampai ke bumi.[1] Sinar matahari yang sampai ke bumi membuat udara menjadi transparan dan bumi menjadi kering.[1]

Makhluk Hidup

Manusia dan hewan-hewan tercipta ketika bagian bawah bumi mengalami pemanasan sehingga yang panas dan yang dingin bercampur.[1] Semua hewan dan manusia memiliki cara hidup yang sama yakni hidup dari lumpur.[1] Usia mereka juga pendek. Perlahan-lahan, manusia memisahkan diri dari hewan lainnya.[1] Manusia memilih pemimpin mereka, menetapkan hukum-hukum, membuat kota, dan sebagainya.[1] Arkhelaos menyatakan juga bahwa semua mahkhluk memiliki pikiran.[1] Hanya saja pada makhluk-makhluk tertentu, pemikiran lebih cepat berkembang ketimbang yang lainnya.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 (Inggris)Jonathan Barnes. 2001. Early Greek Philosophy. London: Penguin.
  2. 1 2 K. Bertens. 1990. Sejarah Filsafat Yunani. Yogyakarta: Kanisius.
  3. 1 2 (Inggris)Frederick Copleston. 1993. A History of Philosophy. New York: Doubleday. P. 97.
  4. 1 2 3 4 (Inggris)Albert E. Avey. 1954. Handbook in the History of Philosophy. New York: Barnes & Noble. P. 16.
  5. ↑ (Inggris)Jaap Mansfeld. 1999. "Sources". In The Cambridge Companion to Early Philosophy, ed. A.A. Long ed., 22-44 n. 35. London: Cambridge University Press.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan