Selasa, 29 September 2026
04:29 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Kritias

Kritias adalah seorang filsuf yang termasuk golongan sofis.[1][2][3] Beberapa filsuf lain yang dikenal sebagai kaum sofis adalah Protagoras, Gorgias, Prodikos, Hippias, dan Antiphon.[1] Tidak seperti kaum sofis lain, Kritias hanya memainkan peran kecil di dalam Filsafat Yunani.[1][4]

Riwayat Hidup

Localition_Atene.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Letak Athena, tempat Kritias berkarya dalam bidang politik

Kritias hidup pada abad ke-5 SM.[5] Ia diketahui berumur lebih muda dari Sokrates.[2] Ia berasal dari Athena dan memainkan peranan penting di dalam politik kota itu.[2]

Pemikiran tentang Hukum dan Agama

Kritias berpendapat bahwa agama, yakni dewa-dewi, ditemukan oleh penguasa-penguasa negara.[2][3][5] Fungsi dari dewa-dewi tersebut adalah untuk menekan warga negara supaya taat pada hukum.[2][3] Menurut Kritias, kebanyakan pelanggaran dapat diadili melalui hukum, tetapi selalu saja ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan secara tersembunyi dan tidak diketahui oleh orang lain.[2][3] Di sinilah dewa-dewi berfungsi untuk menghukum orang-orang yang melanggar hukum secara diam-diam.[2][3] Dengan demikian, semua warga negara akan tunduk pada penguasa.[2][3]

Referensi

  1. 1 2 3 (Inggris)John Gibert. 2003. "The Sofists". In The Blackwell Companion to Ancient Philosophy. Christopher Shields, ed. 27-50. Malden: Blackwell.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 K. Bertens. 1990. Sejarah Filsafat Yunani. Yogyakarta: Kanisius. Hal. 74-75.
  3. 1 2 3 4 5 6 Simon Petrus L. Tjahjadi. 2004. Petualangan Intelektual. Yogyakarta: Kanisius. Hal. 35.
  4. ↑ (Inggris)Michael Gagarin. 2002. Antiphon the Athenian: Oratory, Law, and Justice in the Age of the Sophists. Austin: University of Texas Press. P. 5 n. 9.
  5. 1 2 (Inggris)"The Study and Classification of Religions". 1997. In The New Encyclopaedia Britannica Volume 26. Chicago: Encyclopaedia Britannica Inc. P. 511.

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan