| Pengembang | |
|---|---|
| Keluarga perangkat lunak | Mirip Unix (Linux) |
| Model sumber | Berpemilik dengan komponen sumber terbuka |
| Rilis perdana | 15 Juni 2011;15 tahun lalu (2011-06-15)[1] |
| Rilis stabil terkini | 16765.51.0 (Peramban: 152.0.7977.132) / 24 September 2026;4 hari lalu (2026-09-24)[2] |
| Repositori | |
| Tersedia dalam | Multibahasa |
| Metode pemutakhiran | Rolling release |
| Manajer paket | Portage (pada mode pengembang) |
| Dukungan platform | ARM32, ARM64, IA-32, x86-64 |
| Tipe kernel | Monolitik (Kernel Linux) |
| Antarmuka bawaan | Google Chrome / Antarmuka Aura (Ash) |
| Lisensi | Lisensi Berpemilik Google ChromeOS[3] |
| Situs web resmi | chromeos.google |
ChromeOS (kadang digayakan sebagai chromeOS dan sebelumnya ditulis sebagai Chrome OS)[4] adalah sistem operasi berbasis Linux berpemilik yang dirancang dan dikembangkan oleh Google. Sistem operasi ini diturunkan dari proyek sumber terbuka ChromiumOS (yang basis pengembangannya bertumpu pada Gentoo Linux) dan menggunakan peramban web Google Chrome sebagai antarmuka pengguna utamanya.[5]
Pada awal peluncurannya, ChromeOS dirancang murni sebagai klien tipis (thin client), di mana aplikasi dan data pengguna sepenuhnya berada di lingkungan komputasi awan. Dalam perkembangannya, ChromeOS telah bertransformasi menjadi platform komputasi serbaguna yang tidak hanya menjalankan aplikasi web progresif (progressive web app), tetapi juga aplikasi Android secara terisolasi via Google Play serta lingkungan desktop Linux mandiri.[6][7]
ChromeOS umumnya terpasang langsung pada perangkat keras mitra pabrikan Google yang dipasarkan dengan jenama Chromebook (laptop), Chromebox (komputer meja mini), Chromebase (komputer meja terpadu/all-in-one), dan tablet cerdas. Sejak tahun 2022, Google juga merilis varian resmi bernama ChromeOS Flex yang dapat dipasang bebas pada komputer meja dan laptop berbasis x86-64 lama untuk menggantikan sistem operasi Windows atau macOS.[8]
Sejarah
Gagasan awal ChromeOS dicetuskan pada tahun 2006 oleh insinyur Google, Jeff Nelson, dengan nama kode proyek "Google OS", yakni distribusi Linux yang dirancang untuk kecepatan memuat sistem.[9] Proyek ini diumumkan secara resmi ke publik pada tanggal 7 Juli 2009 oleh Sundar Pichai.[1]
Pada tanggal 19 November 2009, Google merilis kode sumbernya melalui proyek sumber terbuka ChromiumOS.[10] Pada tahap awal ini, Google menjalin kemitraan dengan Canonical Ltd sehingga ChromiumOS awalnya dibangun di atas fondasi Ubuntu. Namun, pada Februari 2010, tim pengembang beralih ke Gentoo Linux demi fleksibilitas sistem manajemen paket Portage.
Era Chromebook awal (2010–2012)
Pada Desember 2010, Google membagikan laptop purwarupa tanpa merek berlabel Cr-48 kepada para pengembang dan penguji dalam program percontohan.[11] Perangkat komersial pertama resmi diluncurkan pada 15 Juni 2011 melalui kemitraan dengan Samsung (Samsung Series 5) dan disusul oleh model dari Acer (Acer AC700).
Pada April 2012, Google merilis pembaruan antarmuka besar pertama yang meninggalkan konsep jendela penjelajah tunggal dengan memperkenalkan pengelola jendela terakselerasi perangkat keras bernama "Aura" serta bilah tugas (taskbar) konvensional.[12] Langkah ini membuat tata kelola ChromeOS lebih akrab bagi pengguna sistem operasi desktop konvensional. Di tahun yang sama, Google meluncurkan Chromebox pertama dan Chromebook berbasis prosesor berarsitektur ARM (Samsung Exynos).
Chromebook Pixel dan ekspansi pasar (2013–2020)
Pada Februari 2013, Google meluncurkan Chromebook Pixel, perangkat ChromeOS kelas premium pertama yang dirancang langsung oleh Google dengan layar sentuh beresolusi tinggi (2.560 × 1.700).[13]
Adopsi Chromebook melonjak pesat di sektor pendidikan (K–12) berkat kemudahan pengelolaan terpusat, ketahanan sistem, dan harga yang terjangkau. Memasuki tahun 2020, didorong oleh kebutuhan pembelajaran jarak jauh dan kerja dari rumah akibat pandemi COVID-19, volume penjualan ChromeOS secara global sempat melampaui penjualan komputer Macintosh dan menempati urutan kedua sistem operasi komputer desktop terpopuler di dunia setelah Windows.[14]
Perkembangan modern dan integrasi Android (2021–sekarang)
Pada Juli 2021, subsistem pengontrol tersemat (embedded controller) pada ChromeOS dimodifikasi agar berjalan di atas sistem operasi waktu-nyata Zephyr.[15] Pada tahun 2023, Google mengumumkan komitmen pemberian pembaruan perangkat lunak dan keamanan otomatis selama 10 tahun bagi seluruh model Chromebook yang diproduksi sejak 2019.[16]
Pada tahun 2025, Google mengonfirmasi strategi peleburan arsitektur teknis antara ChromeOS dan sistem operasi Android (di bawah nama kode Aluminium OS). Langkah ini bertujuan menyatukan tumpukan teknologi dasar (kernel dan subsistem perangkat keras) agar pembaruan fitur kecerdasan buatan (Google Gemini) serta integrasi aplikasi lintas laptop dan tablet dapat dikembangkan dalam satu fondasi terpadu.[17]
Perangkat keras
Perangkat keras yang dirancang khusus untuk menjalankan ChromeOS meliputi:
- Chromebook: Komputer jinjing (laptop) dari berbagai produsen seperti Acer, Asus, Dell, HP, Lenovo, dan Samsung.
- Chromebox: Komputer meja ringkas yang ditujukan untuk perkantoran, sistem kasir, papan reklame digital, atau ruang rapat.
- Chromebase: Komputer meja terpadu (all-in-one) yang menggabungkan layar monitor, kamera web, pengeras suara, dan sistem komputasi dalam satu unit.
- Chromebit: Peranti berbentuk stik HDMI yang diluncurkan pada tahun 2015 untuk mengubah monitor televisi biasa menjadi komputer fungsional.
ChromeOS Flex
ChromeOS Flex adalah edisi gratis ChromeOS yang diluncurkan Google pada Juli 2022 menyusul akuisisi perusahaan Neverware (pengembang CloudReady) pada tahun 2020.[18] ChromeOS Flex dirancang khusus untuk dipasang pada komputer meja dan laptop lawas berbasis prosesor Intel atau AMD (x86-64) agar peranti lama tetap dapat beroperasi secara cepat dan aman.
Berbeda dengan ChromeOS standar yang terpasang bawaan di Chromebook, ChromeOS Flex tidak mendukung subsistem aplikasi Android (Google Play Store) karena adanya keterbatasan kompatibilitas sertifikasi perangkat keras arsitektur terbuka.[19]
Ekosistem aplikasi
Aplikasi web dan penghentian Chrome Apps
Awalnya, aplikasi ChromeOS mengandalkan aplikasi web berformat HTML5, JavaScript, dan CSS, termasuk format aplikasi terkemas (Chrome Apps) yang dapat dibuka tanpa bilah URL peramban. Pada tahun 2020, Google resmi menghentikan penerimaan Chrome Apps baru dan secara bertahap menghapus dukungan teknologi tersebut guna mengalihkan ekosistem pengembang ke standar terbuka progressive web app (PWA) dan ekstensi peramban modern.
Aplikasi Android (ARCVM)
Dukungan menjalankan aplikasi Android dimulai lewat uji coba App Runtime for Chrome (ARC) pada 2014, sebelum digantikan oleh lingkungan kontainer ARC++ pada 2016 yang menghadirkan Google Play Store secara penuh.[20]
Mulai tahun 2021, Google memutakhirkan arsitektur ini menjadi ARCVM (berbasis mesin virtual Android 11 dan kemudian ditingkatkan ke Android 13). ARCVM mengisolasi seluruh tumpukan aplikasi Android di dalam lingkungan virtualisasi ketat demi meningkatkan integritas keamanan sistem inti ChromeOS.[21]
Aplikasi Linux (Crostini)
ChromeOS mendukung eksekusi aplikasi desktop Linux secara resmi melalui lingkungan bernama Crostini. Berbeda dengan skrip modifikasi masa lalu seperti Crouton yang mewajibkan penonaktifan proteksi keamanan sistem, Crostini memanfaatkan monitor mesin virtual bawaan ChromeOS (crosvm) dan kontainer LXD. Di dalam lingkungan ini, citra dasar Debian (saat ini menggunakan Debian 12 Bookworm) dijalankan secara independen sehingga pengguna dapat memasang perkakas pengembang, IDE seperti Visual Studio Code, serta aplikasi grafis Linux menggunakan manajer paket APT tanpa merusak sistem utama.[22]
Permainan video (Steam)
Pada versi 119 (akhir 2023), Google menghadirkan rintisan program Steam for Chromebook (Beta) melalui proyek berkode Borealis. Program ini memanfaatkan mesin virtual turunan Arch Linux yang dirancang khusus untuk menjalankan pustaka permainan PC pada Chromebook yang memenuhi spesifikasi perangkat keras menengah ke atas.[23]
Arsitektur dan keamanan
ChromeOS menerapkan prinsip pertahanan berlapis (defense in depth) yang terdiri dari beberapa pilar:
- Booting Terverifikasi (Verified Boot): Pada setiap proses awal penyalaan, kode pembuka yang tersimpan di dalam memori baca-saja (ROM) memverifikasi tanda tangan kriptografi kernel Linux. Jika terdeteksi adanya modifikasi berkas sistem yang tidak sah atau korupsi data, sistem secara otomatis melakukan pemulihan dari partisi cadangan yang masih murni.[24]
- Kotak Pasir (Sandboxing): Seluruh aplikasi, tab peramban, dan lingkungan subsistem dijalankan dalam batas isolasi proses yang ketat sehingga pembobolan pada salah satu halaman situs web tidak dapat merembes ke sistem operasi atau data pengguna lain.
- Enkripsi Data Penuh: Semua data pengguna pada ruang simpan lokal dienkripsi secara otomatis menggunakan kunci kriptografi yang terikat dengan cip TPM (atau cip keamanan Titan buatan Google).
- Pembaruan Nir-sela: Sistem operasi memiliki dua partisi sistem ganda (A/B). Pembaruan versi diunduh dan dipasang pada partisi latar belakang yang pasif saat perangkat digunakan; pengguna cukup memulai ulang perangkat untuk langsung beralih ke partisi versi baru dalam hitungan detik.
Lihat pula
Referensi
- 1 2 Pichai, Sundar (7 Juli 2009). "Introducing the Google Chrome OS". Official Google Blog. Google, Inc. Diakses tanggal 11 Juli 2012.
- ↑ "Stable Channel Update for ChromeOS / ChromeOS Flex". Chrome Releases. 24 September 2026. Diakses tanggal 26 September 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Google Chrome OS Terms of Service". Google. Diakses tanggal 5 September 2012.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Peters, Jay (14 Juli 2022). "It's ChromeOS now, not Chrome OS". The Verge. Diakses tanggal 14 Juli 2022.
- ↑ Vaughan-Nichols, Steven J. "The secret origins of Google's ChromeOS". ZDNet. Diakses tanggal 27 Oktober 2020.
- ↑ "Install Android apps on your Chromebook", Chromebook help, Google, Inc., 2022, diakses tanggal 16 Juni 2022
- ↑ "Set up Linux on your Chromebook", Chromebook help, Google, Inc., 2022, diakses tanggal 16 Juni 2022
- ↑ "Your Windows 10 PC isn't dead yet - this OS from Google can revive it". ZDNET. Diakses tanggal 13 Desember 2025.
- ↑ "Inventing Chromebook". 13 November 2012. Diakses tanggal 14 Desember 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Sengupta, Caesar (19 November 2009). "Releasing the Chromium OS open source project". Google, Inc. Diakses tanggal 19 November 2009.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Chan, Casey (7 Desember 2010). "Here's the Cr-48, The First Chrome OS Laptop You Can Never Buy". Gizmodo. Diakses tanggal 9 Januari 2019.
- ↑ Lardinois, Frederic (9 April 2012). "Google's Chrome OS Will Soon Look More Like Windows Than A Browser". TechCrunch. Diakses tanggal 2 Juni 2013.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Google unveils its first touchscreen Chromebook Pixel". BBC News. 21 Februari 2013. Diakses tanggal 12 Januari 2019.
- ↑ Protalinski, Emil (16 Februari 2021). "Chromebooks outsold Macs worldwide in 2020, cutting into Windows market share". GeekWire. Diakses tanggal 13 Agustus 2021.
- ↑ Vaughan-Nichols, Steven J. (14 Februari 2023). "ChromeOS now runs on top of Linux and Zephyr". The Register. Diakses tanggal 18 Februari 2023.
- ↑ "Chromebooks will now get regular updates for up to 10 years". androidcentral.com. 15 September 2023. Diakses tanggal 24 Mei 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Benedetto, Antonio G. Di (15 Juli 2025). "Our biggest questions about ChromeOS and Android merging". The Verge. Diakses tanggal 12 Desember 2025.
- ↑ Salter, Jim (16 Desember 2020). "Google bought CloudReady, the largest ChromiumOS distribution". Ars Technica. Diakses tanggal 19 April 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Differences between ChromeOS Flex and ChromeOS". support.google.com. Diakses tanggal 19 April 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "The Play Store comes to Chrome OS, but not the way we were expecting". Ars Technica. 19 Mei 2016. Diakses tanggal 22 Februari 2017.
- ↑ "Making Android Runtime on ChromeOS more secure and easier to upgrade with ARCVM". chromeOS.dev. 29 Maret 2022. Diakses tanggal 16 Maret 2024.
- ↑ "Linux on ChromeOS". chromeos.dev. Diakses tanggal 12 Agustus 2025.
- ↑ "ChromeOS 119 finally brings Steam gaming on Chromebooks to the masses". Chrome Unboxed. 16 November 2023. Diakses tanggal 15 Maret 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Security Overview". The Chromium Projects. Diakses tanggal 25 November 2009.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
- Situs web resmi
- Blog rilis resmi pembaruan ChromeOS
- Laman proyek sumber terbuka ChromiumOS
- Laman resmi ChromeOS Flex
| Kernel |
| ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Manajemen proses | |||||
| Manajemen memori | |||||
| Akses penyimpanan dan sistem berkas | |||||
| Contoh | |||||
| Konsep lainnya | |||||