Minggu, 20 September 2026
16:24 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Paus sikat kerdil

Paus sikat kerdil

Paus sikat kerdil[1]
Rentang waktu: 6.2–0 jtyl Miosen Akhir – Sekarang[2]
250px-Pygmy_right_whale.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Paus sikat kerdil di lepas pantai selatan Australia
250px-Pygmy_right_whale_size.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perbandingan ukuran dengan manusia rata-rata
CITES Apendiks I (CITES)[4]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Infraordo: Cetacea
Famili: Cetotheriidae
Subfamili: Neobalaeninae
(Gray, 1873)
Genus: Caperea
Gray, 1864
Spesies:
C. marginata
Nama binomial
Caperea marginata
(Gray, 1846)
250px-Cetacea_range_map_Pygmy_Right_Whale.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persebaran paus sikat kerdil

Paus sikat kerdil (Caperea marginata) adalah sebuah spesies paus balin, dan menjadi satu-satunya spesies pada genus Caperea. Genus monotipik ini barangkali masuk kedalam famili cetotheriidae, yaitu sebuah famili paus balin yang dianggap telah punah sampai tahun 2012;[5] Spesies ini sekarang telah dianggap sebagai satu-satunya anggota pada famili Neobalaenidae.[6] Pertamakali dideskripsikan oleh John Edward Gray pada 1846, spesies ini menjadi yang terkecil di antara paus-paus balin lainnya, dengan panjang antara 6 dan 6,5 meter (20 dan 21 ft) dan berat sekitar 3.000 dan 3.500 kilogram (6.610 dan 7.720 pon). Meski nama umumnya demikian, mereka barangkali memiliki lebih banyak kesamaan dengan paus kelabu dan rorkual daripada paus kepala busur dan paus sikat.[6]

Paus sikat kerdil dapat ditemukan di perairan iklim sedang di belahan Bumi selatan, dan memakan copepoda dan kril. Sedikit yang para ahli ketahui mengenai populasi dan perilaku sosialnya. Tidak seperti kebanyakan paus balin lainnya, spesies ini jarang dieksploitasi manusia.

Referensi

  1. Mead, James G.; Brownell, Robert L., Jr. (16 November 2005). "Order Cetacea (pp. 723-743)". Dalam Wilson, Don E., and Reeder, DeeAnn M., eds (ed.). [http://google.com/books?id=JgAMbNSt8ikC&pg=PA723 Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference] (Edisi 3rd). Baltimore: Johns Hopkins University Press, 2 vols. (2142 pp.). ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494. {{cite book}}: |editor= memiliki nama generik; |ref=harv tidak valid; Tautan eksternal dalam |title=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Cooke, J.G. (2018). "Caperea marginata". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2018 e.T3778A50351626. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T3778A50351626.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 14 Januari 2022.
  4. Fordyce, R. E.; Marx, F. G. (2013). "The pygmy right whale Caperea marginata: the last of the cetotheres". Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences. 280 (1753): 1–6. doi:10.1098/rspb.2012.2645. PMC 3574355. PMID 23256199.
  5. 1 2 Kemper, Catherine (2008). "Pygmy Right Whale". Dalam Perrin, W.; Wursig, B.; Thewissen, J. (ed.). Encyclopedia of Marine Mammals. Academic Press. hlm. 939–41.
Ordo Cetacea yang masih hidup
Balaenidae
Balaena
Eubalaena
Balaenopteridae
Balaenoptera
Megaptera
Eschrichtiidae
Eschrichtius
Neobalaenidae
Caperea
Delphinidae
Cephalorhynchus
Delphinus
Feresa
Globicephala
Grampus
Lagenodelphis
Lagenorhynchus
Lissodelphis
Orcaella
Orcinus
Peponocephala
Pseudorca
Sotalia
Sousa
Stenella
Steno
Tursiops
Monodontidae
Delphinapterus
Monodon
Phocoenidae
Neophocaena
Phocoena
Phocoenoides
Physeteridae
Physeter
Kogiidae
Kogia
Iniidae
Inia
Lipotidae
Lipotes
Platanistidae
Platanista
Pontoporiidae
Pontoporia
Ziphiidae
(Hyperoodontidae)
Berardius
Hyperoodon
Indopacetus
Mesoplodon
Tasmacetus
Ziphius
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan