Minggu, 18 Oktober 2026
22:55 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Vaquita

Vaquita

Bagikan:
Vaquita
250px-Vaquita4_Olson_NOAA.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Vaquita_size.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ukuran dibandingkan dengan rata-rata manusia
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Phocoena
Spesies:
P. sinus
Nama binomial
Phocoena truncatus
250px-Cetacea_range_map_Vaquita.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persebaran vaquita
Artikel takson sembarang

Vaquita (Phocoena sinus) adalah spesies gondal langka yang endemik di bagian utara Teluk California. Sejak baiji (Lipotes vexillifer) diyakini telah punah pada tahun 2006,[2] vaquita menjadi cetacea yang paling terancam punah di dunia.[3] Vaquita terdaftar sebagai terancam punah karena diperkirakan jumlah individu yang menurun hingga di bawah 100 pada tahun 2014, menempatkan spesies ini dalam bahaya kepunahan.[4][5] Jumlah tersebut diperbarui menjadi sekitar 60 individu pada tahun 2015, dan kembali menurun ke angka 30 pada November 2016,[6] yang mengarah ke kesimpulan bahwa spesies ini akan segera punah. Penurunan populasi ini sebagian besar disebabkan tangkapan sampingan dari kegiatan ilegal penangkapan totoaba dengan jaring insang. Totoaba merupakan spesies endemik lain yang terancam punah.[7][8] Program penangkaran saat ini diperlukan untuk menyelamatkan spesies ini.[9][10] Namun, fasilitas penangkaran yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini diperkirakan tidak akan tersedia hingga Oktober 2017, yang dikhawatirkan akan terlambat. Selain itu, kemampuan vaquita untuk bertahan hidup dan bereproduksi sementara terbatas pada sebuah tempat yang tidak pasti.[11]

Kata vaquita adalah bahasa Spanyol yang berarti "sapi kecil".

Deskripsi

Vaquita adalah spesies terkecil dan paling terancam punah dari ordo cetacea dan endemik di ujung utara dari Teluk California. Tubuh vaquita agak gempal dan memiliki ciri khas bentuk lumba-lumba. Spesies ini dibedakan dengan lingkaran hitam di sekitar mata mereka, tompel pada bibir mereka, dan garis yang memanjang dari sirip dorsal ke mulut mereka. Punggung mereka berwarna abu-abu gelap yang memudar menjadi putih pada bagian bawah. Pada vaquita dewasa, warna abu-abu menjadi terang.[12] Vaquita betina cenderung untuk tumbuh lebih besar daripada jantan. Pada rata-rata, betina dewasa memiliki panjang 1.406 cm (554 in), dibandingkan dengan 1.349 cm (531 in) untuk jantan dewasa. Umur, pola pertumbuhan, reproduksi musiman, dan ukuran testis vaquita semua mirip ikan gondal harbor.[13] Dengan sirip yang lebih besar secara proporsional dibandingkan dengan gondal lain, dan sirip yang lebih tinggi dan lebih berbentuk sabit. Tengkorak yang lebih kecil dan moncong yang lebih pendek dan lebih luas daripada spesies lain pada genus yang sama.

Perilaku

Vaquita menggunakan suara bernada tinggi untuk berkomunikasi satu sama lain dan untuk ekolokasi dalam navigasi di habitat mereka. Mereka umumnya makan dan berenang dengan santai. Vaquita menghindari kapal. Mereka keluar ke permukaan untuk bernapas dengan lambat, gerakan maju dan kemudian menghilang dengan cepat. Kurangnya aktivitas di permukaan membuat mereka sulit untuk melakukan pengamatan. Vaquita biasanya sendirian, kecuali jika mereka disertai oleh anaknya,[14] yang menandakan mereka kurang sosial dibandingkan dengan spesies lumba-lumba lain. Mereka juga menjadi lebih kompetitif selama musim kawin.[15] Mereka adalah satu-satunya spesies yang termasuk famili lumba-lumba yang hidup di perairan hangat.[16] Vaquita merupakan predator non-selektif.[17]

Sebaran dan habitat

Habitat vaquita terbatas pada daerah utara dari Teluk California, atau Laut Cortez. Mereka tinggal di perairan dangkal dan laguna keruh di sepanjang garis pantai. Mereka jarang berenang lebih dari 30 m (100 ft) dan dikenal untuk bertahan hidup di laguna yang sangat dangkal sehingga punggung mereka menonjol di atas permukaan laut. Vaquita paling sering terlihat pada kedalaman 11 hingga 50 m (36 hingga 160 ft), 11 hingga 25 km (6,8 hingga 16 mi) dari pantai. Mereka cenderung memilih habitat dengan air yang keruh, karena mereka memiliki kandungan gizi yang tinggi, yang menjadi penting karena akan menarik ikan-ikan kecil, cumi-cumi, dan udang yang menjadi makanan mereka. Mereka mampu bertahan pada perubahan suhu yang signifikan pada perairan dan laguna yang keruh dan dangkal.

Konservasi

Vaquita dianggap paling terancam punah dari 129 spesies mamalia laut yang masih ada.[18] Hal ini telah diklasifikasikan sebagai salah satu dari 100 mamalia dengan evolusi yang berbeda dan secara global terancam punah (EDGE). Vaquita merupakan evolusi yang berbeda dari hewan lain dan tidak memiliki kerabat dekat. Hewan ini lebih mewakili pohon kehidupan dibandingkan dengan spesies lain, yang berarti mereka adalah prioritas utama bagi kampanye konservasi. Pemerintah AS telah mendaftarkan vaquita sebagai terancam punah di bawah Endangered Species Act. Hal ini juga terdaftar oleh IUCN dan CITES dalam kategori risiko kepunahan tinggi.

Penurunan populasi

250px-Vaquita3_Olson_NOAA.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seeekor vaquita berenang di latar depan, sementara perahu nelayan melakukan kegiatan perdagangan mereka di kejauhan.

Vaquita tidak pernah diburu secara langsung, namun populasi mereka menurun, sebagian besar karena hewan menjadi terjebak dalam kegiatan ilegal jaring insang yang dimaksudkan untuk menangkap totoaba. Perdagangan totoaba yang meningkat, didorong oleh permintaan dari Tiongkok (di mana mereka digunakan dalam sup, yang dianggap lezat dan juga dianggap memiliki nilai obat), sangat memperburuk masalah.

Perkiraan populasi vaquita sekitar 567 pada tahun 1997.[19] Perkiraan pada tahun 2000-an berkisar antara 150[20][21] hingga 300.

Dengan populasi mereka yang turun menjadi 85 individu pada tahun 2014,[22] Depresi penangkaran sanaki mungkin telah mulai memengaruhi kebugaran spesies ini, yang berpotensi memberikan kontribusi penurunan populasi lebih lanjut.[23]

Pada tahun 2014, perkiraan spesies turun di bawah 100 individu. Tim internasional penyelamatan vaquita menyimpulkan bahwa populasi menurun pada tingkat 18.5% per tahun, dan "spesies ini akan segera punah kecuali langkah-langkah drastis yang diambil segera." Laporan ini menganjurkan larangan penggunaan alat tangkap jenis insang akan diberlakukan pada seluruh rentang vaquita, tindakan yang diambil untuk menghilangkan penangkapan ilegal untuk totoaba, dan dengan bantuan dari Amerika Serikat dan Tiongkok, perdagangan totoaba dapat dihentikan.

Pada tanggal 16 April 2015, Presiden Meksiko Enrique Peña Nieto, mengumumkan sebuah program untuk melestarikan dan melindungi vaquita dan totoaba, termasuk dua tahun larangan alat tangkap jenis insang di daerah tersebut, patroli oleh Angkatan Laut Meksiko dan dukungan keuangan untuk nelayan.[24][25] Namun, beberapa komentator percaya bahwa langkah-langkah tersebut tidak cukup untuk memastikan kelangsungan hidup spesies ini.[26]

Pada awal Mei 2016, IUCN SSC – Cetacea Specialist Group melaporkan bahwa populasi vaquita telah menurun hingga sekitar 60 individu pada tahun 2015. Angka ini memperlihatkan penurunan sebesar 92% dari populasi tahun 1997. Pada Maret 2016, setidaknya tiga vaquita tenggelam setelah terjerat dalam alat tangkap senis insang yang dibuat untuk totoaba.[27] Laporan tersebut menyimpulkan bahwa larangan alat tangkap jenis insang perlu diperpanjang tanpa batas waktu, dengan lebih banyak penegakan hukum yang efektif, agar vaquita memiliki kesempatan untuk bertahan hidup jangka panjang. Namun, kebijakan ini tidak diberlakukan, spesies ini akan punah dalam 5 tahun.

Pada November 2016, menurut sebuah laporan yang dirilis pada bulan Februari 2017, populasi telah menurun menjadi sekitar 30 individu, dan itu menilai bahwa penangkapan beberapa vaquita yang tersisa dan melakukan program penangkaran di tempat yang aman adalah satu-satunya harapan untuk kelangsungan hidup vaquita. Menurut studi terbaru, jumlah vaquita yang masih hidup di Teluk California, Meksiko hanya tersisa sekitar 10 ekor.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Phocoena sinus". IUCN Red List of Threatened Species. 2008. IUCN: e.T17028A6735464. 2008. doi:10.2305/IUCN.UK.2008.RLTS.T17028A6735464.en. Diakses tanggal 2016-10-13. {{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  2. ↑ Turvey, S. T.; Brandon, J. R.; Richlen, M.; Pusser, L. T.; Zhang, X.; Wei, Z.; Wang, K.; Stewart, B. S.; Reeves, R. R. (22 Oktober 2007). "First human-caused extinction of a cetacean species?". Biology Letters. 3 (5): 537–540. doi:10.1098/rsbl.2007.0292. PMC 2391192. PMID 17686754.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Jaramillo-Legorreta, A.; Rojas-Bracho, L.; Brownell, R. L.; Read, A. J.; Reeves, R. R.; Ralls, K.; Taylor, B. L. (15 November 2007). "Saving the vaquita: immediate action, not more data". Conservation Biology: 1653–1655. doi:10.1111/j.1523-1739.2007.00825.x.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Johnson, Chris (3 Agustus 2014). "Report: Vaquita population declines to less than 100". Vaquita: Last Chance for the Desert Porpoise. earthOcean. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-08-12. Diakses tanggal 11 Agustus 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Report of the Fifth Meeting of the Comité Internacional para la Recuperación de la Vaquita (PDF). Ensenada, Baja California: Comité Internacional para la Recuperación de la Vaquita (CIRVA). 3 Agustus 2014. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-08-12. Diakses tanggal 12 Agustus 2014.{{cite conference}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Eighth Meeting of the Comité Internacional para la Recuperación de la Vaquita (CIRVA-8) Southwest Fisheries Science Center" (PDF). IUCN. International Committee for Recovery of the Vaquita. 1 Februari 2017. Diakses tanggal 2017-02-03.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Braulik, G. (2017-02-02). "Jan 2017 update on the decline of the Vaquita". IUCN SSC – Cetacean Specialist Group. IUCN. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-02-03. Diakses tanggal 2017-02-02.
  8. ↑ Morell, V. (2017-02-01). "World's most endangered marine mammal down to 30 individuals". Science. doi:10.1126/science.aal0692.
  9. ↑ Goldfarb, B. (2016-07-29). "Scientists mull a risky strategy to save world's most endangered porpoise". Science. doi:10.1126/science.aag0706.
  10. ↑ "URGENT NEED FOR FINANCIAL SUPPORT TO PREVENT VAQUITA EXTINCTION". National Marine Mammal Foundation. Consortium for Vaquita Conservation, Protection and Recovery. Februari 2017. Diakses tanggal 2017-02-05.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Greenpeace (2017-02-02). "Vaquita on Brink of Extinction, Only 30 Remain in the Wild". EcoWatc. Diakses tanggal 2017-02-04.
  12. ↑ Barlow, J. (2014). "Vaquita (Phocoena sinus)". EDGE of Existence programme. Zoological Society of London. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-10-26. Diakses tanggal 20 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Hohn, A. A.; Read, A. J.; Fernandez, S.; Vidal, O.; Findley, L. T. (Juni 1996). "Life history of the vaquita, Phocoena sinus (Phocoenidae, Cetacea)". Journal of Zoology. 239 (2): 235–251. doi:10.1111/j.1469-7998.1996.tb05450.x.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ "About the Vaquita". Save The Vaquita Project. Januari 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-06-10. Diakses tanggal 20 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ "Vaquitas, Phocoena sinus". MarineBio.org. MarineBio Conservation Society. 14 Januari 2013. Diakses tanggal 20 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ "Basic Facts About Vaquitas". Wild Places and Wildlife. Defenders of Wildlife. 2013. Diakses tanggal 20 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ Rojas-Bracho, L. "Vaquita (P. sinus)". Species fact Sheets. Society for Marine Mammalogy. Diakses tanggal 20 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ Pompa, S.; Ehrlich, P. R.; Ceballos, G. (16 Agustus 2011). "Global distribution and conservation of marine mammals". Proceedings of the National Academy of Sciences. 108 (33): 13600–13605. doi:10.1073/pnas.1101525108.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ "Vaquita (Phocoena sinus)".
  20. ↑ Carwardine, Mark (1995). Whales, Dolphins and Porpoises. Dorling Kindersley. ISBN 978-1-4053-5794-4. OCLC 31010070.
  21. ↑ Aquarium Passport Book, Aquarium of the Pacific, 2005.
  22. ↑ "¡Viva Vaquita!". ¡Viva.
  23. ↑ Taylor, B. L.; Rojas-Bracho, L. (Oktober 1999). "Examining the risk of inbreeding depression in a naturally rare cetacean, the vaquita (Phocoena sinus)". Marine Mammal Science. 15 (4): 1004–1028. doi:10.1111/j.1748-7692.1999.tb00875.x.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. ↑ "U.S. supports Mexico's efforts to save the vaquita". El Universal. 16 April 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-17. Diakses tanggal 2017-02-06.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. ↑ Malkin, E. (16 April 2015). "Mexico's President Rolls Out Plan to Save Endangered Porpoise". The New York Times.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. ↑ Smith, Zak (16 Maret 2015). "The Call to Ban Mexican Seafood Products Gets Louder After Mexico Announces its Plan for Vaquita Extinction". nrdc.org. Diakses tanggal 2017-02-06.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  27. ↑ Sanders, Natalie (14 Mei 2016). "Stronger protection needed to prevent imminent extinction of Mexican porpoise vaquita, new survey finds". www.iucn-csg.org. IUCN Species Survival Commission. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-06-01. Diakses tanggal 16 Mei 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Phocoena sinus.
Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Phocoena sinus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan