Minggu, 08 November 2026
03:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Buketan

Bagikan:
250px-Kain_sarong_from_Indonesia%2C_Honolulu_Museum_of_Art_10375.1.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Batik buketan koleksi Museum Honolulu.

Buketan (aksara Jawa: ꦧꦸꦏꦼꦠ꧀ꦠꦤ꧀; dari bahasa Belanda boeket atau karangan bunga) adalah salah satu motif batik populer di Indonesia. Sesuai dengan namanya, batik ini terilhami dari bentuk buket atau karangan bunga, dan merupakan salah satu contoh akulturasi budaya antara pengaruh Belanda-Eropa dan Jawa-Indonesia.[1]

Batik buketan identik dengan batik Pekalongan, tempat di mana batik ini banyak diproduksi.[2]

Rancangan

Corak batik buketan memiliki unsur utama berupa buket atau karangan bunga, biasanya diulang beberapa kali dalam suatu bidang kain. Tak jarang, unsur sulur-suluran, kupu-kupu atau burung juga ditampilkan. Warna-warna yang dipilih cenderung cerah dan mencolok seperti merah, biru, hijau, berbeda dengan batik pedalaman yang lebih gelap dan berwarna kecokelatan.[2][3]

Galeri

  • Batik buketan koleksi Museum Seni Honolulu dari Pekalongan 1890-an.
    Batik buketan koleksi Museum Seni Honolulu dari Pekalongan 1890-an.
  • Batik Buketan, Pelalongan
    Batik Buketan, Pelalongan
  • Batik buketan dari abad ke-19
    Batik buketan dari abad ke-19
  • Batik Buketan, Pelalongan.
    Batik Buketan, Pelalongan.
  • Buketan dengan warna latar merah.
    Buketan dengan warna latar merah.
  • Batik buketan bertema biru
    Batik buketan bertema biru
  • Batik tulis dari Lasem
    Batik tulis dari Lasem
  • Kain batik buketan adalah salah satu motif populer untuk digunakan bersama kebaya.
    Kain batik buketan adalah salah satu motif populer untuk digunakan bersama kebaya.
  • Kebaya dengan kain batik buketan.
    Kebaya dengan kain batik buketan.
  • Pengaplikasian motif buketan pada media lain.
    Pengaplikasian motif buketan pada media lain.
  • Buketan tanpa pengulangan.
    Buketan tanpa pengulangan.
  • Buketan dengan bunga-bunga yang berukuran lebih kecil.
    Buketan dengan bunga-bunga yang berukuran lebih kecil.
  • Kain panjang dengan corak buketan, koleksi Museum Honolulu.
    Kain panjang dengan corak buketan, koleksi Museum Honolulu.

Catatan kaki

  1. ↑ Ishwara, Helen (2013-07-29). Benang Raja. Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-979-9106-01-8.
  2. 1 2 "Menilik Makna di Balik Mahakarya 7 Motif Batik di Indonesia - Indonesia Travel". www.indonesia.travel. Diakses tanggal 2022-12-17.
  3. ↑ "Motif Batik Buketan". batikindonesia.com (dalam bahasa American English). 2021-07-16. Diakses tanggal 2022-12-17.
Jenis pembuatan
Alat dan bahan
Kelas sosial
Daerah
Corak
Sumatra
Jawa
Kalimantan
Bali Nusa Tenggara
Sulawesi
Maluku dan Papua
Museum
Sentra batik
Pembatik
Perancang busana
Perusahaan
Acara
Acara


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan