Rabu, 07 Oktober 2026
13:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026

Bendera palsu

Bagikan:

Operasi bendera palsu atau operasi kambing hitam adalah perbuatan dengan maksud menyamarkan pihak yang sebenarnya bertanggung jawab dan menjadikan pihak lain sebagai kambing hitam.

Istilah "bendera palsu" berasal dari abad ke-16 sebagai ekspresi figuratif belaka yang berarti "kekeliruan mengenai afiliasi atau motif seseorang yang disengaja".[1] Istilah ini kemudian digunakan untuk menggambarkan tipu muslihat pada pertempuran maritim ketika sebuah kapal mengibarkan bendera negara netral atau musuh untuk menyembunyikan identitas sebenarnya. Taktik ini awalnya digunakan oleh bajak laut dan kapal dagang untuk menipu kapal lain agar memungkinkan mereka bergerak lebih dekat sebelum menyerang mereka. Ini kemudian dianggap sebagai praktik yang dapat diterima selama pertempuran maritim menurut hukum internasional, asalkan kapal penyerang menunjukkan bendera sebenarnya begitu memulai serangan.[2][3][4][5]

Penggunaan istilah ini meluas untuk menyertakan tindakan negara-negara yang mengorganisasi serangan terhadap diri mereka sendiri dan membuat serangan itu tampak dilakukan oleh negara-negara musuh atau teroris, sehingga memberikan alasan yang mereka butuhkan untuk melakukan represi domestik dan agresi militer negara asing.[6]

Definisi

Menurut Girard dalam hal antropologi kebudayaan manusia merupakan makhluk sosial yang beradab secara alami dan mempertimbangkan secara rasional. Teori Girard juga dipakai dalam hal situasi konflik dan ketegangan sosial di masyarakat serta menyalahkan individual atau kelompok untuk mengambinghitamkan seseorang untuk bertanggung jawab. Sementara, di dalam agama Girard berasumi bahwa masyarakat yang memiliki pemikiran primitif sering melakukan tindakan yang sangat mengerikan sehingga kambing hitam memberikan pengaruhnya pada lembaga – lembaga keagamaan.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ O'Conner, Patricia; Kellerman, Stewart (11 Mei 2018). "The True History of False Flags". Grammarphobia.com. Diakses tanggal 9 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Christopher Hodapp; Alice Von Kannon (4 Februari 2011). Conspiracy Theories and Secret Societies For Dummies. John Wiley & Sons. hlm. 137–. ISBN 978-1-118-05202-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Politakis (24 Oktober 2018). Modern Aspects Of The Laws Of Naval Warfare And Maritime Neutrality. Taylor & Francis. hlm. 281–. ISBN 978-1-136-88577-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Faye Kert (30 September 2015). Privateering: Patriots and Profits in the War of 1812. JHU Press. hlm. 62–. ISBN 978-1-4214-1747-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Donald R. Hickey; Connie D. Clark (8 Oktober 2015). The Routledge Handbook of the War of 1812. Routledge. hlm. 64–. ISBN 978-1-317-70198-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ deHaven-Smith, Lance (2013). Conspiracy Theory in America, Austin: University of Texas Press. p.225
  7. ↑ Shindunata, Shindunata (23 Mei 2023). Kambing Hitam, Teori Rane Girard. Indonesia: Gramedia Pustaka Utama. ISBN 9786020671048.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Jenis
Buku
Operasi
disinformasi
Lembaga
anti-disinformasi
Seri terkait: Penipuan • Manipulasi media • Propaganda
Di proyek wiki lain: Commons • Wikiquote • Wiktionary
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan