Senin, 26 Oktober 2026
08:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Dewa Bel dan Naga Babel

Dewa Bel dan Naga Babel

bab/pasal 14 dari Kitab Daniel yang diperluas

Bagikan:
250px-Kessler_Daniel_und_K%C3%B6nig_Cyrus_im_Tempel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daniel dan Raja Koresy di Kuil Bel karya Stephan Kessler

Narasi Dewa Bel dan Naga Babel tergabung sebagai bab/pasal 14 dalam Kitab Daniel Yunani (Kitab Daniel dengan tambahan-tambahan). Teks ini hanya ditemukan dalam versi bahasa Yunani, sementara keseluruhan salinan tertua Kitab Daniel tertulis dalam bahasa Ibrani Biblika dan Aramaik. Teks Septuaginta aslinya terlestarikan dalam suatu manuskrip tunggal, yakni Kodeks Chisianus 88, sementara teks bakunya berdasarkan Theodotion, perevisi dari abad ke-2 M.

Bab ini, bersama dengan bab 13, dianggap deuterokanonik dan ditolak oleh kalangan Yudaisme Rabinik, dan meskipun dipandang kanonik oleh kalangan Kristen Katolik maupun Ortodoks, kalangan Kristen Protestan menganggapnya apokrif dan biasanya tidak terdapat dalam Alkitab Protestan modern.

Tarikh

Karya ini mungkin tarikhnya pada periode Persia.[1]

Ringkasan

250px-Daniel_Bel_et_le_dragon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daniel, Bel dan Naga (Prancis, abad ke-15)

Bab ini berisi suatu cerita tunggal yang mungkin sebelumnya mereprentasikan 3 narasi terpisah,[2][3][4] yang menempatkan Daniel di istana Koresy, raja bangsa Persia: "Raja Astiages dimakamkan pada nenek moyangnya dan Koresy, orang Persia, mengambil alih kerajaannya."[5] Di sini tercantum bahwa Daniel adalah "seorang yang tetap tinggal pada raja dan tiada seorangpun dari antara kawan-kawannya yang begitu dihormati seperti Daniel". (14:2)

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Levine 2010: 1552.
  2. ↑ The Jerome Biblical Commentary, vol. 1, p. 460, says of the second episode, "Although once an independent story, in its present form it is edited to follow the preceding tale;"
  3. ↑ Daniel J. Harrington writes of Daniel 14:23–42: "This addition is a combination of three episodes" (Harrington, Invitation to the Apocrypha, p. 118);
  4. ↑ Robert Doran writes, "The links between all the episodes in both versions are so pervasive that the narrative must be seen to be a whole. Such stories, of course, could theoretically have existed independently, but there is no evidence that they did." (Harper's Bible Commentary, p. 868).
  5. ↑ In the Greek version that has survived, the verb form parelaben is a diagnostic Aramaism, reflecting Aramaic qabbel which here does not mean "receive" but "succeed to the Throne" (F. Zimmermann, "Bel and the Dragon" Vetus Testamentum 8.4 (October 1958), p 440.

Bibliografi

  • Levine, Amy-Jill 2010. Commentary on "Bel and the Dragon" in Coogan, Michael D. The New Oxford Annotated Bible (fourth edition). New York: Oxford University Press.
Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Bel and the Dragon.
Pembagian
utama
Alkitab Ibrani/
Perjanjian Lama
(Protokanonika)
Deuterokanonika
dan Apokrifa
khusus Ortodoks
Tewahedo Ortodoks
Suriah
Perjanjian Baru
Pembagian
Perkembangan
Naskah
Lihat pula
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan