Jumat, 25 September 2026
06:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Astyages

Astyages

Astyages
250px-King_Astyages_submitting_to_Cyrus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Astyages dirantai dan menyerah pada Koresy (tapestri abad 18).
Raja Diraja Iran
Raja Media
Berkuasa564–550 SM (menurut Herodotos)
PendahuluHuwaksatra (Siyaksares)
PenerusKoresy Agung
LahirEkbatana
AyahHuwaksatra (Siyaksares)
KeturunanMandana
Amytis
WangsaDahayuku
DinastiMedia
AgamaAgama Iran Kuno

Astyages (oleh Herodotos dieja sebagai Ἀστυάγης - Astyages; oleh Ktesias sebagai Astyigas; oleh Diodorus sebagai Aspadas; bahasa Akkadia: Ištumegu) adalah raja kerajaan Media terakhir (memerintah tahun 585 SM-550 SM). Ayahnya bernama Huwaksatra (Siyaksares). Ia digulingkan dari takhta pada tahun 550 SM oleh raja Koresy Agung. Ini dicatat dalam Silinder Nabonidus.

Namanya diturunkan dari bahasa Iran kuno Rishti Vaiga, artinya "melayangkan tombak"[1]

Reign

250px-Median_Empire.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerajaan Media pada zaman pemerintahan Huwaksatra (Siyaksares) dan Astyages.

Astyages meneruskan takhta ayahnya pada tahun 585 SM, setelah Perang Halys, yang mengakhiri perselisihan 5 tahun antara bangsa Lydia dan Media. Ia mewarisi kerajaan yang luas, memerintah dengan sekutunya yaitu 2 orang saudara ipar laki-lakinya, Kroisos dari Lydia (saudara istrinya, Aryenis), dan Nebukadnezar dari Babel, di mana istrinya, Amytis, saudara perempuan Astyages, adalah ratu yang dibuatkan "Taman Gantung" oleh Nebukadnezar.

Perkawinan Astyages dengan Aryenis, saudari Kroisos, raja Lydia, membuat hubungan yang erat antara kedua kerajaan pada saat Astyages naik takhta setelah kematian ayahnya pada tahun yang sama beberapa waktu kemudian. Putri mereka, Amytis (namanya sama dengan Amytis yang menikah dengan Nebukadnezar) menikah dengan Koresy Agung.

Pemerintahan Astyages ditandai dengan kestabilan dan pertumbuhan agama Zoroastrianisme di seluruh wilayah kekuasaannya, bersamaan dengan Croesus yang memiliki filsuf-filsuf barat yang tersohor (Thales, Solon, Aesop, dan lain-lain), serta Nebukadnezar yang sibuk menjadikan ibu kotanya, Babylon, menjadi kota metropolitan terbesar yang pernah ada di dunia saat itu.

Setelah 32 tahun memerintah dengan stabil, Astyages kehilangan dukungan para bangsawannya dalam perang melawan cucunya, Koresy, seperti yang dicatat panjang dalam buku Cyropaedia karya Xenophon, dan akibatnya muncul Kekaisaran Akhemeniyah, yang dianggap penerus wangsa Media.

Catatan Herodotos

250px-Le_songe_d%27Astyage.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mimpi Astyages (Prancis, abad ke-15 M).

Sejarawan Yunani, Herodotos, mengisahkan impian Astyages bahwa putrinya, Mandane, melahirkan seorang putra yang akan menghancurkan kerajaannya. Karena takut akan mimpi ini, Astyages menikahkan putrinya dengan Kambisus I dari Anšan, Persia, yang mempunyai reputasi sebagai "pangeran pendiam dan bijak" yang diyakini oleh Astyages tidak akan menjadi ancaman baginya.[2] Ketika bermimpi kedua kalinya mengenai bahaya dari keturunan Mandane, Astyages mengirim jenderalnya, Harpagus, untuk membunuh anak kecil itu, yaitu Koresy.[3] Harpagus tidak mau menumpahkan darah keturunan raja, karena itu ia memberikan bayi itu kepada seorang gembala, Mitridates, yang istrinya baru melahirkan anak yang mati dalam kandungan.[4] Koresy dibesarkan oleh Mitridates sebagai anaknya sendiri, sedangkan Harpagus menunjukkan bayi yang mati dalam kandungan kepada Astyages sebagai Koresy yang mati. Ketika Koresy ditemukan hidup pada usia 10 tahun, Astyages tidak membunuhnya karena nasihat seorang majus (bijak), melainkan mengembalikannya ke orangtuanya di Anshan. Namun, Harpagus, tidak lepas dari hukuman, yaitu diberi makan daging mayat putranya sendiri dalam suatu pesta oleh Astyages. Koresy meneruskan takhta ayahnya tahun 559 SM, dan pada tahun 553 SM, atas nasihat Harpagus, yang ingin membalas dendam kematian anaknya, Koresy memberontak terhadap Astyages. Setelah 3 tahun bertempur, tentara Astyages membelot pada perang Pasargadae, sehingga Koresy dapat menguasai kerajaan Media. Astyages diampuni nyawanya oleh Koresy, dan meskipun diejek-ejek oleh Harpagus, Herodotos mengatakan Astyages diperlakukan dengan baik dan tetap tinggal di istana Koresy sampai matinya.

Tidak mengikuti mitos populer bahwa Koresy disusui oleh seekor anjing,[5] Herodotos menjelaskan bahwa gembala Mitridates tinggal dengan budak perempuan Astyages, 'Spaco,' yang dalam bahasa Media artinya "anjing."[6] Setelah Astyages digulingkan, Kroisos menyerang Koresy untuk membalaskan dendam Astyages. Koresy, dibantu oleh Harpagus, mengalahkan Kroisos dan menguasai Lydia pada tahun 547 SM.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Astyages, Encyclopaedia Iranica
  2. ↑ Herodotus mencatat dengan tepat nama kedua orang tua Koresh, meskipun ia tidak tahu bahwa Cambyses adalah raja, menurut: How, W. W., & Wells, J. (1991). A commentary on Herodotus with introduction and appendixes. Oxford [Oxfordshire]: Oxford University Press. i.107
  3. ↑ Pakar modern umumnya menolak pendapat Herodotus bahwa Koresh adalah cucu Astyages, menurut: How and Wells i.107
  4. ↑ Mitridates, atau Mithridates, dihubungkan dengan Mithra, yaitu Faustulus, yang menemukan Romulus and Remus, dan hubungannya dengan Faunus.
  5. ↑ Anjing dianggap suci oleh orang Persia. bandingkan juga legenda Sargon, atau legenda Romulus dan Remus yang disusui oleh serigala betina. (bahasa Latin:Lupa)
  6. ↑ Herodotus i.110, Justin (i.4) mencatat baik legenda maupun penjelasan Herodotus, menurut: How and Well, i.110
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan